| Saran & Komentar | updated on 24 December 2008

Menerangi Jalan Anda Menuju Allah Sumber Pengharapan

Halaman Utama

| Tempat Pertemuan

 | Tentang Kami

 | Hubungi Kami

 | Dapatkan Buletin Gratis di sini! 

Sumber Damai

Khotbah/PA


Inspirasi

Artikel/Renungan

Kesaksian Hidup


Pelatihan

Discipleship Trainings


Lain-Lain...

Siaran Mandarin Fu Yin Dian Tai

Bible Study (P.A)

Buku-buku Terbitan

Buletin Gratis!

Lagu dan Film

Kehidupan Rohani ibarat Maraton

Philip Yancey

Selama dua puluh tahun saya sudah berlari, naik sepeda atau melakukan latihan aerobik lainnya paling sedikit tiga kali seminggu. Saya melakukan itu bukan karena ada yang memaksa saya, dan jelas bukan karena rasanya enak - jarang demikian - tetapi lebih karena itu memungkinkan saya menikmati hal-hal lain. Saya bisa mendaki gunung dan berski di pergunungan Rocky tanpa tersengal-sengal kehabisan nafas atau kram otot. Itu adalah upah disiplin fisik.

Dalam 1 Timotius 4.8 Rasul Paulus menarik paralel yang memang terlihat jelas: 'Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang.'

Saya sudah berlari dalam sejumlah pertandingan jarak menengah, tetapi hanya satu maraton. Setidaknya untuk amatir yang baru pertama kali ikut, maraton tampak berbeda dengan semua peristiwa atletik. Dibutuhkan waktu sangat lama bagi saya - tiga jam setengah, dibandingkan empat puluh menit untuk pertandingan 10 kilometer - di mana saya harus bergulat mempertahankan fokus mental. Dalam pertandingan-pertandingan yang lebih pendek, saya selalu mampu menyadari apa yang saya lakukan, berapa jauh jarak yang masih tersisa, sebaik apa saya dibandingkan waktu tempuh yang saya inginkan.

Dalam maraton, saya merasa seperti memakai penutup mata, tidak mampu berkonsentrasi pada pertandingan itu sebagai keseluruhan. Perhatian saya terpusat pada nyeri di ibu jari kaki kiri saya, penuhnya kandung kencing saya, atau otot betis kanan saya yang berdenyut-denyut. Berlari di tengah hujan dan udara dingin di Chicago, saya bisa merasakan blister terbentuk di kaki saya akibat gesekan dengan kaos kaki basah. Saya mengenakan jaket, kemudian melepaskannya. Saya mengalami suasana hati gembira dan putus asa tanpa alasan yang jelas. Terus berlari, kata saya dalam hati. Ini pasti ada akhirnya. Satu-satunya cara untuk sampai ke garis akhir adalah dengan terus berlari.

Seorang teman setuju untuk menemui saya di tanda sepuluh mil, dan ketika ia ternyata tidak ada, saya tenggelam dalam depresi yang berlangsung selama lima mil. Saya memaksa diri saya untuk memandang para pelari di sekeliling saya, mengamati lingkungan Chicago, mendengarkan band yang ditempatkan di sepanjang rute, dan ketika saya melakukan itu, sekali lagi saya kehilangan jejak akan pertandingan dan tempat saya di dalamnya. Saat saya melewati tanda tujuh belas mil, terdengar gemuruh sorak orang banyak yang baru mendengar di radio bahwa pelari pertama sudah melintasi garis finis. Saya masih harus berlari sembilan mil.

Pada tanda dua puluh mil, saya menabrak Tembok Legendaris itu dan tergoda untuk memperlambat menjadi berjalan. Kemudian teman saya akhirnya muncul, dan untuk pertama kalinya ada seseorang yang bisa saya ajak bicara. Chicago menutup begitu banyak jalan sampai ia tidak bisa tiba di tanda sepuluh mil, katanya menjelaskan sambil berlari di sebelah saya. Dalam tindakan persahabatan yang tidak terlupakan, Dave, yang merasakan kelemahan saya, menemani saya berlari dengan pakaian sehari-hari sepanjang enam mil yang masih tersisa, untuk memberi saya dorongan.

Di lima tempat, Perjanjian Baru menyerupakan kehidupan Kristen dengan perlombaan, dan saya hampir berani memastikan, jika saja Paulus menulis ini, ia akan menyebutkan secara spesifik perlombaan itu sebagai maraton. Dua puluh enam mil yang saya tempuh dengan berlari mencakup semua emosi manusia.

Perasaan-perasaan singkat, puncak gairah atau keputus-asaan, semua memudar dengan cepat. Apa yang membuat saya terus bertahan adalah kesabaran, kegigihan, dan akhirnya dorongan teman saya. Belakangan, ketika saya memandang kembali perlombaan itu, suasana hati saya yang naik turun sesuai dengan perkiraan pola yang digambarkan majalah olahraga sebagai sesuatu yang normal. Namun di tengah pertandingan itu, saya tidak memiliki perspektif, hanya keputusan langkah demi langkah untuk terus berlari sampai akhir.

"Jika kau tidak bisa terbang, berlarilah. Jika kau tidak bisa berlari, berjalanlah. Jika kau tidak bisa berjalan, merangkaklah, tetapi bagaimanapun tetaplah maju," kata Martin Luther King Jr dulu kepada para pejuang hak-hak sipil.

