| Saran & Komentar | updated on 05 March 2010

Menerangi Jalan Anda Menuju Allah Sumber Pengharapan

Halaman Utama

  |  Tentang Kami

  |  Hubungi Kami

  |  Izin Pemakaian Materi 

  |  Dapatkan Buletin Gratis di sini! 

Sumber Damai

Khotbah/PA


Inspirasi

Artikel/Renungan

Kesaksian Hidup


Pelatihan

Discipleship Trainings


Lain-Lain...

Siaran Mandarin Fu Yin Dian Tai

Bible Study (P.A)

Buku-buku Terbitan

Buletin Gratis!

Lagu dan Film

Lima Resolusi Tahun Baru untuk Pemimpin Kristen

Rick Warren

Salah satu ucapan bahagia Yesus yang paling banyak disalah-pahami mungkin juga merupakan ucapan yang paling penting untuk kita kuasai di tahun 2010: "Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan mewarisi bumi" (Mat. 5.5).

Biarlah kita jujur. Hal ini kedengaran konyol. Anda akan berpikir bahwa untuk mewarisi bumi Anda harus terlebih dulu menginjak-injak orang lain. Tapi kita telah kehilangan arti sesungguhnya kelemah-lembutan. Lemah lembut tidak berarti bahwa kita lemah. Yesus dan Musa digambarkan sebagai lemah lembut, dan yang pasti mereka tidak lemah. Kelemah-lembutan sesungguhnya berarti kekuatan yang terkendali. Kata Yunaninya merujuk kepada kuda liar yang dijinakkan atau obat yang dapat mengatasi demam panas.

Kekuatan yang terkendali adalah ciri penting setiap Pemimpin Kristen. Seorang Pemimpin yang tidak dapat mengendalikan kekuatannya tidak dapat memimpin orang lain untuk berbuat demikian.

Berikut adalah lima langkah untuk mengendalikan kekuatan Anda di tahun 2010.

  1. Saat orang melayani Anda, berpengertianlah dan tidak menuntut
  2. Filipi 2:4-5 berkata, "Janganlah hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tapi kepentingan orang lain juga. Hendaklah kamu memiliki sikap yang sama dengan Yesus."

    Kita setiap waktu berinteraksi dengan orang yang melayani kita. Pelayan di restoran, sekretaris dan pegawai bank, contohnya. Salah satu tanda terbaik seorang Pemimpin Kristen adalah ia berhubungan dengan orang lain dengan hormat dan sopan. Apakah Anda orang yang berpengertian atau menuntut? Apakah Anda meminta untuk bertemu dengan manajer setiap kali pesanan Anda bermasalah? Atau apakah Anda meresponi dengan kebesaran hati?

    Pemimpin yang baik tidak diukur dengan bagaimana orang lain melayani dia, tapi dengan bagaimana ia melayani orang lain. Sangatlah mudah untuk meresponi orang yang melayani kita dengan tuntutan dan semangat yang kritis. Kita dipanggil untuk melakukan yang berlawanan. Pengampunan itu harus langsung. Rasa hormat pada orang lain itu harus menjadi kebiasaan kita.

  3. Saat dikecewakan orang lain, janganlah bersifat kasar dan  menghakimi
  4. Paulus memberitahu kita di Roma 14.1, "Terimalah orang yang lemah imannya, tapi janganlah berdebat dengannya tentang pendapat pribadinya." Sukacita itu datang saat Anda menerima orang apa adanya. Mereka tidak perlu mencapai standard tertentu untuk dikasihi.

    Apa yang menjadi respon Anda saat hidup Anda dikacaukan oleh orang lain? Apakah Anda langsung menghakimi dan mengkritik? Inilah hal yang menyedihkan. Banyak di antara kita yang secara diam-diam merasa senang saat orang jatuh di dalam masalah karena itu membuat kita kelihatan seperti raksasa rohani. Tapi kelemah-lembutan berarti Anda tidak bersifat kasar dan tidak menghakimi saat orang mengecewakan Anda.

