|
| Saran & Komentar | updated on 07 January 2009 |
||||||
|
CahayaPengharapanMinistries Menerangi Jalan Anda Menuju Allah Sumber Pengharapan |
||||||
|
|
||||||
|
Mengapa Orang Kristen Tidak Bertumbuh? A.W Tozer Kemungkinan besar, masalah yang paling besar di antara orang-orang Kristen adalah masalah pertumbuhan rohani yang terbelakang. Mengapa setelah begitu lama menjadi orang Kristen, begitu banyak yang menemukan bahwa mereka sama sekali tidak mengalami pertumbuhan dibandingkan dengan saat mereka baru percaya? Banyak hal yang menjadi alasan mengapa tidak ada pertumbuhan rohani yang terjadi. Tidak hanya satu. Bagaimanapun terdapat satu alasan yang universal yang merupakan alasan yang paling besar, yaitu kegagalan dalam menyediakan waktu untuk memupuk pengetahuan tentang Allah. Godaan untuk menjadikan hubungan kita dengan Allah itu sekadar suatu pembenaran dan bukannya suatu hubungan pribadi sangatlah besar. Di zaman ini, mempercayai untuk diselamatkan itu hanya melibatkan satu tindakan percaya saja. Tidak perlu diberikan perhatian lanjutan setelah itu. Orang yang baru bertobat hanya tahu tentang doa pertobatannya dan tidak sadar bahwa Juruselamat itu harus diikuti dan disembah secara terus menerus. Seorang Kristen itu kuat atau lemah bergantung pada sebaik mana ia memupuk pengetahuannya tentang Tuhan. Paulus mengabdikan seluruh hidupnya untuk mendalami seni mengenal Kristus. "Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus... yang kukehendaki ialah mengenal Dia..." (Filipi 3.8,10) Pertumbuhan kita di dalam kehidupan Kristen tidak dapat dipisahkan dengan pertumbuhan pengetahuan lewat pengalaman pribadi kita dengan Tuhan. Dan pengalaman sedemikian membutuhkan seluruh hidup yang diabdikan kepadanya dan waktu yang banyak dibutuhkan untuk memupuk relasi kita dengan Tuhan. Tuhan hanya dapat dikenal dengan baik di saat kita memberikan waktu kepada Dia. Sebaiknya kita menerima saja fakta ini: tidak ada jalan pintas menuju pertumbuhan rohani dan kekudusan. Seribu gangguan akan menggoda kita untuk tidak memikirkan Tuhan, tapi kita dapat mengatasinya dengan memberikan tempat untuk Raja dan meluangkan waktu untuk berkomunikasi dengan Dia. Ada hal yang boleh diabaikan dan tidak terlalu merugikan kehidupan spiritual kita tetapi untuk mengabaikan persekutuan dengan Tuhan akan melukai diri kita dalam cara yang tidak mampu kita tanggung. Tuhan akan merespon usaha kita mengenal Dia. Persoalannya adalah sebesar mana tekad kita dalam melaksanakan tugas yang kudus ini. (Dikutip dari "The Root of the Righteous" oleh A.W. Tozer) |
Sulit dibaca? Ganti ukuran huruf di sini.
Artikel: - Suatu Kelahiran yang Tidak Diperhatikan - Mentalitas Seorang yang Besar - Pendidikan Tanpa Hikmat Tidak Ada Artinya - Anda Ada Bukan Karena Kebetulan - Perlakukan Orang Lain dengan Baik - Mengapa Orang Kristen Tidak Bertumbuh? - Mengasihi Teman Sekamar Saya, mungkinkah? - Kehidupan Rohani ibarat Maraton - 5 Alat Untuk Pertumbuhan Rohani - Apakah Anda Luput dari Kesalahan? - Apakah Semua yang Meminta akan Mendapatkan? - Apa Resolusi Tahun Baru Anda? - Apa yang Akan Kau Minta dari Tuhan? - "Ayo, kita gereja di Starbuck aje deh!" - Bagaimana Mengetahui Kehendak Tuhan? - Berdiam diri di dalam Tuhan - Sumber Kekuatan Sejati - Cara untuk Mengembangkan Sukacita - Calon Pendeta yang Pasti ditolak Gereja - Dengarkan Tuhan Bukan Diri Kita Sendiri - Dunia Kita yang Penuh Kata-kata - Hanya Ketidak-Sempurnaan yang Tidak Dapat Menolerir Ketidak-Sempurnaan - Hari Ini - Jangan Lupa Paspor dan Tiket Pesawat Anda - Jangan Menilai Buku dari Sampulnya - Kejujuran Tidak Pernah Merugikan - Kekurangan Orang Lain Harus Ditanggung Dalam Kasih - Kerendahan Hati, Benar dan Palsu - Kunci menaati Perintah Tuan Empunya Tuaian - Mukjizat Natal - Kisah-kisah Nyata - Menara Api di tengah Kegelapan Dunia - Mengalahkan Kejahatan dengan Kebaikan, Mungkinkah? - Mengasihi Seperti Diri Sendiri - Menggerakkan Orang Lewat Doa - Natal, Musim untuk Berbuat Baik? - Orang yang Melukai kita Harus Dikasihi dan Disambut sebagai Tangan Tuhan - Pendeta diabaikan di Gerejanya Sendiri - Peraturan Umum Dalam Penggunaan Waktu dan Hidup Kudus - Percakapan antara Orang Kudus dan Filsuf - Peringatan tentang Mendambakan Keberhasilan Spiritual - Salib, Sumber Kegembiraan Kita - Sejauh Manakah Anda Rela Melangkah untuk Tuhan? - Sekilas Hikmat dari Billy Graham - Sensitivitas kepada Teguran adalah Tanda Pasti bahwa kita Membutuhkannya - Setinggi-tingginya Tupai Melompat - Siapa Bilang Tidak Ada Sinterklas? |
||||
|
Copyright 2003-2007. Semua materi di situs ini
adalah milik eksklusif Cahaya Pengharapan Ministries. |
||||||