| Saran & Komentar | updated on 16 August 2014

Menerangi Jalan Anda Menuju Allah Sumber Pengharapan

Halaman Utama

  |  Tentang Kami

  |  Hubungi Kami

  |  Izin Pemakaian Materi 

  |  Dapatkan Buletin Gratis di sini! 

Sumber Damai

Khotbah/PA


Inspirasi

Artikel/Renungan

Kesaksian Hidup


Pelatihan

Discipleship Trainings


Lain-Lain...

Buku-buku Terbitan

Lagu dan Film

Bible Study (P.A)

Siaran Mandarin

Buletin Gratis!

Follow Us


BACA ONLINE


BACA ONLINE


KATA PENGANTAR

Kerendahan Hati, Benar dan Palsu

oleh AW Tozer

Kerendahan hati secara mutlak diperlukan bagi seorang Kristen. Tanpanya tidak akan ada pengenalan akan diri, pertobatan, iman dan keselamatan.

Janji-janji Tuhan diberikan kepada yang rendah hati: orang yang sombong karena kesombongannya sudah mengorbankan setiap berkat yang dijanjikan kepada yang rendah hati, dan yang akan ia dapatkan dari tangan Tuhan hanyalah hukuman yang setimpal.

Bagaimanapun, janganlah kita lupa bahwa terdapat kerendahan hati yang palsu, yang sulit sekali dibedakan dari yang sesungguhnya tetapi yang seringkali ditemukan di kalangan orang Kristen, tanpa mereka sendiri menyadari bahwa kerendahan hati yang mereka miliki itu palsu.

Kerendahan hati yang sejati adalah suatu hal yang sehat. Yang rendah hati menerima kebenaran tentang dirinya sendiri. Ia percaya bahwa di dalam naturnya tidak ada hal yang baik. Ia menerima bahwa di luar Tuhan ia bukan apa-apa; ia tidak memiliki apa-apa, ia tidak mengetahui apa-apa dan tidak dapat berbuat apa-apa. Tetapi pengetahuan ini tidak membuatnya lemah semangat, karena ia juga tahu bahwa di dalam Kristus ia signifikan dan bernilai. Ia tahu bahwa ia berharga kepada Tuhan lebih dari biji mata-Nya sendiri dan ia juga tahu ia dapat melakukan segala sesuatu melalui Kristus yang memberinya kekuatan; yakni, ia dapat melakukan segala yang di dalam kehendak Tuhan baginya.

Kerendahan hati yang palsu sebenarnya hanyalah kesombongan dengan wajah yang berbeda. Hal ini sangatlah nyata terlihat di dalam doa seorang yang mengutuk dirinya sendiri di hadapan Tuhan sebagai lemah, berdosa dan bodoh tetapi akan bereaksi dengan marah jika hal yang sama dikatakan kepadanya oleh istrinya.

Orang demikian tidak semestinya munafik juga. Doa yang mengutuk diri sendiri itu bisa saja sepenuhnya tulus, dan di waktu yang bersamaan membenarkan dirinya sendiri, sekalipun kedua hal itu kelihatannya saling bertentangan. Kedua hal itu sama karena dilahirkan dari orang tua yang sama, bapanya adalah kasih pada diri sendiri dan ibunya adalah percaya pada diri sendiri.

Orang yang dipenuhi dengan kekaguman akan dirinya sudah tentu akan mengharapkan hal yang besar dari dirinya sendiri dan sangatlah pahit saat ia gagal. Orang Kristen yang memandang tinggi dirinya sendiri memiliki ideal moral yang sangat tinggi: ia akan menjadi orang yang paling kudus di gereja, jika bukan yang paling suci di generasinya. Ia akan berbicara mengenai kerusakan total, kasih karunia dan iman, namun pada waktu yang bersamaan ia secara tanpa sadar mempercayai dirinya, mengangkat dirinya dan hidup bagi dirinya sendiri.