    Hal yang paling membuat Yesus marah adalah orang agamawi yang sok benar yang selalu menghakimi orang lain.

  5. Saat orang berbeda pendapat dengan Anda, bersikap lunaklah tanpa menyerah
  6. Kita tidak dapat menyenangkan setiap orang. Saat kita menyenangkan kelompok A, kelompok B mungkin tidak senang. Satu saat Anda seorang pahlawan dan di detik yang berikutnya Anda bukan siapa-siapa. Kita harus bersikap lunak tanpa menyerah. Salah satu ujian kedewasaan rohani yang paling penting adalah bagaimana kita menangani orang yang berbeda pendapat, yang membantah dan yang menjengkelkan kita. Kita punya tiga pilihan.

    • Anda bisa mengalah dalam ketakutan.
    • Anda bisa menyerang dalam kemarahan.
    • Anda bisa meresponi dengan kasih.

    Kelemah lembutan tidak berarti Anda berkompromi tentang apa yang Anda yakini. Janganlah bersikap pasif dan membiarkan orang lain berbuat semaunya. Itu bukan kelemah lembutan, itu kelemahan. Anda tidak perlu bereaksi dengan marah. Jangan meledak saat orang tidak bersetuju dengan kita.

    Opsi yang ketiga itu merupakan yang terbaik. Alkitab berkata di 2 Timotius 2.24-25 bahwa kelemah-lembutan adalah syarat bagi kepemimpinan rohani: "Seorang hamba Tuhan tidak boleh bertengkar, mereka harus dengan lemah lembut mengajar mereka yang menentang kebenaran. Mungkin Allah akan mengubah hati mereka, dan mereka akan mempercayai kebenaran." Apakah Anda orang yang senang bertengkar? Kita harus dengan lemah lembut mengajar dan berharap yang Tuhan yang akan memberikan mereka perubahan hati.

  7. Saat dikoreksi, kita harus dapat dididik dan bukan menjauhi orang lain
  8. Kelemah-lembutan adalah sikap hati orang yang dapat dididik. Banyak di antara kita yang menghabiskan waktu mengajar orang lain sebenarnya bergumul untuk menjadi orang yang dapat diajar oleh orang lain. Ini suatu hal yang menyedihkan. Pemimpin Kristen adalah orang yang lemah lembut yang tidak sok tahu. Mereka tahu mereka tidak perlu mengetahui semuanya.

    Yakobus 1:19 berkata, "Setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah." Setiap orang, itu berarti termasuk kita juga.

    Saat Jemaat kita memberikan saran yang membangun, bagaimana Anda menanganinya? Apakah Anda merasa tersinggung dan bersifat defensif? Orang yang lemah lembut tidak memiliki semua jawabannya. Sebetulnya, mereka sangat berwaspada dengan orang yang selalu memiliki semua jawabannya.

    Pemimpin yang lemah lembut juga membuka diri untuk ide-ide yang baru. Mereka sanggup berubah saat mereka mempelajari sesuatu yang baru.

  9. Saat disakiti, jadilah orang yang berinisiatif untuk mengampuni, bukan membalas
  10. Anda pasti akan disakiti di dalam pelayanan. Ini bukan persoalan jika, tapi persoalan kapan. Bagaimana Anda meresponi saat disakiti akan sangat mempengaruhi pelayanan Anda. Roma 12.21 berkata, "Janganlah dikalahkan oleh kejahatan; tapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan." Kita harus meresponi rasa sakit dengan kasih, bukan pembalasan.

    Membalas berarti bereaksi. Tapi meresponi dengan memberikan pengampunan, sekalipun pihak yang lain tidak memintannya, adalah suatu inisiatif.