Nasihatnya juga sama sesuainya bagi pelari maraton dan orang Kristen. Kehidupan dengan Tuhan bergerak seperti setiap hubungan: tertatih-tatih, dengan kesalahan-pahaman dan periode-periode panjang kebisuan, dengan kemenangan dan kegagalan, ujian dan keberhasilan. Untuk mencapai kesempurnaan yang menarik kita pada pencarian itu, kita harus menunggu sampai perlombaan berakhir, sampai kematian, dan penantian itu sendiri merupakan tindakan iman dan membutuhkan keberanian yang luar biasa.

(Dikutip dari Mencari Tuhan yang Tidak Terlihat oleh Philip Yancey, terbitan Gospel Press)

[Download]


Sulit dibaca? Ganti ukuran huruf di sini.

Standard
Besar
Terbesar

Artikel:

- Suatu Kelahiran yang Tidak Diperhatikan

- Mentalitas Seorang yang Besar

- Pendidikan Tanpa Hikmat Tidak Ada Artinya

- Menanti Hari Itu

- Yesus dan Agama Lain

- Anda Ada Bukan Karena Kebetulan

- Takut akan Tuhan

- Celana Basah

- Perlakukan Orang Lain dengan Baik

- Kualitas Seorang Pemimpin

- Mengapa Orang Kristen Tidak Bertumbuh?

- Mengasihi Teman Sekamar Saya, mungkinkah?

- Hikmat Secangkir Kopi Panas

- Kehidupan Rohani ibarat Maraton

- Push-Up dan Donut

- 5 Alat Untuk Pertumbuhan Rohani

- 5 Roti dan 2 Ikan

- Adakah Hari Esok Bagimu?

- Apa artinya Natal?

- Apakah Anda Luput dari Kesalahan?

- Apakah Semua yang Meminta akan Mendapatkan?

- Apa Resolusi Tahun Baru Anda?

- Apa yang Akan Kau Minta dari Tuhan?

- "Ayo, kita gereja di Starbuck aje deh!"

- Bagaimana Mengetahui Kehendak Tuhan?

- Berdiam diri di dalam Tuhan - Sumber Kekuatan Sejati

- Cara untuk Mengembangkan Sukacita

- Calon Pendeta yang Pasti ditolak Gereja

- Dampak Pengampunan

- Dengarkan Tuhan Bukan Diri Kita Sendiri

- Di Manakah Tuhan?

- Doa Seorang Nabi Kecil

- Dunia Kita yang Penuh Kata-kata

- Empat Istri

- Hanya Ketidak-Sempurnaan yang Tidak Dapat Menolerir Ketidak-Sempurnaan

- Hari Ini

- Jangan Lupa Paspor dan Tiket Pesawat Anda

- Jangan Menilai Buku dari Sampulnya

- Janganlah Kamu Menghakimi

- Kebaikan dan Kebesaran

- Keheningan

- Ketidak-percayaan Kita

- Kita Tidak Cukup Rendah

- Lepaskan Dulu

- Takut akan Maut

- Kapan Malam Berakhir?

- Kejujuran Tidak Pernah Merugikan

- Kekurangan Orang Lain Harus Ditanggung Dalam Kasih

- Kerendahan Hati, Benar dan Palsu

- Kunci menaati Perintah Tuan Empunya Tuaian

- Mukjizat Natal - Kisah-kisah Nyata

- Menara Api di tengah Kegelapan Dunia

- Mengalahkan Kejahatan dengan Kebaikan, Mungkinkah?

- Mengasihi Seperti Diri Sendiri

- Menggerakkan Orang Lewat Doa

- Natal, Musim untuk Berbuat Baik?

- Nilai sebuah Kehidupan

- Orang yang Melukai kita Harus Dikasihi dan Disambut sebagai Tangan Tuhan

- Pendeta diabaikan di Gerejanya Sendiri

- Pengaruh Kristus

- Pengkhotbah yang Populer

- Pentingnya Pergumulan

- Pentingnya Sikap

- Peraturan Umum Dalam Penggunaan Waktu dan Hidup Kudus

- Percakapan antara Orang Kudus dan Filsuf

- Peringatan tentang Mendambakan Keberhasilan Spiritual

- Persahabatan dengan 'Musuh'

- Praktik lawan Ucapan

- Rangkulan Seorang Bayi

- Resiko seorang Hamba Tuhan

- Salib dan Si Aku

- Salib, Sumber Kegembiraan Kita

- Satu Kisah Cinta

- Sejauh Manakah Anda Rela Melangkah untuk Tuhan?

- Sekilas Hikmat dari Billy Graham

- Sensitivitas kepada Teguran adalah Tanda Pasti bahwa kita Membutuhkannya

- Sesungguhnya Buta

- Setinggi-tingginya Tupai Melompat

- Siapa Bilang Tidak Ada Sinterklas?

- Tidak semua hal dapat dilihat dengan mata

- Tujuan Ciptaan Baru

- Warisan Pengampunan

- Yang Paling Diberkati

- Yang Sudah Berlalu

Copyright 2003-2007. Semua materi di situs ini adalah milik eksklusif Cahaya Pengharapan Ministries.
E-mail kami untuk mendapatkan izin untuk menggunakan materi di situs ini.
Best viewed with IE6.0 and 1024 by 768 resolution.