|
| Saran & Komentar | updated on 30 August 2010 |
|||||||
|
CahayaPengharapanMinistries Menerangi Jalan Anda Menuju Allah Sumber Pengharapan |
|||||||
|
|
|||||||
|
Mengapa Allah mengizinkan rasa sakit? Rick Warren Saya yakin bahwa ada satu pertanyaan yang jauh lebih sering diajukan dibandingkan dengan pertanyaan lainnya, terutama jika Anda melayani orang-orang yang sedang dilanda masalah, pertanyaan itu adalah, "Mengapa Allah mengijzinkan rasa sakit?" Saya tidak bisa lagi menghitung sudah berapa kali saya ditanyai masalah yang satu ini. Jadi, jika Anda menghadapi pertanyaan ini, berikut adalah empat jawaban yang bisa Anda berikan kepada orang-orang itu. 1. Allah memberikan kita kehendak bebas Di dalam kitab Kejadian kita melihat bahwa kita ini diciptakan menurut gambar Allah. Namun seperti apa jelasnya? Allah memberi kita pilihan. Kita bebas untuk memilih apakah akan melakukan hal yang baik atau yang buruk, untuk menerima atau menolak Allah. Mengapa Allah memberi kita pilihan ini? Karena Dia tidak ingin memiliki kumpulan boneka. Dia tidak harus melakukan hal itu. Dia bisa saja memaksa kita untuk menyembah, melayani dan mengasihi Dia. Namun Dia ingin agar kita mengasihi Dia dengan sukarela. Anda tidak bisa mengatakan bahwa Anda mengasihi seseorang kecuali jika Anda memiliki kesempatan untuk tidak mengasihi dia. Kehendak bebas ini bukan hanya menjadi suatu anugerah. Kadang kala, kehendak bebas itu menjadi suatu beban. Kadang-kadang, kita membuat pilihan yang bodoh. Pilihan-pilihan itu menimbulkan segala macam akibat yang menyakitkan dalam hidup kita. Saya bisa saja memilih untuk mencoba obat bius. Kalau saya sampai ketagihan, maka itu adalah kesalahan saya sendiri. Saya bisa saja memilih untuk berperilaku seks bebas. Kalau saya terkena penyakit, maka itu kesalahan saya. Allah tidak ingin kita mengalami segala kepedihan ini, akan tetapi Dia akan membiarkan kita menghadapi semua akibat dari pilihan-pilihan kita. Bukan hanya kita saja yang memiliki kehendak bebas, orang lain juga memilikinya. Kadang kala kita terluka akibat pilihan yang buruk oleh orang lain. Kita semua pernah disakiti oleh orang lain selama hidup ini. Mungkin Anda pernah membatin, "Mengapa Allah tidak mencegahnya?" Dia bisa saja mencegahnya. Cukup dengan merampas kehendak bebas orang yang bersangkutan. Akan tetapi, di sinilah letak dilemanya. Dalam rangka melakukan hal itu, Dia juga harus merampas kehendak bebas Anda. 2. Allah memakai rasa sakit itu untuk mendapatkan perhatian kita Kepedihan atau rasa sakit adalah suatu lampu isyarat. Lampu isyarat yang memberitahu kita tentang adanya sesuatu hal yang salah. Bukan rasa sakit itu yang menjadi masalahnya. Itu hanya suatu gejala saja. Rasa sakit itu adalah semacam pengeras suara yang dipakai Allah. Seperti pepatah yang pernah Anda dengar, "Allah berbisik kepada kita di saat kita menikmati kesenangan, namun Dia berteriak kepada kita melalui kepedihan kita." Amsal 20:30 berbunyi, "Bilur-bilur yang berdarah membersihkan kejahatan, dan pukulan membersihkan lubuk hati." Kadang-kadang dibutuhkan situasi yang menyakitkan untuk membuat kita mengubah jalan kita. Beberapa tahun yang lalu saya memiliki sepasang sepatu yang sangat saya sukai. Sepatu itu terbuat dari kulit rusa dan benar-benar terasa halus dan nyaman. Sepasang sepatu yang sangat hebat! Namun, tak lama kemudian, alasnya bolong. Akan tetapi bagian atasnya masih terlihat bagus. Saya tetap saja memakainya. Saya hanya perlu memastikan bahwa saat saya duduk di atas panggung, kaki saya tetap menjejak di lantai. Saya tidak berminat untuk membeli sepatu baru, sampai turun hujan selama tujuh hari berturut-turut, dan saya harus memakai sepatu yang basah itu selama tujuh hari berturut-turut. Kaki saya yang basah itu akhirnya mendorong saya untuk berubah! Paulus berkat kepada kita di dalam 2 Korintus 7:9, "Namun sekarang aku bersukacita, bukan karena kamu telah berdukacita, melainkan karena dukacitamu membuat kamu bertobat." Kadang-kadang dibutuhkan rasa sakit untuk membuat kita melakukan apa yang Tuhan mau kita lakukan. Ingatkah Anda akan kisah Yunus? Yunus berniat pergi ke satu
tujuan dan Allah berkata, "Aku ingin agar kamu pergi ke arah yang lain."