    Saat seorang berkata, "Kamu membuat aku marah!" Mereka sedang mengakui kepada pihak yang satu lagi bahwa orang itu mempunyai kuasa untuk menguasai emosi mereka. Itu adalah kelemahan - bukan kelemah-lembutan. Di momen Anda mulai mencari pembalasan, Anda sudah kehilangan kendali di atas hidup Anda. Yesus berkata bahwa orang yang lemah lembut adalah orang yang tahu bagaimana untuk melepaskan (let go).

    Apa yang dimaksudkan oleh Yesus saat Ia berjanji, "Berbahagialah orang yang dapat menguasai reaksi mereka, karena mereka akan mewarisi bumi"? Anda akan menguasai setiap situasi karena Anda tidak dikuasai olehnya. Jika Anda seorang yang lemah lembut, Anda bukan lagi seorang korban. Anda adalah orang yang mengendalikan pilihan-pilihan Anda.

    Victor Frankl, psikiater terkenal yang melewati Auchwitz berkata, "Mereka mengambil pakaian saya, istri saya, anak-anak saya dan cincin nikah saya. Saya berdiri telanjang di depan pengawal SS itu dan saya menyadari bahwa mereka bisa mengambil segala sesuatu di dalam kehidupan saya tapi mereka tidak dapat mengambil kehendak bebas saya untuk memilih bagaimana saya akan meresponi mereka!

    Itulah kemerdekaan yang sejati. Apa lagi yang Anda mau di tahun 2010?

(Diterjemahkan dan diedit seperlunya oleh CPM)

[Download]


Sulit dibaca? Ganti ukuran huruf di sini.

Standard
Besar
Terbesar

Artikel:

- Mengapa Kita Berdoa Sebelum Makan?

- Apakah Hari Sabat Diciptakan untuk Manusia?

- Orang-orang Kristen itu

- Bagaimana Mengendalikan Amarah Kita

- Tujuh Cara untuk Melindungi Pernikahan Anda dari Kejatuhan Moral

- Lima Resolusi Tahun Baru untuk Pemimpin Kristen

- Dalam memberi kita menerima

- Mengapa Allah mengizinkan rasa sakit?

- Pertobatan yang Sejati dan yang Palsu - 2

- Pertobatan yang Sejati dan yang Palsu - 1

- Bagaimana Menghindari Daya Tarik yang Fatal?

- Apakah Anda Masih Tidur dan Beristirahat?

- Bagaimana Memaafkan Orang yang telah Menyakiti Kita

- Cara Yesus Menyembuhkan

- Bagaimana Menangani Amarah?

- Apakah Anda masih dikagumkan dengan Alkitab?

- Kemunduran Agama, Salah Siapa?

- Bagaimana Meminta Pemulihanan dari Allah?

- Yesus Tidak Takut disalah-pahami

- Bagaimana Menangani Keraguan?

- Apakah Kita Terlalu Banyak Bicara?

- Kita Perlu Memperlambat Pekerjaan Kita

- Maut Harus Dialami Setiap Hari

- Penderitaan itu Milik Siapa?

- Melayani Orang yang Mengalami Krisis Pribadi

- Cara Tuhan Bekerja

- Logika yang Sederhana

- Mengapa orang-orang berteriak?

- Paskah: Pengadilan Yesus

- Ahhhh... akhirnya engkau mengerti

- Rencana Sempurna dari Iblis

- Bila aku adalah Iblis

- Ingat Bebek Itu

- Apakah Gubuk-mu Terbakar?

- Kehidupan Lebih dari Apa yang Tampak

- Potret Seorang Anak

- Yesus Seorang Pecundang

- Suatu Kelahiran yang Tidak Diperhatikan

- Mentalitas Seorang yang Besar

- Pendidikan Tanpa Hikmat Tidak Ada Artinya

- Menanti Hari Itu

- Yesus dan Agama Lain

- Anda Ada Bukan Karena Kebetulan

- Takut akan Tuhan

- Celana Basah

- Perlakukan Orang Lain dengan Baik

- Kualitas Seorang Pemimpin

- Mengapa Orang Kristen Tidak Bertumbuh?

- Mengasihi Teman Sekamar Saya, mungkinkah?