Dikarenakan ia memiliki aspirasi yang begitu tinggi, setiap kegagalan dalam mencapai idealnya akan membuatnya begitu kecewa dan marah. Lalu serangan terhadap hati nurani akan muncul yang ia secara salah menafsirnya sebagai bukti kerendahan hati padahal itu hanyalah penolakan untuk mengampuni dirinya karena sudah gagal mencapai opininya yang tinggi terhadap dirinya sendiri. Hal yang sejajar ada kalanya ditemukan di dalam orang yang sombong, dalam bapa yang berambisi, yang berharap untuk  melihat anaknya menjadi orang yang ia harapkan dari dirinya sendiri tetapi gagal, dan saat anaknya gagal mencapai pengharapan yang ia tetapkan, ia tidak akan mengampuninya. Kesedihan bapanya bukannya karena ia mengasihi anaknya tetapi karena kasihnya pada dirinya sendiri.

Orang yang sesungguhnya rendah hati tidak akan mengharapkan kebaikan di dalam dirinya sendiri, dan saat ia tidak menemukannya ia tidak akan kecewa. Ia tahu bahwa apa pun perbuatan baik yang ia lakukan adalah hasil dari perbuatan Tuhan di dalam dia, dan jika itu adalah pekerjaannya sendiri ia tahu bahwa hal itu tidak baik, tidak kira betapa hal itu kelihatannya baik.

Saat keyakinan ini menjadi sebagian dari seseorang di mana hal ini beroperasi tanpa disadarinya seperti semacam refleks maka ia dilepaskan dari beban dimana ia berusaha untuk mencapai opini tentang dirinya sendiri. Ia dapat dengan santai mengandalkan Roh untuk menggenapi hukum  moral di dalam dirinya. Penekanan hidupnya beralih dari "si aku" kepada Kristus, yang seharusnya sudah terjadi sejak awal, dan dengan demikian ia dibebaskan untuk melayani di generasinya oleh kehendak Tuhan tanpa seribu satu macam hambatan seperti yang sebelumnya.

Sekiranya orang ini gagal ia akan mengaku salah dan bertobat, dan ia tidak akan meluangkan waktu untuk menghukum dirinya karena kegagalannya. Ia akan berkata seperti Bruder Lawrence: "Aku tidak akan dapat berbuat lebih baik jika Engkau membiarkan aku sendiri: Engkaulah yang harus mencegah kejatuhan aku dan memperbaiki apa yang kurang," dan setelah itu "tidak lagi merepotkan diri' dengan hal itu.

Di saat kita membaca tentang kehidupan dan tulisan orang-orang kudus, di saat itulah kerendahan hati yang palsu menjadi kentara. Kita membaca Augustinus dan kita tahu bahwa kita tidak memiiki inteleknya; kita membaca Bernard of Clairvaux dan merasakan kehangatan di dalam rohnya yang tidak ada di dalam kita; kita membaca jurnal George Whitefield dan dipaksa untuk mengakui bahwa dibandingkan dengan dia kita hanyalah orang yang baru mau memulai, orang yang masih hijau secara spiritual dan walaupun hidup kita kelihatan begitu sibuk, hanya sedikit yang telah dicapai oleh kita atau sama sekali belum mencapai apa-apa. Kita membaca surat-surat Samuel Rutherford dan merasakan bahwa kasihnya bagi Kristus begitu melebihi kasih kita.

Di saat itulah kerendahan hati yang palsu mulai bekerja dalam nama kerendahan hati yang sejati dan membawa kita ke dalam abu mengasihani diri sendiri dan mengutuk diri sendiri. Kasih akan diri kita beralih arah dan akan dengan galak mencela diri karena kurangnya kesalehan. Marilah kita berhati-hati di sini. Apa yang menurut kita adalah penyesalan bisa saja semacam iri hati dan tidak lebih dari itu. Mungkin saja kita iri terhadap manusia-manusia besar itu dan merasa putus asa karena tidak mungkin dapat menandingi mereka dan di waktu yang bersamaan kita merasa sok suci karena merasa sedih dan patah semangat.

