|
| Saran & Komentar | updated on 06 September 2010 |
|||||||
|
CahayaPengharapanMinistries Menerangi Jalan Anda Menuju Allah Sumber Pengharapan |
|||||||
|
|
|||||||
|
Memahami Hukum Taurat dalam Terang Roh Dwight A. Pryor
Ada satu kaitan antara pemberian Hukum Taurat di Gunung Sinai dengan pemberian Roh di Gunung Sion. Keduanya berkaitan dengan hari Pentekosta, atau perayaan resmi hari Shavu'ot atau minggu ketujuh (lihat Ulangan 16:9-10). Dalam mempelajari Kitab Suci, para ahli kitab Yahudi di zaman dulu menyimpulkan bahwa hukum Taurat itu diberikan pada minggu ketujuh (Shavu'ot) atau hari ke-50 (pentecostos) setelah mereka keluar dari Mesir. Di gurun Sinai, Penebus Israel berperan sekaligus sebagai Pengajar mereka. Melalui hamba-Nya, Musa, Sang Mahakuasa memberikan perintah ilahi-Nya kepada anak-anak-Nya yang terkasih dalam kabut yang dipenuhi guruh dan petir saat Roh-Nya turun ke atas gunung Sinai dan menuliskan perintah di kedua loh batu itu. Buku-buku tafsir kuno Yahudi menyatakan bahwa Suara Ilahi di gunung Sinai saat itu lalu menyebar laksana guruh yang memenuhi bumi sehingga segenap bangsa bisa mendengarkan ucapan: "Akulah TUHAN, Allahmu..." (Keluaran 20:2-3). Tak heran jika gema dari Sinai itu lalu menjalar di balik catatan bersejarah di dalam Kitab Kisah Para Rasul tentang kejadian-kejadian di Gunung Sion "ketika tiba hari Pentekosta..." (Kis 2:1 dst). Lima puluh hari setelah persembahan Domba Paskah, para murid Yeshua, bersama-sama umat Israel dan orang Yahudi perantauan dari berbagai penjuru, berhimpun di Bait Allah untuk memperingati perayaan Shavu'ot. Hal yang sama terulang lagi, Yang Mahakuasa turun ke atas gunung dalam wujud api Roh Kudus-Nya. Kali ini, Dia menuliskan Hukum Taurat di atas batu hati orang-orang percaya - sesuai dengan janji di dalam kitab Yeremia mengenai 'Perjanjian yang baru'(Yer 31:33). Roh turun dalam rupa lidah-lidah api yang turun ke diri mereka, Suara Ilahi kembali digemakan ke segenap bangsa. Banyak orang yang mendengarkan kabar baik ini. Ketika sejumlah 3000 orang binasa di Sinai akibat pemberontakan mereka, maka di Sion sejumlah 3000 orang ditambahkan ke golongan orang percaya (Kel 32:28; Kisah 2:41). ORANG KRISTEN YANG MAU membangun cara berpikir Ibrani seperti halnya Mesias akan sangat terbantu saat mempelajari hukum Taurat di dalam terang Roh. Kita cenderung mengabaikan kebenaran pokok yang alkitabiah bahwa 'hukum Taurat itu rohani' (Roma 7:14); bahwa orang benar akan bergemar di dalam hakum Taurat (7:22); dan jika kita ada di dalam Roh maka kita akan bisa menggenapi tuntutannya (8:4), hal yang telah dijalankan oleh Yesus. Secara historis, polemik dari kalangan Kristen terhadap Yudaisme menekankan pada aspek negatif dari hukum Taurat yang menguraikan dan mengecam dosa serta menjatuhkan kutuk dan bukannya berkat (pengampunan) kepada mereka yang membangkang dan tidak taat. Berikut ini adalah beberapa prinsip pemikiran Ibrani yang bisa membantu anda membangun pandangan yang positif terhadap Torah (hukum Taurat):
Firman Allah adalah kebenaran (Maz 119:160; Yoh 17:17), dan Yesus mengingatkan kita bahwa Roh Kudus adalah Roh Kebenaran (Yoh 15:26). Adalah baik jika kita mempelajari hubungan antara Sinai dan Sion di masa-masa Pentekosta ini. |
Sulit dibaca? Ganti ukuran huruf di sini.
