| Saran & Komentar | updated on 24 December 2008

Menerangi Jalan Anda Menuju Allah Sumber Pengharapan

Halaman Utama

| Tempat Pertemuan

 | Tentang Kami

 | Hubungi Kami

 | Dapatkan Buletin Gratis di sini! 

Sumber Damai

Khotbah/PA


Inspirasi

Artikel/Renungan

Kesaksian Hidup


Pelatihan

Discipleship Trainings


Lain-Lain...

Siaran Mandarin Fu Yin Dian Tai

Bible Study (P.A)

Buku-buku Terbitan

Buletin Gratis!

Lagu dan Film

Kejujuran Tidak Pernah Merugikan

 

Seorang pengusaha Kristen sukses mau mencari seseorang yang dapat dipercayai untuk mengambil alih bisnisnya karena usianya yang semakin tua. Ia memutuskan untuk tidak menyerahkan perusahaannya kepada anak-anaknya maupun para direktur di perusahaan. Ia mau melakukan sesuatu yang berbeda.

Ia memanggil semua eksekutif muda di perusahaannya dan berkata, "Sudah tiba waktunya untuk saya mengundurkan diri dan memilih seorang pengganti dari antara kalian.". Para eksekutif muda itu terkejut tapi bos mereka melanjutkan. "Saya akan memberikan setiap dari Anda satu benih hari ini - benih yang sangat spesial. Saya mau Anda menanam benih ini, menyiramnya dan datang kembali kepada saya satu tahun dari hari ini dengan membawa tumbuhan yang bertumbuh dari benih yang akan saya berikan ini. Saya akan menilai tumbuhan yang Anda bawakan, dan dari itu saya akan memilih orang yang akan menggantikan saya."

Salah seorang dari bawahannya, Jim juga termasuk yang diberikan benih dan sama seperti yang lainnya, ia pulang dan dengan penuh semangat memberitahu istrinya seluruh kisah itu. Istrinya membantunya mencari pot, tanah dan pupuk dan Jim menanam benih itu. Setiap hari tanpa gagal, ia akan menyiramnya dan memerhatikan apakah benih itu sudah bertumbuh.

Setelah sekitar tiga minggu, teman-temannya yang lain mulai bercerita tentang benih-benih mereka yang sudah bertunas dan semakin membesar. Jim terus mengecek benihnya tetapi sama sekali tidak ada perubahan. Tiga minggu, empat minggu, lima minggu berlalu, tetapi masih saja tidak terjadi apa-apa. Setiap hari, teman-teman yang lain berbicara tentang perkembangan tanaman mereka, tetapi Jim tidak mempunyai sesuatu untuk dibicarakan. Ia merasa seperti seorang pecundang.

Enam bulan sudah berlalu dan masih tidak ada tanda-tanda kehidupan di pot. Jim tahu ia telah membunuh benih itu. Semua yang lain sudah mempunyai pohon dan tumbuh-tumbuhan yang besar, tetapi ia tidak mempunyai apa-apa. Jim tidak berkata apa-apa kepada teman-temannya. Tetapi ia tetap setia menyiram dan memberi pupuk kepada benih itu. Ia begitu menginginkan benih itu untuk bertumbuh.

Akhirnya satu tahun sudah berlalu dan semua eksekutif perusahaan itu membawa tanaman mereka untuk diperlihatkan kepada bos mereka. Jim memberitahu istrinya bahwa ia tidak akan membawa potnya yang sama sekali tidak ada tanda kehidupan. Tetapi istrinya memintanya untuk bersikap jujur tentang apa yang telah terjadi. Jim tahu hari itu akan menjadi detik-detik yang paling memalukan dalam hidupnya, namun di sisi lain ia juga tahu bahwa apa yang dikatakan istrinya itu benar. Ia membawa potnya yang kosong dan masuk ke ruang rapat. Saat ia masuk ke ruangan ia begitu ditakjubkan melihat pelbagai tanaman yang dibawa oleh teman-temannya yang lain. Semuanya kelihatan begitu indah - dalam semua bentuk dan ukuran. Melihat potnya beberapa dari koleganya ketawa, dan beberapa mengasihani dia!