Saya telah bertemu dengan dua macam orang Kristen: yang tinggi hati tetapi membayangkan bahwa mereka rendah hati dan yang rendah hati yang khawatir bahwa mereka tinggi hati. Harus ada satu lagi jenis: yang melupakan diri dan meninggalkan seluruh persoalan ini di dalam tangan Kristus dan menolak untuk membuang waktu coba untuk membuat diri mereka baik. Mereka akan tiba pada gol itu jauh lebih cepat dari yang lain.

[Download]


Sulit dibaca? Ganti ukuran huruf di sini.

Standard
Besar
Terbesar

Artikel:

- Pesan Allah dari Langit

- Kebenaran dan Kebebasan

- Sebab apa yang aku perbuat, aku tidak tahu!

- Penangkal Stres

- Mengucap syukur dalam segala hal, mengapa?

- Berita Duka

- Apa yang menjadi Tanda bagi Generasi ini?

- Kita Hidup di medan musuh

- Bahagia Meskipun Dianiaya

- Keindahan dari Keburukan

- Tiga kebenaran yang penting

- Aku Berjalan bersama Yesus

- One Solitary Life

- Rabi Yesus

- Arti tinggal di dalam Firman

- Menolak tuntunan Tuhan

- Hari pembalasan

- Kita masih bisa mendengarkan suara Tuhan

- Seperti apa kalimat wasiat terakhir Anda?

- Bagaimana kita tahu bahwa kita benar-benar “di dalam Kristus”?

- Prioritas yang Terbalik

- Kunci Pertumbuhan Jemaat yang Paling Diabaikan

- Pelayanan Pendamaian

- Sebuah Filsafat Kepemimpinan

- Kehidupan Doa Seorang Pemimpin

- Yang menang adalah yang tidak menyerah

- Apakah radio hati Anda berfungsi dengan baik?

- Lubang Jarum

- Ia Pergi dengan Sedih

- Apa gunanya memperoleh dunia dan kehilangan jiwa Anda?

- Jangan menyerah sebelum doa terjawab

- Permasalahan serius: Pertobatan palsu dalam Gereja

- Pentingnya Keremukan

- Respon kita pada Allah menentukan respon Allah pada kita

- Mengapa doa kita tidak terjawab?

- Mendengarkan Tuhan

- Selesailah tembok itu

- Apa motivasi kebaikan kita?

- Doa yang menyenangkan Allah

- Apakah berdoa itu suatu beban?

- Bagaimana memuliakan Allah di tempat kerja?

- Apakah Anda bekerja untuk Allah atau bersamaNya?

- Saya suka Kristus Anda. Tapi saya tidak suka dengan orang Kristen Anda

- Doa Santo Francis dari Asisi

- Bagaimana Anda tidak dapat menjadi Anak Allah

- Dipimpin oleh kehendak Allah

- Allah bukanlah sebongkah kayu

- Orang yang dipakai Allah

- Kita bukan konsumen. Kita adalah manusia

- Kesatuan membawa pemulihan

- Allah menanggapi Anda dengan serius

- Segenap hati, jiwa, pikiran dan kekuatan kita telah ditebus

- Lukisan Last Supper oleh Leonardo Da Vinci

- Pencarian akan Kebahagiaan

- Pesan seorang ateis bagi kita

- Kebangkitan Kristus

- Sedikit Air dan Roti

- Semuanya langsung tunduk, kecuali manusia

- Iman dan keraguan

- Sebelum mereka memanggil, Aku sudah menjawabnya.

- Billy Graham: Penyesalan dan Himbauannya

- Apa yang harusnya menjadi tekad tahun baru orang Kristen?

- Natal - Apakah yang menjadikannya penting?

- Saya percaya...

