| Saran & Komentar | updated on 16 March 2014

Menerangi Jalan Anda Menuju Allah Sumber Pengharapan

Halaman Utama

  |  Tentang Kami

  |  Hubungi Kami

  |  Izin Pemakaian Materi 

  |  Dapatkan Buletin Gratis di sini! 

Sumber Damai

Khotbah/PA


Inspirasi

Artikel/Renungan

Kesaksian Hidup


Pelatihan

Discipleship Trainings


Lain-Lain...

Buku-buku Terbitan

Lagu dan Film

Bible Study (P.A)

Siaran Mandarin

Buletin Gratis!

Follow Us


BACA ONLINE


BACA ONLINE


KATA PENGANTAR

"Kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan" merupakan suatu bahasa peperangan. Kita tahu kejahatan dan kebaikan bukanlah hanya menyangkut persoalan moral tetapi merupakan perwujudan dari dua kekuatan yang nyata.

Mengalahkan Kejahatan dengan Kebaikan, Mungkinkah?


Di Roma 12:21 Paulus menghimbau Jemaat di Roma untuk "kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan." Begitu banyak kejahatan yang terjadi baik di masa kini ataupun pada masa kekaisaran Roma. Tanpa ada satu hari pun yang berlalu tanpa kejahatan terjadi di dunia. Melihat kejahatan begitu merajarela, kita seakan-akan harus menyimpulkan bahwa kejahatanlah yang sebenarnya sedang mengalahkan kebaikan di dunia ini. Apakah mungkin mengalahkan kejahatan dengan kebaikan?

"Kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan" merupakan suatu bahasa peperangan. Kita tahu kejahatan dan kebaikan bukanlah hanya menyangkut persoalan moral tetapi merupakan perwujudan dari dua kekuatan yang nyata. Ada agama dan filsafat yang mengajarkan bahwa kuasa dari yang baik dan yang jahat itu berada pada kekuatan yang seimbang. Dasar pikiran inilah yang berada di balik agama yang menyembah keduanya, mereka menyembah personifikasi dari ilah-ilah yang baik dan juga yang jahat. Keduanya harus disembah agar yang baik dan yang jahat berada di dalam keadaan yang seimbang. Sesajian diberikan dengan harapan ilah-ilah dari kedua pihak dapat ditenangkan dan tidak menganggu kita. Menurut filsafat agama ini, kebaikan dan kejahatan berada dalam satu hubungan yang mutlak.

Tetapi dari Alkitab kita memperoleh bukti yang nyata bahwa kuasa kebaikan itu jauh lebih besar dari kuasa kejahatan. Yang baik secara relatif lebih kuat dari yang jahat. Hal ini dapat dilihat dengan jelas dalam kasus pengusiran roh-roh jahat yang dapat kita baca di dalam Injil. Dalam kasus pengusiran roh-roh jahat, kita memperoleh bukti nyata yang menunjukkan bahwa kuasa jahat tunduk secara mutlak di bawah kuasa yang baik. Hal ini terjadi karena sumber dari segala yang baik hanyalah berasal dari Allah. Dia-lah yang merupakan perwujudan dari kuasa yang baik (Luk. 18:19) Ini merupakan satu kebenaran mutlak di dalam Alkitab.

Setiap dari kita yang ingin bergabung dan berperang di pihak yang baik, kita dapat melakukannya dengan memenangkan peperangan di antara yang baik dan yang jahat di dalam kehidupan kita sendiri. Setiap hari, kita diperhadapkan dengan pilihan. Apakah setiap pilihan yang kita buat itu merupakan pilihan yang berpihak kepada yang baik? Atau yang sebaliknya yang terjadi, kita membiarkan yang jahat yang mengendali hidup kita dengan tidak memilih untuk melakukan yang baik?

Pada suatu malam di tanggal 8 Februari yang lalu, sekitar jam 11 seorang anak muda berumur 24 tahun, Seng Chun mendengar keributan di tempat parkir restoran tempat kerjanya. Kemudian Seng Chun bergegas lari ke luar dan melihat dua perampok berusaha melarikan mobil mewah milik pelanggannya yang baru selesai makan di restoran. Tanpa berpikir panjang, ia berlari mengejar mobil itu dan berhasil membuka pintu mobil bagian belakang. Di dalam mobil ia bergulat dengan para perampok dan berusaha untuk mengagalkan usaha melarikan mobil tersebut. Malangnya selang beberapa menit kemudian Seng Chun dilempar keluar dari mobil dan mungkin karena jengkel para perampok sengaja menggiling tubuh Seng Chun yang sudah tergeletak di tanah. Meskipun Seng Chun sempat dilarikan ke rumah sakit tetapi dokter menyatakan bahwa ia sudah dalam keadaan mati otak.

