|
| Saran & Komentar | updated on 16 April 2012 |
|||||||
|
CahayaPengharapanMinistries Menerangi Jalan Anda Menuju Allah Sumber Pengharapan |
|||||||
|
|
|||||||
|
Kita bukan konsumen. Kita adalah manusia Leo Baubata
Hidup bukan tentang mencari uang agar kita dapat membiayai kebiasaan belanja kita, atau membeli rumah besar dan kehidupan yang lebih mewah. Kita hidup bukan untuk mendukung perusahaan besar sebagai konsumen. Namun itulah yang sedang terjadi. Waktu kecil kita dihabiskan di sekolah yang mempersiapkan kita agar punya kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan nanti. Setelah itu kita didorong untuk melanjutkan ke perguruan tinggi (dan mulai menumpuk hutang kita) agar kita mempunyai kesempatan yang terbaik untuk memperoleh pekerjaan yang berpendapatan tinggi. Lalu kita saling mencakar untuk mendapatkan pekerjaan bagus yang sangat terbatas itu, dan yang berhasil akan mendapat imbalan rumah mewah, mobil besar dan pakaian yang bagus (dan dalam prosesnya meningkatkan lagi hutang kita dengan pihak bank). Yang kalah akan terjebak dalam pekerjaan-pekerjaan yang mereka benci sambil merasa iri dengan kehidupan orang lain yang mereka lihat di televisi atau baca di koran. Kita hidup sebagai konsumen. Saat kita stres, kita belanja. Saat kita perlu penghiburan kita membeli penghiburan. Saat kita ingin sehat, kita membeli pakaian olah raga, alat olahraga atau keanggotaan di klub fitness. Kita menyelesaikan segala persoalan sebagai konsumen. Apa alternatifnya? Sebetulnya terdapat jutaan alternatif. Tapi kita sudah begitu terpola bahwa hanya ada satu alternatif, kita tak terpikir bahwa akan ada pilihan yang lain. Seperti apa kehidupan tanpa iklan, mal, shopping, bekerja untuk perusahaan besar, memiliki alat komunikasi yang canggih, membeli setiap produk keluaran Apple, menonton film dan televisi yang dikembangkan oleh perusahaan besar dan ditujukan untuk orang banyak? Hidup kita akan lebih tenang, lebih banyak waktu luang. Tanpa perlu membeli terlalu banyak, kita tidak begitu sibuk bekerja dan mencari uang. Suatu konsep yang revolusioner dan yang tak terpikir oleh kita! Namun itulah kenyataannya: sudah menjadi pengetahuan umum bahwa perkembangan di dalam teknologi bukannya mengurangkan pekerjaan kita malah menambahnya. Tanpa perlu memiliki dan memperoleh lebih banyak, kita bisa terfokus pada manusia dan bukannya barang-barang. Kita akan menjadi lebih sehat, karena kita akan lebih banyak beraktivitas dan berolahraga, punya waktu untuk menyediakan makanan yang lebih sehat dan bukannya makan di luar atau mengkosumsi makanan instan yang yang tak bergizi dan penuh lemak. Kita akan punya lebih banyak waktu untuk keluarga, anak-anak dan juga memberikan perhatian pada apa yang penting di dalam hidup. Tentu saja semuanya ini sepertinya idealisasi, namun suatu alternatif yang bisa saja terjadi. Tapi kita harus terlebih dulu membongkar pola pikir konsumeris. Pertama, kita harus sadar apa yang telah mempengaruhi pola pikir kita. Saat kita menonton iklan di TV, di filem, di Internet, dorongan apa yang timbul? Mengapa