|
|
Kita Perlu Memperlambat Pekerjaan Kita
Rick Warren
Anda tidak perlu menjadi seorang nabi untuk
mengetahui bahwa teknologi telah membuat tiga hal menjadi nyata di dunia
ini. Teknologi telah membuat dunia menjadi lebih kecil, lebih kompleks,
dan lebih cepat. Anda hidup dengan gaya hidup yang lebih cepat dari
orang tua Anda. Anak-anak Anda akan hidup dengan gaya hidup yang lebih
cepat lagi daripada gaya hidup Anda.
McDonalds sekarang menawarkan pilihan jalur cepat sehingga Anda dapat
ditagih seacara otomatis dan menghemat 15 detik dari waktu Anda untuk
mendapatkan burger. Saya membaca beberapa hari yang lalu bahwa sekarang
sudah tidak banyak orang yang membeli jus yg sudah dibekukan. Kita sudah
tidak mau untuk menunggu jus itu leleh.
Seperti Anda dan saya tahu bahwa pendeta tidak kebal dengan tekanan
waktu yang seperti ini. Dengan pertemuan-pertemuan yang banyak,
persiapan khotbah yang semakin pendek. Jadwal pelayanan yang sudah penuh
dan kalender kami akan tetap penuh apabila kami tidak berhati-hati.
Kemudian kami pulang ke rumah dan pergi ke acara setelah jam sekolah
anak-anak kami, cepat-cepat makan malam, kemudian pergi ke rumah sakit,
pulang, naik ke atas ranjang, dan berharap tidak ada telpon pada malam
itu.
Kita dapat mengidentifikasikan dengan artikel di USA Today
yang mengatakan tentang kehidupan bagi kebanyakan orang, "Hari ini
kebanyakan orang sudah maju, stress, dengan jadwal yang kelewatan padat.
Pada kehidupan di dunia sekarang sudah tidak ada batas antara waktu dan
keluarga. Semua orang sudah bergerak cepat dan setiap saat sudah
dijadwalkan."
Alkitab berkata bahwa terburu-buru dan kekhawatiran dan kecepatan
telah memberikan efek negatif yang dramatis pada kehidupan dan pelayanan
kita. Apabila Anda serius untuk memperlambat kehidupan Anda kepada
kehidupan yang lebih normal, Anda perlu untuk membuat lima perubahan
gaya hidup yang melawan arus gaya hidup saat ini;
- Belajar untuk
Puas. Hal ini dimulai di dalam hati. Paulus berkata mengenai
kepuasan di Filipi 4:12: "Saya telah belajar mengenai rahasia dari
kepuasan dalam segala situasi." Bukanlah hal yang natural bagi kita
untuk merasa puas. Kita menginginkan kehidupan yang lain - yang
lebih baik. Tetapi kita tidak dapat memperlambat kehidupan kita
kecuali kita mulai merasa puas dengan apa yang kita miliki.
Kepuasan tidak berarti Anda menginginkan gereja Anda tidak bertumbuh.
Kepuasan tidak berarti Anda tidak lagi mencari visi Tuhan bagi gereja
Anda. Ini hanya berarti gereja yang lebih besar tidak akan menjadikan
Anda lebih bahagia. Hubungan Anda dengan Tuhan lah yang akan memberikan
Anda kebahagiaan yang sejati. Sampai Anda menemukan kesimpulan itu, Anda
tidak akan memperlambat kehidupan Anda.
- Mematuhi perintah Allah yang keempat. Kebanyakan kita akan
kaget apabila kita diberitahu bahwa kita secara konsisten telah
melanggar kesepuluh perintah Allah. Tetapi kebanyakan dari kita telah
melakukan itu. Ingatkah Anda dengan perintah yang ke empat?
Kita diperintahkan untuk mengambil satu
hari libur dalam seminggu. Apakah Anda melakukannya? Untuk kebanyakan
kita, hari itu bukanlah hari minggu. Kita berkotbah, bertemu dengan
orang, melihat apakah tim pujian sudah melakukan tugasnya dengan benar -
kita tidak memiliki hari istirahat. Tidak masalah hari apa itu, tetapi
kita memerlukan hari istirahat.