Apabila bosnya tiba, ia memandang ke seluruh ruangan dan menyapa semua pegawainya. Jim berusaha untuk menyembunyikan dirinya di belakang koleganya .

"Wah, begitu hebat tanaman, pohon dan tumbuh-tumbuhan yang telah kalian tanam," kata sang bos. "Hari ini salah satu dari kalian akan dilantik menjadi ketua pimpinan perusahaan ini!"

Tiba-tiba sang bos melihat Jim di pojok ruangan bersama potnya yang kosong. Ia memerintahkan direktur keuangan untuk membawa Jim ke depan. Jim ketakutan. Ia membatin, "Bos pasti berpikir bahwa saya ini seorang pecundang! Mungkin ia akan memecat saya!"

Saat sudah berada di depan, sang bos bertanya apa yang telah terjadi dengan benihnya. Jim dengan jujur menceritanya apa yang terjadi.

Bos lalu meminta semua orang duduk kecuali Jim. Ia memandang pada Jim dan mengumumkan kepada semua orang, "Inilah Pemimpin Perusahaan kita yang baru!" Jim nyaris tidak percaya. Ia tidak berhasil membuat benih itu bertumbuh. Bagaimana mungkin ia dinobatkan menjadi pemimpin baru perusahaan itu!

Lalu sang bos berkata, "Satu tahun yang lalu, saya memberikan setiap dari Anda satu benih. Saya menyuruh  Anda menanam benih itu dan membawanya kembali kepada saya hari ini. Tetapi saya telah memberi Anda semua benih-benih yang telah saya masukkan ke dalam air mendidih; benih-benih itu mati - sama sekali tidak mungkin untuknya bertumbuh. Semua dari Anda kecuali Jim membawakan saya pohon-pohon, tanam-tanaman dan bunga-bunga. Di saat Anda melihat bahwa benih itu tidak bertumbuh, Anda telah menggantinya dengan benih yang lain. Hanya Jim yang merupakan satu-satunya orang yang memiliki keberanian dan kejujuran untuk membawakan satu pot berisi benih yang saya berikan. Dengan demikian, ia lah orang yang akan saya tunjuk menjadi pemimpin perusahaan ini!"


Jika Anda menanamkan kejujuran, Anda akan menuai kepercayaan.

Jika Anda menanam kebaikan, Anda akan menuai sahabat-sahabat.

Jika Anda menanam kerendahan hati, Anda akan menuai kebesaran.

Jika Anda menanam ketekunan, Anda akan menuai kepuasan.

Jika Anda menanam pertimbangan, Anda akan menuai perspektif.

Jika Anda menanam kerja keras, Anda akan menuai kesuksesan.

Jika Anda menanam pengampunan, Anda akan menuai perdamaian.

Jika Anda menanam iman di dalam Kristus, Anda akan menuai tuaian.

Jadi berhati-hatilah dengan apa  yang Anda tanam sekarang; hal itu akan menentukan apa yang akan Anda tuai kemudian nanti. Dua ribu tahun yang lalu, Paulus menulis kepada jemaat di Galatia kisah yang sama tetapi dengan kata-kata yang lebih singkat, "Apa yang kamu tanam, itulah yang akan kamu tuai." (Gal. 6.7)

(Originally translated by Cahaya Pengharapan Ministries, Source Uknown)

[Download]


Sulit dibaca? Ganti ukuran huruf di sini.

Standard
Besar
Terbesar

Artikel:

- Suatu Kelahiran yang Tidak Diperhatikan

- Mentalitas Seorang yang Besar

- Pendidikan Tanpa Hikmat Tidak Ada Artinya

- Menanti Hari Itu

- Yesus dan Agama Lain

- Anda Ada Bukan Karena Kebetulan

- Takut akan Tuhan

- Celana Basah

- Perlakukan Orang Lain dengan Baik

- Kualitas Seorang Pemimpin

- Mengapa Orang Kristen Tidak Bertumbuh?