kita membuka diri pada perusahaan-perusahaan besar yang terus mendorong kita untuk berbelanja, membeli dan mengikuti tren teknologi yang terbaru. Mengapakah perusahan besar terus meluncurkan produk baru? Karena mereka tahu bahwa para konsumer mudah "ditipu". Dapatkah kita menghindarinya? Kurangilah jam nonton TV. Hindarilah mal dan pusat perbelanjaan. Jangan menonton iklan. Kita tidak perlu tahu apa produk terbaru atau model terbaru di pasaran. Janganlah mudah terpancing dengan semangat konsumerisme. Janganlah ditipu oleh iklan-iklan yang menberitahu kita bahwa hidup kita akan menjadi lebih baik jika kita memliki produk yang lebih baru, lebih canggih dan lebih mahal. Hidup bukan tentang berapa banyak barang yang kita miliki. Hidup kita juga tidak akan menjadi lebih baik seiring dengan bertambahnya barang-barang yang kita miliki. Jangan terlalu mudah membeli sesuatu. Saat Anda mempunyai dorongan untuk membeli, pertimbangkan apakah memang benda itu merupakan suatu kebutuhan atau hanya sekadar keinginan kita. Belajarlah untuk puas dengan hidup apa adanya. Bebaskanlah diri kita dari dibelenggu oleh komsumerisme. Kita adalah manusia dan bukannya konsumer. Rasul Paulus berpesan pada kita bahwa kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan kita pun tidak dapat membawa apa-apa keluar. Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah. (1 Tim 6.7,8) (Artikel ini berdasarkan tulisan Leo Babauta di blog www.zenhabits.net) |
Sulit dibaca? Ganti ukuran huruf di sini.
Artikel: - Apakah berdoa itu suatu beban? - Bagaimana memuliakan Allah di tempat kerja? - Apakah Anda bekerja untuk Allah atau bersamaNya? - Saya suka Kristus Anda. Tapi saya tidak suka dengan orang Kristen Anda - Doa Santo Francis dari Asisi - Bagaimana Anda tidak dapat menjadi Anak Allah - Dipimpin oleh kehendak Allah - Allah bukanlah sebongkah kayu - Kita bukan konsumen. Kita adalah manusia - Allah menanggapi Anda dengan serius - Segenap hati, jiwa, pikiran dan kekuatan kita telah ditebus - Lukisan Last Supper oleh Leonardo Da Vinci - Pesan seorang ateis bagi kita - Semuanya langsung tunduk, kecuali manusia - Sebelum mereka memanggil, Aku sudah menjawabnya. - Billy Graham: Penyesalan dan Himbauannya - Apa yang harusnya menjadi tekad tahun baru orang Kristen? - Natal - Apakah yang menjadikannya penting? - Gereja Eksis bukan untuk Kepentingan Anggotanya - Perbedaan bukan berarti perpecahan - Apakah Anda datang ke gereja sebagai konsumen? - Apakah gereja benar-benar perlu bagi orang Kristen? - Apakah kita kerabatnya Tuhan? - Mengapa seringkali kita menjadi orang bodoh? - Hati yang terarah pada Surga - Bagaimana kita dapat melakukan kehendak Tuhan? - Tuhan, apakah yang harus kuperbuat? - Bagaimana mengenal pengajar dan nabi palsu? - Andai aku dapat menghentikan satu hari merana - Di mana ada kasih, di situlah Allah ada - Ciri orang yang menghayati doa - Bagaimana menangani kekhawatiran? - Memahami Hukum Taurat dalam Terang Roh - Bagaimana Kebenaran Memerdekakan? - Kamu akan Mengetahui Kebenaran - Jangan Kuatir... Kristus Telah Bangkit! - Bagaimana