Ada beberapa kali ketika
saya berpikir saya sudah terlalu sibuk untuk punya waktu untuk
beristirahat. Itu bukan satu hal yang bijaksana. Tanpa beristirahat saya
semakin merasa terganggu dengan keluarga saya. Saya semakin capek. Dan
saya bahkan tidak dapat menyelesaikan banyak hal.
Saya hidup dengan gaya
hidup yang cepat. Tetapi setiap hari Senin saya berhenti dan
memperlambat kehidupan saya. Saya libur pada hari Senin. Saya mengenal
seorang pendeta yang memiliki seorang jemaat yang marah kepadanya karena
dia berusaha menelepon pendeta ini pada hari Senin tetapi tidak dapat
menghubunginya. Pendeta itu berkata, "Maaf, tetapi itu adalah hari
libur saya." Kemudian jemaat itu berkata, "Iblis tidak mengambil hari
libur." Dan Pendeta itu berkata, "Anda benar. Dan apabila saya tidak
mengambil hari libur, saya akan menjadi persis seperti iblis."
- Berhenti
dan berdoa sebelum memutuskan. Berhenti dan berdoa dengan keputusan
yang Anda buat secara teratur. Itu tidak berarti Anda harus menunggu
setahun sebelum memutuskan sesuatu. Saya bermaksud sekitar 10 sampai 15
detik saja. Saat Anda duduk di kursi pertemuan penatua atau sesi
konseling, tanya, "Tuhan, apa yang Anda inginkan bagi saya saat ini?"
Bagaimana ini dapat membantu Anda untuk
memperlambat hidup Anda? Anda berhenti sejenak untuk mendapatkan
pandangan. Pandangan itu yang dapat membantu Anda untuk membuat
keputusan. Kebanyakan kita hanya menginginkan keputusan yang cepat,
tetapi pandangan inilah yang dapat membantu kita untuk dapat mengambil
keputusan yang lebih baik.
- Belajar untuk berkata tidak. Anda tidak dapat terus
menerus menambahkan jadwal di skedul Anda tanpa membatalkan sesuatu.
Setiap Anda menambahkan aktivitas yang baru kepada skedul Anda, Anda
perlu untuk mencoret sesuatu. Ketika saya bertemu dengan mentor saya,
Peter Drucker, dia suka berkata, "Jangan katakan kepada saya hal yang
baru yang sedang Anda lakukan. Katakan kepada saya hal yang engkau sudah
tidak lakukan lagi." Tanda dari seorang pemimpin adalah mengetahui apa
yang tidak perlu dilakukan.
Kebanyakan dari kita sangat sulit berkata tidak pada
kesempatan. Maka bertanyalah kepada diri Anda sendiri dua pertanyaan
setiap Anda diberikan suatu kesempatan.
- Apakah hal itu layak? Dengan setiap kesempatan yang
diberikan kepada Anda, Anda perlu bertanya kepada diri Anda sendiri
apakah hal itu masih layak untuk Anda mengeluarkan energi, usaha,
reputasi dan akhirnya, waktu Anda. Waktu Anda adalah kehidupan Anda, Dan
Anda perlu memutuskan apakah kesempatan yang baru ini layak bagi
sebagian dari waktu di hidup Anda.
- Apa yang akan saya korbankan? Anda tidak dapat terus
menambah, menambah, dan menambah. Anda harus mengorbankan sesuatu untuk
dapat meraih suatu kesempatan. Apa yang akan Anda korbankan?
- Percaya akan waktu Tuhan. Ketidaksabaran adalah sebab utama
mengapa kita selalu terburu-buru. Ini adalah hal ketidak percayaan.
Ketika Anda tidak sabar Anda berkata, "Tuhan saya tidak begitu percaya
kepada Anda. Saya berpikir bahwa Anda tidak mengetahui keinginan saya.
Anda tidak tahu kapan saya membutuhkannya, dan saya mau cepat." Apakah
cepat selalu lebih baik? Tidak. Tidak selalu begitu.