Membaca kisah nyata ini membawa kita pada kesimpulan bahwa kejahatan sekali lagi sudah menang. Usaha Seng Chun berbuat baik justru menuai kecelakaan bagi dirinya. Saya percaya banyak orang yang membaca berita ini di koran akan berkata, "Nah, itulah penjahat sekarang sudah semakin jahat, lain kali, tidak usahlah ikut campur dengan urusan orang lain." Mungkin ini ada benarnya, di dunia yang semakin kacau ini, kita sering harus bertindak dengan "bijaksana" untuk dapat bertahan hidup.

Tetapi apakah kematian Seng Chun itu sia-sia? Apakah kejahatan itu sebenarnya sudah menang di atas kebaikan? Ayah daru Seng Chun yang bernama Tang memutuskan untuk menyumbangkan organ-organ tubuh Seng Chun kepada pasien-pasien yang membutuhkannya. Lewat kematian Seng Chun di usianya yang masih muda, kornea matanya membuat seseorang dapat melihat, dua pasien sakit ginjal mendapatkan ginjal yang baru dan katup jantungnya yang masih sehat itu sedang memberikan hidup kepada seseorang yang tidak dikenalnya. Menurut Tang, keputusannya menyumbangkan organ-organ tubuh Seng Chun pasti akan menyenangkan anaknya. "Seng Chun adalah seorang yang sangat pengasih dan suka membantu orang, ia akan melakukan apa saja untuk membantu orang yang membutuhkan. Pada kenyataannya, ia telah memberikan nyawanya untuk membantu orang yang sama sekali tidak dikenalinya." Kematian anaknya tidaklah sia-sia.

Bagi saya, dalam peristiwa ini, kebaikan telah menang secara mutlak di atas kejahatan. Terutamanya bagi kita yang hidup bukan untuk dunia ini tetapi bagi dunia yang akan datang. Kematiannya tidaklah sia-sia di mata Tuhan yang maha adil dan penyayang. Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah. Barangsiapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, tetapi barangsiapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini, ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal (Yoh. 12:24-25).

as

[Download]


Sulit dibaca? Ganti ukuran huruf di sini.

Standard
Besar
Terbesar

Artikel:

- Apa yang menjadi Tanda bagi Generasi ini?

- Kita Hidup di medan musuh

- Bahagia Meskipun Dianiaya

- Keindahan dari Keburukan

- Tiga kebenaran yang penting

- Aku Berjalan bersama Yesus

- One Solitary Life

- Rabi Yesus

- Arti tinggal di dalam Firman

- Menolak tuntunan Tuhan

- Hari pembalasan

- Kita masih bisa mendengarkan suara Tuhan

- Seperti apa kalimat wasiat terakhir Anda?

- Bagaimana kita tahu bahwa kita benar-benar “di dalam Kristus”?

- Prioritas yang Terbalik

- Kunci Pertumbuhan Jemaat yang Paling Diabaikan

- Pelayanan Pendamaian

- Sebuah Filsafat Kepemimpinan

- Kehidupan Doa Seorang Pemimpin

- Yang menang adalah yang tidak menyerah

- Apakah radio hati Anda berfungsi dengan baik?

- Lubang Jarum

- Ia Pergi dengan Sedih

- Apa gunanya memperoleh dunia dan kehilangan jiwa Anda?

- Jangan menyerah sebelum doa terjawab

- Permasalahan serius: Pertobatan palsu dalam Gereja

- Pentingnya Keremukan

- Respon kita pada Allah menentukan respon Allah pada kita

- Mengapa doa kita tidak terjawab?

- Mendengarkan Tuhan

- Selesailah tembok itu

- Apa motivasi kebaikan kita?

- Doa yang menyenangkan Allah

- Apakah berdoa itu suatu beban?

- Bagaimana memuliakan Allah di tempat kerja?

- Apakah Anda bekerja untuk Allah atau bersamaNya?