- Gereja Eksis bukan untuk Kepentingan Anggotanya

- Perbedaan bukan berarti perpecahan

- Apakah Anda datang ke gereja sebagai konsumen?

- Apakah gereja benar-benar perlu bagi orang Kristen?

- Apakah kita kerabatnya Tuhan?

- Rumah di sisi jalan

- Mengapa seringkali kita menjadi orang bodoh?

- Hati yang terarah pada Surga

- Bagaimana kita dapat melakukan kehendak Tuhan?

- Tuhan, apakah yang harus kuperbuat?

- Doa bukan "ban serep"

- Bagaimana mengenal pengajar dan nabi palsu?

- Dosa Kelalaian

- Doa Seorang Anak

- Andai aku dapat menghentikan satu hari merana

- Di mana ada kasih, di situlah Allah ada

- Anggaplah hari itu sia-sia

- Tidak Berarti di Mata Dunia

- Ciri orang yang menghayati doa

- Bagaimana menangani kekhawatiran?

- Rahasia Doa

- Memahami Hukum Taurat dalam Terang Roh

- Bagaimana Kebenaran Memerdekakan?

- Kamu akan Mengetahui Kebenaran

- Jangan Kuatir... Kristus Telah Bangkit!

- Bagaimana Menjadi Seorang Pembangun Umat?

- Waspadalah Terhadap Roh Pasif

- Mengapa Kita Berdoa Sebelum Makan?

- Apakah Hari Sabat Diciptakan untuk Manusia?

- Orang-orang Kristen itu

- Bagaimana Mengendalikan Amarah Kita

- Tujuh Cara untuk Melindungi Pernikahan Anda dari Kejatuhan Moral

- Lima Resolusi Tahun Baru untuk Pemimpin Kristen

- Dalam memberi kita menerima

- Mengapa Allah mengizinkan rasa sakit?

- Pertobatan yang Sejati dan yang Palsu - 2

- Pertobatan yang Sejati dan yang Palsu - 1

- Bagaimana Menghindari Daya Tarik yang Fatal?

- Apakah Anda Masih Tidur dan Beristirahat?

- Bagaimana Memaafkan Orang yang telah Menyakiti Kita

- Cara Yesus Menyembuhkan

- Bagaimana Menangani Amarah?

- Apakah Anda masih dikagumkan dengan Alkitab?

- Kemunduran Agama, Salah Siapa?

- Bagaimana Meminta Pemulihanan dari Allah?

- Yesus Tidak Takut disalah-pahami

- Bagaimana Menangani Keraguan?

- Apakah Kita Terlalu Banyak Bicara?

- Kita Perlu Memperlambat Pekerjaan Kita

- Maut Harus Dialami Setiap Hari

- Penderitaan itu Milik Siapa?

- Melayani Orang yang Mengalami Krisis Pribadi

- Cara Tuhan Bekerja

- Logika yang Sederhana

- Mengapa orang-orang berteriak?

- Paskah: Pengadilan Yesus

- Ahhhh... akhirnya engkau mengerti

- Rencana Sempurna dari Iblis

- Bila aku adalah Iblis

- Ingat Bebek Itu

- Apakah Gubuk-mu Terbakar?

- Kehidupan Lebih dari Apa yang Tampak

- Potret Seorang Anak

- Yesus Seorang Pecundang

- Suatu Kelahiran yang Tidak Diperhatikan

- Mentalitas Seorang yang Besar

- Pendidikan Tanpa Hikmat Tidak Ada Artinya

- Menanti Hari Itu

- Yesus dan Agama Lain

- Anda Ada Bukan Karena Kebetulan

- Takut akan Tuhan

- Celana Basah

- Perlakukan Orang Lain dengan Baik

- Kualitas Seorang Pemimpin

- Mengapa Orang Kristen Tidak Bertumbuh?

- Mengasihi Teman Sekamar Saya, mungkinkah?