Artikel: - Andai aku dapat menghentikan satu hari merana - Di mana ada kasih, di situlah Allah ada - Ciri orang yang menghayati doa - Bagaimana menangani kekhawatiran? - Memahami Hukum Taurat dalam Terang Roh - Bagaimana Kebenaran Memerdekakan? - Kamu akan Mengetahui Kebenaran - Jangan Kuatir... Kristus Telah Bangkit! - Bagaimana Menjadi Seorang Pembangun Umat? - Waspadalah Terhadap Roh Pasif - Mengapa Kita Berdoa Sebelum Makan? - Apakah Hari Sabat Diciptakan untuk Manusia? - Bagaimana Mengendalikan Amarah Kita - Tujuh Cara untuk Melindungi Pernikahan Anda dari Kejatuhan Moral - Lima Resolusi Tahun Baru untuk Pemimpin Kristen - Mengapa Allah mengizinkan rasa sakit? - Pertobatan yang Sejati dan yang Palsu - 2 - Pertobatan yang Sejati dan yang Palsu - 1 - Bagaimana Menghindari Daya Tarik yang Fatal? - Apakah Anda Masih Tidur dan Beristirahat? - Bagaimana Memaafkan Orang yang telah Menyakiti Kita - Apakah Anda masih dikagumkan dengan Alkitab? - Kemunduran Agama, Salah Siapa? - Bagaimana Meminta Pemulihanan dari Allah? - Yesus Tidak Takut disalah-pahami - Bagaimana Menangani Keraguan? - Apakah Kita Terlalu Banyak Bicara? - Kita Perlu Memperlambat Pekerjaan Kita - Maut Harus Dialami Setiap Hari - Penderitaan itu Milik Siapa? - Melayani Orang yang Mengalami Krisis Pribadi - Mengapa orang-orang berteriak? - Ahhhh... akhirnya engkau mengerti - Kehidupan Lebih dari Apa yang Tampak - Suatu Kelahiran yang Tidak Diperhatikan - Mentalitas Seorang yang Besar - Pendidikan Tanpa Hikmat Tidak Ada Artinya - Anda Ada Bukan Karena Kebetulan - Perlakukan Orang Lain dengan Baik - Mengapa Orang Kristen Tidak Bertumbuh? - Mengasihi Teman Sekamar Saya, mungkinkah? - Kehidupan Rohani ibarat Maraton - 5 Alat Untuk Pertumbuhan Rohani - Apakah Anda Luput dari Kesalahan? - Apakah Semua yang Meminta akan Mendapatkan? - Apa Resolusi Tahun Baru Anda? - Apa yang Akan Kau Minta dari Tuhan? - "Ayo, kita gereja di Starbuck aje deh!" - Bagaimana Mengetahui Kehendak Tuhan? - Berdiam diri di dalam Tuhan - Sumber Kekuatan Sejati - Cara untuk Mengembangkan Sukacita - Calon Pendeta yang Pasti ditolak Gereja - Dengarkan Tuhan Bukan Diri Kita Sendiri - Dunia Kita yang Penuh Kata-kata - Hanya Ketidak-Sempurnaan yang Tidak Dapat Menolerir Ketidak-Sempurnaan - Hari Ini - Jangan Lupa Paspor dan Tiket Pesawat Anda - Jangan Menilai Buku dari Sampulnya - Kejujuran Tidak Pernah Merugikan - Kekurangan Orang Lain Harus Ditanggung Dalam Kasih - Kerendahan Hati, Benar dan Palsu - Kunci menaati Perintah Tuan Empunya Tuaian - Mukjizat Natal - Kisah-kisah Nyata - Menara Api di tengah Kegelapan Dunia - Mengalahkan Kejahatan dengan Kebaikan, Mungkinkah? - Mengasihi Seperti Diri Sendiri - Menggerakkan Orang Lewat Doa - Natal, Musim untuk Berbuat Baik? - Orang yang Melukai kita Harus Dikasihi dan Disambut sebagai Tangan Tuhan - Pendeta diabaikan di Gerejanya Sendiri - Peraturan Umum Dalam Penggunaan Waktu dan Hidup Kudus - Percakapan antara Orang Kudus dan Filsuf - Peringatan tentang Mendambakan Keberhasilan Spiritual - Salib, Sumber Kegembiraan Kita - Sejauh Manakah Anda Rela Melangkah untuk Tuhan? - Sekilas Hikmat dari Billy Graham - Sensitivitas kepada Teguran adalah Tanda Pasti bahwa kita Membutuhkannya - Setinggi-tingginya Tupai Melompat - Siapa Bilang Tidak Ada Sinterklas? |
|||||
|
Copyright 2003-2007. Semua materi di situs ini
adalah milik eksklusif Cahaya Pengharapan Ministries. |
|||||||