- Mengasihi Teman Sekamar Saya, mungkinkah?

- Hikmat Secangkir Kopi Panas

- Kehidupan Rohani ibarat Maraton

- Push-Up dan Donut

- 5 Alat Untuk Pertumbuhan Rohani

- 5 Roti dan 2 Ikan

- Adakah Hari Esok Bagimu?

- Apa artinya Natal?

- Apakah Anda Luput dari Kesalahan?

- Apakah Semua yang Meminta akan Mendapatkan?

- Apa Resolusi Tahun Baru Anda?

- Apa yang Akan Kau Minta dari Tuhan?

- "Ayo, kita gereja di Starbuck aje deh!"

- Bagaimana Mengetahui Kehendak Tuhan?

- Berdiam diri di dalam Tuhan - Sumber Kekuatan Sejati

- Cara untuk Mengembangkan Sukacita

- Calon Pendeta yang Pasti ditolak Gereja

- Dampak Pengampunan

- Dengarkan Tuhan Bukan Diri Kita Sendiri

- Di Manakah Tuhan?

- Doa Seorang Nabi Kecil

- Dunia Kita yang Penuh Kata-kata

- Empat Istri

- Hanya Ketidak-Sempurnaan yang Tidak Dapat Menolerir Ketidak-Sempurnaan

- Hari Ini

- Jangan Lupa Paspor dan Tiket Pesawat Anda

- Jangan Menilai Buku dari Sampulnya

- Janganlah Kamu Menghakimi

- Kebaikan dan Kebesaran

- Keheningan

- Ketidak-percayaan Kita

- Kita Tidak Cukup Rendah

- Lepaskan Dulu

- Takut akan Maut

- Kapan Malam Berakhir?

- Kejujuran Tidak Pernah Merugikan

- Kekurangan Orang Lain Harus Ditanggung Dalam Kasih

- Kerendahan Hati, Benar dan Palsu

- Kunci menaati Perintah Tuan Empunya Tuaian

- Mukjizat Natal - Kisah-kisah Nyata

- Menara Api di tengah Kegelapan Dunia

- Mengalahkan Kejahatan dengan Kebaikan, Mungkinkah?

- Mengasihi Seperti Diri Sendiri

- Menggerakkan Orang Lewat Doa

- Natal, Musim untuk Berbuat Baik?

- Nilai sebuah Kehidupan

- Orang yang Melukai kita Harus Dikasihi dan Disambut sebagai Tangan Tuhan

- Pendeta diabaikan di Gerejanya Sendiri

- Pengaruh Kristus

- Pengkhotbah yang Populer

- Pentingnya Pergumulan

- Pentingnya Sikap

- Peraturan Umum Dalam Penggunaan Waktu dan Hidup Kudus

- Percakapan antara Orang Kudus dan Filsuf

- Peringatan tentang Mendambakan Keberhasilan Spiritual

- Persahabatan dengan 'Musuh'

- Praktik lawan Ucapan

- Rangkulan Seorang Bayi

- Resiko seorang Hamba Tuhan

- Salib dan Si Aku

- Salib, Sumber Kegembiraan Kita

- Satu Kisah Cinta

- Sejauh Manakah Anda Rela Melangkah untuk Tuhan?

- Sekilas Hikmat dari Billy Graham

- Sensitivitas kepada Teguran adalah Tanda Pasti bahwa kita Membutuhkannya

- Sesungguhnya Buta

- Setinggi-tingginya Tupai Melompat

- Siapa Bilang Tidak Ada Sinterklas?

- Tidak semua hal dapat dilihat dengan mata

- Tujuan Ciptaan Baru

- Warisan Pengampunan

- Yang Paling Diberkati

- Yang Sudah Berlalu

Copyright 2003-2007. Semua materi di situs ini adalah milik eksklusif Cahaya Pengharapan Ministries.
E-mail kami untuk mendapatkan izin untuk menggunakan materi di situs ini.
Best viewed with IE6.0 and 1024 by 768 resolution.