- Hikmat Secangkir Kopi Panas

- Kehidupan Rohani ibarat Maraton

- Push-Up dan Donut

- 5 Alat Untuk Pertumbuhan Rohani

- 5 Roti dan 2 Ikan

- Adakah Hari Esok Bagimu?

- Apa artinya Natal?

- Apakah Anda Luput dari Kesalahan?

- Apakah Semua yang Meminta akan Mendapatkan?

- Apa Resolusi Tahun Baru Anda?

- Apa yang Akan Kau Minta dari Tuhan?

- "Ayo, kita gereja di Starbuck aje deh!"

- Bagaimana Mengetahui Kehendak Tuhan?

- Berdiam diri di dalam Tuhan - Sumber Kekuatan Sejati

- Cara untuk Mengembangkan Sukacita

- Calon Pendeta yang Pasti ditolak Gereja

- Dampak Pengampunan

- Dengarkan Tuhan Bukan Diri Kita Sendiri

- Di Manakah Tuhan?

- Doa Seorang Nabi Kecil

- Dunia Kita yang Penuh Kata-kata

- Empat Istri

- Hanya Ketidak-Sempurnaan yang Tidak Dapat Menolerir Ketidak-Sempurnaan

- Hari Ini

- Jangan Lupa Paspor dan Tiket Pesawat Anda

- Jangan Menilai Buku dari Sampulnya

- Janganlah Kamu Menghakimi

- Kebaikan dan Kebesaran

- Keheningan

- Ketidak-percayaan Kita

- Kita Tidak Cukup Rendah

- Lepaskan Dulu

- Takut akan Maut

- Kapan Malam Berakhir?

- Kejujuran Tidak Pernah Merugikan

- Kekurangan Orang Lain Harus Ditanggung Dalam Kasih

- Kerendahan Hati, Benar dan Palsu

- Kunci menaati Perintah Tuan Empunya Tuaian

- Mukjizat Natal - Kisah-kisah Nyata

- Menara Api di tengah Kegelapan Dunia

- Mengalahkan Kejahatan dengan Kebaikan, Mungkinkah?

- Mengasihi Seperti Diri Sendiri

- Menggerakkan Orang Lewat Doa

- Natal, Musim untuk Berbuat Baik?

- Nilai sebuah Kehidupan

- Orang yang Melukai kita Harus Dikasihi dan Disambut sebagai Tangan Tuhan

- Pendeta diabaikan di Gerejanya Sendiri

- Pengaruh Kristus

- Pengkhotbah yang Populer

- Pentingnya Pergumulan

- Pentingnya Sikap

- Peraturan Umum Dalam Penggunaan Waktu dan Hidup Kudus

- Percakapan antara Orang Kudus dan Filsuf

- Peringatan tentang Mendambakan Keberhasilan Spiritual

- Persahabatan dengan 'Musuh'

- Praktik lawan Ucapan

- Rangkulan Seorang Bayi

- Resiko seorang Hamba Tuhan

- Salib dan Si Aku

- Salib, Sumber Kegembiraan Kita

- Satu Kisah Cinta

- Sejauh Manakah Anda Rela Melangkah untuk Tuhan?

- Sekilas Hikmat dari Billy Graham

- Sensitivitas kepada Teguran adalah Tanda Pasti bahwa kita Membutuhkannya

- Sesungguhnya Buta

- Setinggi-tingginya Tupai Melompat

- Siapa Bilang Tidak Ada Sinterklas?

- Tidak semua hal dapat dilihat dengan mata

- Tujuan Ciptaan Baru

- Warisan Pengampunan

- Yang Paling Diberkati

- Yang Sudah Berlalu

Copyright 2003-2007. Semua materi di situs ini adalah milik eksklusif Cahaya Pengharapan Ministries.
E-mail kami untuk mendapatkan izin untuk menggunakan materi di situs ini.
Best viewed with IE6.0 and 1024 by 768 resolution.