Tuhan memiliki rencana
bagi kehidupan Anda. Anda mengetahui itu. Tetapi Dia juga memiliki
jadwal untuk kehidupan Anda - dan jadwal untuk gereja Anda. Tetapi
sayangnya, Tuhan tidak pernah menjelaskan jadwalnya, Dan itu dapat
membuat kita frustrasi! Di gereja Saddleback kami menunggu
bertahun-tahun untuk mendapatkan tanah kami dan bangunan gereja kami.
Saya tidak dapat mengerti waktu Tuhan. Tetapi Tuhan tahu benar apa yang
Dia lakukan. Kampus gereja kami ini sangat mudah dilihat dari jalan tol
di daerah kami. Jalan tol ini belum ada pada saat kami pertama melihat
tanah ini. Itu adalah waktu Tuhan.
Akan sangat menyakitkan
ketika Anda terburu-buru dan Tuhan tidak. Tetapi ini adalah bagian dari
proses untuk menjadi dewasa, bagian dari pertumbuhan kita. Kita harus
belajar untuk membedakan antara "tidak" dan "belum". Tuhan mengetahui
waktu yang tepat dan cara yang benar. Dia memiliki rencana dan jadwal.
Pelayanan bukanlah lomba lari cepat, tetapi adalah
maraton. Tuhan tidak ingin Anda terbakar. Apakah Anda berumur 30 atau
70, Dia tidak ingin Anda merasa capek sebelum Dia dapat menyelesaikan
tujuan-Nya melalui Anda. Belajar untuk memperlambat adalah pelayanan
terbesar yang Anda dapat pelajari tahun ini. |
[Download]
Sulit dibaca? Ganti ukuran huruf di sini.
Artikel:
- Doa Seorang Anak
- Andai aku dapat menghentikan satu hari merana
- Di mana ada kasih, di situlah Allah ada
- Anggaplah hari itu sia-sia
- Tidak Berarti di Mata Dunia
- Ciri orang yang menghayati doa
- Bagaimana menangani kekhawatiran?
- Rahasia Doa
- Memahami Hukum Taurat dalam Terang Roh
- Bagaimana Kebenaran Memerdekakan?
- Kamu akan Mengetahui Kebenaran
- Jangan Kuatir... Kristus Telah Bangkit!
- Bagaimana Menjadi Seorang Pembangun Umat?
- Waspadalah Terhadap Roh Pasif
- Mengapa Kita Berdoa Sebelum Makan?
- Apakah Hari Sabat Diciptakan untuk Manusia?
- Orang-orang Kristen itu
- Bagaimana Mengendalikan Amarah Kita
- Tujuh Cara untuk Melindungi Pernikahan Anda dari Kejatuhan Moral
- Lima Resolusi Tahun Baru untuk Pemimpin Kristen
- Dalam memberi kita menerima
- Mengapa Allah mengizinkan rasa sakit?
- Pertobatan yang Sejati dan yang Palsu - 2
- Pertobatan yang Sejati dan yang Palsu - 1
- Bagaimana Menghindari Daya Tarik yang Fatal?
- Apakah Anda Masih Tidur dan Beristirahat?
- Bagaimana Memaafkan Orang yang telah Menyakiti Kita
- Cara Yesus Menyembuhkan
- Bagaimana Menangani Amarah?
- Apakah Anda masih dikagumkan dengan Alkitab?
- Kemunduran Agama, Salah Siapa?
- Bagaimana Meminta Pemulihanan dari Allah?
- Yesus Tidak Takut disalah-pahami
- Bagaimana Menangani Keraguan?
- Apakah Kita Terlalu Banyak Bicara?
- Kita Perlu Memperlambat Pekerjaan Kita
- Maut Harus Dialami Setiap Hari
- Penderitaan itu Milik Siapa?
- Melayani Orang yang Mengalami Krisis Pribadi
- Cara Tuhan Bekerja
- Logika yang Sederhana
- Mengapa orang-orang berteriak?
- Paskah: Pengadilan Yesus
- Ahhhh... akhirnya engkau mengerti
- Rencana Sempurna dari Iblis
- Bila aku adalah Iblis
- Ingat Bebek Itu
- Apakah Gubuk-mu Terbakar?