- Saya suka Kristus Anda. Tapi saya tidak suka dengan orang Kristen Anda

- Doa Santo Francis dari Asisi

- Bagaimana Anda tidak dapat menjadi Anak Allah

- Dipimpin oleh kehendak Allah

- Allah bukanlah sebongkah kayu

- Orang yang dipakai Allah

- Kita bukan konsumen. Kita adalah manusia

- Kesatuan membawa pemulihan

- Allah menanggapi Anda dengan serius

- Segenap hati, jiwa, pikiran dan kekuatan kita telah ditebus

- Lukisan Last Supper oleh Leonardo Da Vinci

- Pencarian akan Kebahagiaan

- Pesan seorang ateis bagi kita

- Kebangkitan Kristus

- Sedikit Air dan Roti

- Semuanya langsung tunduk, kecuali manusia

- Iman dan keraguan

- Sebelum mereka memanggil, Aku sudah menjawabnya.

- Billy Graham: Penyesalan dan Himbauannya

- Apa yang harusnya menjadi tekad tahun baru orang Kristen?

- Natal - Apakah yang menjadikannya penting?

- Saya percaya...

- Gereja Eksis bukan untuk Kepentingan Anggotanya

- Perbedaan bukan berarti perpecahan

- Apakah Anda datang ke gereja sebagai konsumen?

- Apakah gereja benar-benar perlu bagi orang Kristen?

- Apakah kita kerabatnya Tuhan?

- Rumah di sisi jalan

- Mengapa seringkali kita menjadi orang bodoh?

- Hati yang terarah pada Surga

- Bagaimana kita dapat melakukan kehendak Tuhan?

- Tuhan, apakah yang harus kuperbuat?

- Doa bukan "ban serep"

- Bagaimana mengenal pengajar dan nabi palsu?

- Dosa Kelalaian

- Doa Seorang Anak

- Andai aku dapat menghentikan satu hari merana

- Di mana ada kasih, di situlah Allah ada

- Anggaplah hari itu sia-sia

- Tidak Berarti di Mata Dunia

- Ciri orang yang menghayati doa

- Bagaimana menangani kekhawatiran?

- Rahasia Doa

- Memahami Hukum Taurat dalam Terang Roh

- Bagaimana Kebenaran Memerdekakan?

- Kamu akan Mengetahui Kebenaran

- Jangan Kuatir... Kristus Telah Bangkit!

- Bagaimana Menjadi Seorang Pembangun Umat?

- Waspadalah Terhadap Roh Pasif

- Mengapa Kita Berdoa Sebelum Makan?

- Apakah Hari Sabat Diciptakan untuk Manusia?

- Orang-orang Kristen itu

- Bagaimana Mengendalikan Amarah Kita

- Tujuh Cara untuk Melindungi Pernikahan Anda dari Kejatuhan Moral

- Lima Resolusi Tahun Baru untuk Pemimpin Kristen

- Dalam memberi kita menerima

- Mengapa Allah mengizinkan rasa sakit?

- Pertobatan yang Sejati dan yang Palsu - 2

- Pertobatan yang Sejati dan yang Palsu - 1

- Bagaimana Menghindari Daya Tarik yang Fatal?

- Apakah Anda Masih Tidur dan Beristirahat?

- Bagaimana Memaafkan Orang yang telah Menyakiti Kita

- Cara Yesus Menyembuhkan

- Bagaimana Menangani Amarah?

- Apakah Anda masih dikagumkan dengan Alkitab?

- Kemunduran Agama, Salah Siapa?

- Bagaimana Meminta Pemulihanan dari Allah?

- Yesus Tidak Takut disalah-pahami

- Bagaimana Menangani Keraguan?

- Apakah Kita Terlalu Banyak Bicara?

- Kita Perlu Memperlambat Pekerjaan Kita

- Maut Harus Dialami Setiap Hari

- Penderitaan itu Milik Siapa?

- Melayani Orang yang Mengalami Krisis Pribadi

- Cara Tuhan Bekerja

- Logika yang Sederhana

- Mengapa orang-orang berteriak?

- Paskah: Pengadilan Yesus

- Ahhhh... akhirnya engkau mengerti

- Rencana Sempurna dari Iblis

- Bila aku adalah Iblis

- Ingat Bebek Itu

- Apakah Gubuk-mu Terbakar?