Lalu Allah memberi tumpangan kepada Yunus dalam bentuk yang sangat khas
di laut tengah - dalam perut ikan paus! Dan, di dasar lautan itu, Yunus
berkata, "Saat aku kehilangan harapanku, sekali lagi kuarahkan pikiranku
kepada Tuhan." Allah memakai kepedihan untuk mendapatkan perhatian kita. Anda tidak menyadari bahwa Allah adalah tempat Anda bergantung, sampai akhirnya Anda hanya bisa berharap kepada-Nya. Paulus menyebutkan hal ini di dalam 2 Korintus 1:8-10, "Sebab kami mau, saudara-saudara, supaya kamu tahu akan penderitaan yang kami alami di Asia Kecil. Beban yang ditanggungkan atas kami adalah begitu besar dan begitu berat, sehingga kami telah putus asa juga akan hidup kami. Bahkan kami merasa, seolah-olah kami telah dijatuhi hukuman mati. Tetapi hal itu terjadi, supaya kami jangan menaruh kepercayaan pada diri kami sendiri, tetapi hanya kepada Allah yang membangkitkan orang-orang mati. Dari kematian yang begitu ngeri Ia telah dan akan menyelamatkan kami: kepada-Nya kami menaruh pengharapan kami, bahwa Ia akan menyelamatkan kami lagi." Jika Anda belum pernah berhadapan dengan masalah, maka Anda tidak akan tahu apakah Allah bisa mengatasinya. Allah membiarkan kepedihan terjadi untuk mengajari Anda agar bergantung kepada-Nya. Alkitab berkata di dalam Mazmur 119:71, "Bahwa aku tertindas itu baik bagiku, supaya aku belajar ketetapan-ketetapan-Mu." Sebenarnya, kita ini hanya bisa belajar dari kepedihan. Belajar bergantung kepada Allah adalah salah satu di antaranya. 4. Allah membiarkan terjadi kepedihan untuk membuka jalan bagi kita melayani orang lain Kepedihan mempersiapkan Anda buat pelayanan. Paulus berkata di dalam 2 Korintus 1:4, "Yang menghibur kami dalam segala penderitaan kami, sehingga kami sanggup menghibur mereka, yang berada dalam bermacam-macam penderitaan dengan penghiburan yang kami terima sendiri dari Allah." Setiap orang membutuhkan pemulihan dari suatu masalah. Tak ada orang yang sempurna. Siapa yang bisa menolong orang yang kecanduan alkohol melebihi kemampuan orang yang pernah mengalami kecanduan alkohol itu? Siapa yang bisa menolong orang yang mengalami pelecehan melebihi kemampuan orang yang pernah mengalami pelecehan itu? Allah ingin memakai dan mendaur ulang kepedihan di dalam hidup kita untuk bisa menolong orang lain, akan tetapi kita harus jujur dan terbuka akan hal itu. Allah melakukan hal itu kepada Kay dan saya. Tiga tahun pertama masa pernikahan kami benar-benar sangat buruk. Saya bisa memahami perasaan orang yang berkata bahwa dia sangat menderita dan ingin bercerai. Saya mengerti hal itu karena saya pernah mengalaminya. Namun berkat pertolongan seorang pembimbing Kristen, Kay dan saya mengatasi semua persoalan itu dan sekarang menikmati suasana pernikahan yang luar biasa. Beberapa tahun yang lalu, saya menyampaikan satu seri khotbh ibadah Minggu pagi mengenai pernikahan, di mana saya membahas tentang berbagai persoalan dalam pernikahan yang telah kami atasi. Seri khotbah itu mencapai 12 rangkaian khotbah, namun sebenarnya masih bisa mencapai sekitar 50. Allah memakai kepedihan Anda untuk bisa menolong orang lain. Bayangkanlah seperti apa armada pelayanan yang bisa Anda latih di tengah jemaat Anda jika Anda menolong orang-orang itu memakai kepedihan di masa lalu mereka sebagai kesempatan untuk melayani. Allah tidak pernah menyia-nyiakan kepedihan! |
Sulit dibaca? Ganti ukuran huruf di sini.