- Kehidupan Lebih dari Apa yang Tampak
- Potret Seorang Anak
- Yesus Seorang Pecundang
- Suatu Kelahiran yang Tidak Diperhatikan
- Mentalitas Seorang yang Besar
- Pendidikan Tanpa Hikmat Tidak Ada Artinya
- Menanti Hari Itu
- Yesus dan Agama Lain
- Anda Ada Bukan Karena Kebetulan
- Takut akan Tuhan
- Celana Basah
- Perlakukan Orang Lain dengan Baik
- Kualitas Seorang Pemimpin
- Mengapa Orang Kristen Tidak Bertumbuh?
- Mengasihi Teman Sekamar Saya, mungkinkah?
- Hikmat Secangkir Kopi Panas
- Kehidupan Rohani ibarat Maraton
- Push-Up dan Donut
- 5 Alat Untuk Pertumbuhan Rohani
- 5 Roti dan 2 Ikan
- Adakah Hari Esok Bagimu?
- Apa artinya Natal?
- Apakah Anda Luput dari Kesalahan?
- Apakah Semua yang Meminta akan Mendapatkan?
- Apa Resolusi Tahun Baru Anda?
- Apa yang Akan Kau Minta dari Tuhan?
- "Ayo, kita gereja di Starbuck aje deh!"
- Bagaimana Mengetahui Kehendak Tuhan?
- Berdiam diri di dalam Tuhan - Sumber Kekuatan Sejati
- Cara untuk Mengembangkan Sukacita
- Calon Pendeta yang Pasti ditolak Gereja
- Dampak Pengampunan
- Dengarkan Tuhan Bukan Diri Kita Sendiri
- Di Manakah Tuhan?
- Doa Seorang Nabi Kecil
- Dunia Kita yang Penuh Kata-kata
- Empat Istri
- Hanya Ketidak-Sempurnaan yang Tidak Dapat Menolerir Ketidak-Sempurnaan
- Hari Ini
- Jangan Lupa Paspor dan Tiket Pesawat Anda
- Jangan Menilai Buku dari Sampulnya
- Janganlah Kamu Menghakimi
- Kebaikan dan Kebesaran
- Keheningan
- Ketidak-percayaan Kita
- Kita Tidak Cukup Rendah
- Lepaskan Dulu
- Takut akan Maut
- Kapan Malam Berakhir?
- Kejujuran Tidak Pernah Merugikan
- Kekurangan Orang Lain Harus Ditanggung Dalam Kasih
- Kerendahan Hati, Benar dan Palsu
- Kunci menaati Perintah Tuan Empunya Tuaian
- Mukjizat Natal - Kisah-kisah Nyata
- Menara Api di tengah Kegelapan Dunia
- Mengalahkan Kejahatan dengan Kebaikan, Mungkinkah?
- Mengasihi Seperti Diri Sendiri
- Menggerakkan Orang Lewat Doa
- Natal, Musim untuk Berbuat Baik?
- Nilai sebuah Kehidupan
- Orang yang Melukai kita Harus Dikasihi dan Disambut sebagai Tangan Tuhan
- Pendeta diabaikan di Gerejanya Sendiri
- Pengaruh Kristus
- Pengkhotbah yang Populer
- Pentingnya Pergumulan
- Pentingnya Sikap
- Peraturan Umum Dalam Penggunaan Waktu dan Hidup Kudus
- Percakapan antara Orang Kudus dan Filsuf
- Peringatan tentang Mendambakan Keberhasilan Spiritual
- Persahabatan dengan 'Musuh'
- Praktik lawan Ucapan
- Rangkulan Seorang Bayi
- Resiko seorang Hamba Tuhan
- Salib dan Si Aku
- Salib, Sumber Kegembiraan Kita
- Satu Kisah Cinta
- Sejauh Manakah Anda Rela Melangkah untuk Tuhan?
- Sekilas Hikmat dari Billy Graham
- Sensitivitas kepada Teguran adalah Tanda Pasti bahwa kita Membutuhkannya
- Sesungguhnya Buta
- Setinggi-tingginya Tupai Melompat
- Siapa Bilang Tidak Ada Sinterklas?
- Tidak semua hal dapat dilihat dengan mata
- Tujuan Ciptaan Baru
- Warisan Pengampunan
- Yang Paling Diberkati
- Yang Sudah Berlalu
|