- Kehidupan Lebih dari Apa yang Tampak

- Potret Seorang Anak

- Yesus Seorang Pecundang

- Suatu Kelahiran yang Tidak Diperhatikan

- Mentalitas Seorang yang Besar

- Pendidikan Tanpa Hikmat Tidak Ada Artinya

- Menanti Hari Itu

- Yesus dan Agama Lain

- Anda Ada Bukan Karena Kebetulan

- Takut akan Tuhan

- Celana Basah

- Perlakukan Orang Lain dengan Baik

- Kualitas Seorang Pemimpin

- Mengapa Orang Kristen Tidak Bertumbuh?

- Mengasihi Teman Sekamar Saya, mungkinkah?

- Hikmat Secangkir Kopi Panas

- Kehidupan Rohani ibarat Maraton

- Push-Up dan Donut

- 5 Alat Untuk Pertumbuhan Rohani

- 5 Roti dan 2 Ikan

- Adakah Hari Esok Bagimu?

- Apa artinya Natal?

- Apakah Anda Luput dari Kesalahan?

- Apakah Semua yang Meminta akan Mendapatkan?

- Apa Resolusi Tahun Baru Anda?

- Apa yang Akan Kau Minta dari Tuhan?

- "Ayo, kita gereja di Starbuck aje deh!"

- Bagaimana Mengetahui Kehendak Tuhan?

- Berdiam diri di dalam Tuhan - Sumber Kekuatan Sejati

- Cara untuk Mengembangkan Sukacita

- Calon Pendeta yang Pasti ditolak Gereja

- Dampak Pengampunan

- Dengarkan Tuhan Bukan Diri Kita Sendiri

- Di Manakah Tuhan?

- Doa Seorang Nabi Kecil

- Dunia Kita yang Penuh Kata-kata

- Empat Istri

- Hanya Ketidak-Sempurnaan yang Tidak Dapat Menolerir Ketidak-Sempurnaan

- Hari Ini

- Jangan Lupa Paspor dan Tiket Pesawat Anda

- Jangan Menilai Buku dari Sampulnya

- Janganlah Kamu Menghakimi

- Kebaikan dan Kebesaran

- Keheningan

- Ketidak-percayaan Kita

- Kita Tidak Cukup Rendah

- Lepaskan Dulu

- Takut akan Maut

- Kapan Malam Berakhir?

- Kejujuran Tidak Pernah Merugikan

- Kekurangan Orang Lain Harus Ditanggung Dalam Kasih

- Kerendahan Hati, Benar dan Palsu

- Kunci menaati Perintah Tuan Empunya Tuaian

- Mukjizat Natal - Kisah-kisah Nyata

- Menara Api di tengah Kegelapan Dunia

- Mengalahkan Kejahatan dengan Kebaikan, Mungkinkah?

- Mengasihi Seperti Diri Sendiri

- Menggerakkan Orang Lewat Doa

- Natal, Musim untuk Berbuat Baik?

- Nilai sebuah Kehidupan

- Orang yang Melukai kita Harus Dikasihi dan Disambut sebagai Tangan Tuhan

- Pendeta diabaikan di Gerejanya Sendiri

- Pengaruh Kristus

- Pengkhotbah yang Populer

- Pentingnya Pergumulan

- Pentingnya Sikap

- Peraturan Umum Dalam Penggunaan Waktu dan Hidup Kudus

- Percakapan antara Orang Kudus dan Filsuf

- Peringatan tentang Mendambakan Keberhasilan Spiritual

- Persahabatan dengan 'Musuh'

- Praktik lawan Ucapan

- Rangkulan Seorang Bayi

- Resiko seorang Hamba Tuhan

- Salib dan Si Aku

- Salib, Sumber Kegembiraan Kita

- Satu Kisah Cinta

- Sejauh Manakah Anda Rela Melangkah untuk Tuhan?

- Sekilas Hikmat dari Billy Graham

- Sensitivitas kepada Teguran adalah Tanda Pasti bahwa kita Membutuhkannya

- Sesungguhnya Buta

- Setinggi-tingginya Tupai Melompat

- Siapa Bilang Tidak Ada Sinterklas?

- Tidak semua hal dapat dilihat dengan mata

- Tujuan Ciptaan Baru

- Warisan Pengampunan

- Yang Paling Diberkati

- Yang Sudah Berlalu

Copyright 2003-2014. Semua materi di situs ini adalah milik eksklusif Cahaya Pengharapan Ministries.
E-mail kami untuk mendapatkan izin untuk menggunakan materi di situs ini.
Best viewed with IE6.0 and 1024 by 768 resolution.