- Hikmat Secangkir Kopi Panas

- Kehidupan Rohani ibarat Maraton

- Push-Up dan Donut

- 5 Alat Untuk Pertumbuhan Rohani

- 5 Roti dan 2 Ikan

- Adakah Hari Esok Bagimu?

- Apa artinya Natal?

- Apakah Anda Luput dari Kesalahan?

- Apakah Semua yang Meminta akan Mendapatkan?

- Apa Resolusi Tahun Baru Anda?

- Apa yang Akan Kau Minta dari Tuhan?

- "Ayo, kita gereja di Starbuck aje deh!"

- Bagaimana Mengetahui Kehendak Tuhan?

- Berdiam diri di dalam Tuhan - Sumber Kekuatan Sejati

- Cara untuk Mengembangkan Sukacita

- Calon Pendeta yang Pasti ditolak Gereja

- Dampak Pengampunan

- Dengarkan Tuhan Bukan Diri Kita Sendiri

- Di Manakah Tuhan?

- Doa Seorang Nabi Kecil

- Dunia Kita yang Penuh Kata-kata

- Empat Istri

- Hanya Ketidak-Sempurnaan yang Tidak Dapat Menolerir Ketidak-Sempurnaan

- Hari Ini

- Jangan Lupa Paspor dan Tiket Pesawat Anda

- Jangan Menilai Buku dari Sampulnya

- Janganlah Kamu Menghakimi

- Kebaikan dan Kebesaran

- Keheningan

- Ketidak-percayaan Kita

- Kita Tidak Cukup Rendah

- Lepaskan Dulu

- Takut akan Maut

- Kapan Malam Berakhir?

- Kejujuran Tidak Pernah Merugikan

- Kekurangan Orang Lain Harus Ditanggung Dalam Kasih

- Kerendahan Hati, Benar dan Palsu

- Kunci menaati Perintah Tuan Empunya Tuaian

- Mukjizat Natal - Kisah-kisah Nyata

- Menara Api di tengah Kegelapan Dunia

- Mengalahkan Kejahatan dengan Kebaikan, Mungkinkah?

- Mengasihi Seperti Diri Sendiri

- Menggerakkan Orang Lewat Doa

- Natal, Musim untuk Berbuat Baik?

- Nilai sebuah Kehidupan

- Orang yang Melukai kita Harus Dikasihi dan Disambut sebagai Tangan Tuhan

- Pendeta diabaikan di Gerejanya Sendiri

- Pengaruh Kristus

- Pengkhotbah yang Populer

- Pentingnya Pergumulan

- Pentingnya Sikap

- Peraturan Umum Dalam Penggunaan Waktu dan Hidup Kudus

- Percakapan antara Orang Kudus dan Filsuf

- Peringatan tentang Mendambakan Keberhasilan Spiritual

- Persahabatan dengan 'Musuh'

- Praktik lawan Ucapan

- Rangkulan Seorang Bayi

- Resiko seorang Hamba Tuhan

- Salib dan Si Aku

- Salib, Sumber Kegembiraan Kita

- Satu Kisah Cinta

- Sejauh Manakah Anda Rela Melangkah untuk Tuhan?

- Sekilas Hikmat dari Billy Graham

- Sensitivitas kepada Teguran adalah Tanda Pasti bahwa kita Membutuhkannya

- Sesungguhnya Buta

- Setinggi-tingginya Tupai Melompat

- Siapa Bilang Tidak Ada Sinterklas?

- Tidak semua hal dapat dilihat dengan mata

- Tujuan Ciptaan Baru

- Warisan Pengampunan

- Yang Paling Diberkati

- Yang Sudah Berlalu

Copyright 2002-2014. Semua materi di situs ini adalah milik eksklusif Cahaya Pengharapan Ministries.
E-mail kami untuk mendapatkan izin untuk menggunakan materi di situs ini.
Best viewed with IE6.0 and 1024 by 768 resolution.