Artikel: - Andai aku dapat menghentikan satu hari merana - Di mana ada kasih, di situlah Allah ada - Ciri orang yang menghayati doa - Bagaimana menangani kekhawatiran? - Memahami Hukum Taurat dalam Terang Roh - Bagaimana Kebenaran Memerdekakan? - Kamu akan Mengetahui Kebenaran - Jangan Kuatir... Kristus Telah Bangkit! - Bagaimana Menjadi Seorang Pembangun Umat? - Waspadalah Terhadap Roh Pasif - Mengapa Kita Berdoa Sebelum Makan? - Apakah Hari Sabat Diciptakan untuk Manusia? - Bagaimana Mengendalikan Amarah Kita - Tujuh Cara untuk Melindungi Pernikahan Anda dari Kejatuhan Moral - Lima Resolusi Tahun Baru untuk Pemimpin Kristen - Mengapa Allah mengizinkan rasa sakit? - Pertobatan yang Sejati dan yang Palsu - 2 - Pertobatan yang Sejati dan yang Palsu - 1 - Bagaimana Menghindari Daya Tarik yang Fatal? - Apakah Anda Masih Tidur dan Beristirahat? - Bagaimana Memaafkan Orang yang telah Menyakiti Kita - Apakah Anda masih dikagumkan dengan Alkitab? - Kemunduran Agama, Salah Siapa? - Bagaimana Meminta Pemulihanan dari Allah? - Yesus Tidak Takut disalah-pahami - Bagaimana Menangani Keraguan? - Apakah Kita Terlalu Banyak Bicara? - Kita Perlu Memperlambat Pekerjaan Kita - Maut Harus Dialami Setiap Hari - Penderitaan itu Milik Siapa? - Melayani Orang yang Mengalami Krisis Pribadi - Mengapa orang-orang berteriak? - Ahhhh... akhirnya engkau mengerti - Kehidupan Lebih dari Apa yang Tampak - Suatu Kelahiran yang Tidak Diperhatikan - Mentalitas Seorang yang Besar - Pendidikan Tanpa Hikmat Tidak Ada Artinya - Anda Ada Bukan Karena Kebetulan - Perlakukan Orang Lain dengan Baik - Mengapa Orang Kristen Tidak Bertumbuh? - Mengasihi Teman Sekamar Saya, mungkinkah? - Kehidupan Rohani ibarat Maraton - 5 Alat Untuk Pertumbuhan Rohani - Apakah Anda Luput dari Kesalahan? - Apakah Semua yang Meminta akan Mendapatkan? - Apa Resolusi Tahun Baru Anda? - Apa yang Akan Kau Minta dari Tuhan? - "Ayo, kita gereja di Starbuck aje deh!" - Bagaimana Mengetahui Kehendak Tuhan? - Berdiam diri di dalam Tuhan - Sumber Kekuatan Sejati - Cara untuk Mengembangkan Sukacita - Calon Pendeta yang Pasti ditolak Gereja - Dengarkan Tuhan Bukan Diri Kita Sendiri - Dunia Kita yang Penuh Kata-kata - Hanya Ketidak-Sempurnaan yang Tidak Dapat Menolerir Ketidak-Sempurnaan - Hari Ini - Jangan Lupa Paspor dan Tiket Pesawat Anda - Jangan Menilai Buku dari Sampulnya - Kejujuran Tidak Pernah Merugikan - Kekurangan Orang Lain Harus Ditanggung Dalam Kasih - Kerendahan Hati, Benar dan Palsu - Kunci menaati Perintah Tuan Empunya Tuaian - Mukjizat Natal - Kisah-kisah Nyata - Menara Api di tengah Kegelapan Dunia - Mengalahkan Kejahatan dengan Kebaikan, Mungkinkah? - Mengasihi Seperti Diri Sendiri - Menggerakkan Orang Lewat Doa - Natal, Musim untuk Berbuat Baik? - Orang yang Melukai kita Harus Dikasihi dan Disambut sebagai Tangan Tuhan - Pendeta diabaikan di Gerejanya Sendiri - Peraturan Umum Dalam Penggunaan Waktu dan Hidup Kudus - Percakapan antara Orang Kudus dan Filsuf - Peringatan tentang Mendambakan Keberhasilan Spiritual - Salib, Sumber Kegembiraan Kita - Sejauh Manakah Anda Rela Melangkah untuk Tuhan? - Sekilas Hikmat dari Billy Graham - Sensitivitas kepada Teguran adalah Tanda Pasti bahwa kita Membutuhkannya - Setinggi-tingginya Tupai Melompat - Siapa Bilang Tidak Ada Sinterklas? |
|||||
|
Copyright 2003-2007. Semua materi di situs ini
adalah milik eksklusif Cahaya Pengharapan Ministries. |
|||||||