Menjadi Seorang Pembangun Umat? - Waspadalah Terhadap Roh Pasif - Mengapa Kita Berdoa Sebelum Makan? - Apakah Hari Sabat Diciptakan untuk Manusia? - Bagaimana Mengendalikan Amarah Kita - Tujuh Cara untuk Melindungi Pernikahan Anda dari Kejatuhan Moral - Lima Resolusi Tahun Baru untuk Pemimpin Kristen - Mengapa Allah mengizinkan rasa sakit? - Pertobatan yang Sejati dan yang Palsu - 2 - Pertobatan yang Sejati dan yang Palsu - 1 - Bagaimana Menghindari Daya Tarik yang Fatal? - Apakah Anda Masih Tidur dan Beristirahat? - Bagaimana Memaafkan Orang yang telah Menyakiti Kita - Apakah Anda masih dikagumkan dengan Alkitab? - Kemunduran Agama, Salah Siapa? - Bagaimana Meminta Pemulihanan dari Allah? - Yesus Tidak Takut disalah-pahami - Bagaimana Menangani Keraguan? - Apakah Kita Terlalu Banyak Bicara? - Kita Perlu Memperlambat Pekerjaan Kita - Maut Harus Dialami Setiap Hari - Penderitaan itu Milik Siapa? - Melayani Orang yang Mengalami Krisis Pribadi - Mengapa orang-orang berteriak? - Ahhhh... akhirnya engkau mengerti - Kehidupan Lebih dari Apa yang Tampak - Suatu Kelahiran yang Tidak Diperhatikan - Mentalitas Seorang yang Besar - Pendidikan Tanpa Hikmat Tidak Ada Artinya - Anda Ada Bukan Karena Kebetulan - Perlakukan Orang Lain dengan Baik - Mengapa Orang Kristen Tidak Bertumbuh? - Mengasihi Teman Sekamar Saya, mungkinkah? - Kehidupan Rohani ibarat Maraton - 5 Alat Untuk Pertumbuhan Rohani - Apakah Anda Luput dari Kesalahan? - Apakah Semua yang Meminta akan Mendapatkan? - Apa Resolusi Tahun Baru Anda? - Apa yang Akan Kau Minta dari Tuhan? - "Ayo, kita gereja di Starbuck aje deh!" - Bagaimana Mengetahui Kehendak Tuhan? - Berdiam diri di dalam Tuhan - Sumber Kekuatan Sejati - Cara untuk Mengembangkan Sukacita - Calon Pendeta yang Pasti ditolak Gereja - Dengarkan Tuhan Bukan Diri Kita Sendiri - Dunia Kita yang Penuh Kata-kata - Hanya Ketidak-Sempurnaan yang Tidak Dapat Menolerir Ketidak-Sempurnaan - Hari Ini - Jangan Lupa Paspor dan Tiket Pesawat Anda - Jangan Menilai Buku dari Sampulnya - Kejujuran Tidak Pernah Merugikan - Kekurangan Orang Lain Harus Ditanggung Dalam Kasih - Kerendahan Hati, Benar dan Palsu - Kunci menaati Perintah Tuan Empunya Tuaian - Mukjizat Natal - Kisah-kisah Nyata - Menara Api di tengah Kegelapan Dunia - Mengalahkan Kejahatan dengan Kebaikan, Mungkinkah? - Mengasihi Seperti Diri Sendiri - Menggerakkan Orang Lewat Doa - Natal, Musim untuk Berbuat Baik? - Orang yang Melukai kita Harus Dikasihi dan Disambut sebagai Tangan Tuhan - Pendeta diabaikan di Gerejanya Sendiri - Peraturan Umum Dalam Penggunaan Waktu dan Hidup Kudus - Percakapan antara Orang Kudus dan Filsuf - Peringatan tentang Mendambakan Keberhasilan Spiritual - Salib, Sumber Kegembiraan Kita - Sejauh Manakah Anda Rela Melangkah untuk Tuhan? - Sekilas Hikmat dari Billy Graham - Sensitivitas kepada Teguran adalah Tanda Pasti bahwa kita Membutuhkannya - Setinggi-tingginya Tupai Melompat - Siapa Bilang Tidak Ada Sinterklas? |
|||||
|
Copyright 2003-2012. Semua materi di situs ini
adalah milik eksklusif Cahaya Pengharapan Ministries. |
|||||||