|
| Saran & Komentar | updated on 07 January 2009 |
||||||
|
CahayaPengharapanMinistries Menerangi Jalan Anda Menuju Allah Sumber Pengharapan |
||||||
|
|
||||||
|
Kebaikan dan Kebesaran dikutip dari tulisan A.W. Tozer Saat kabut berlalu dan segala sesuatu menjadi terang, saya pikir akan tersingkap bahwa kebaikan dan kebesaran adalah sinonim. Saya tidak melihat bagaimana hal ini bisa tidak demikian di dalam dunia yang bermoral. Di waktu yang bersamaan, kedua kualitas itu tidaklah sama tetapi dapat dipisahkan, dan memang seringkali juga saling berlawanan. Dengan penilaian yang berdasarkan standar manusia, umat manusia dapat dibagikan kepada empat golongan yang berbeda: Mereka yang besar tetapi tidak baik; yang baik tetapi tidak besar; yang kedua-duanya, yaitu yang besar dan baik, dan juga mereka yang tidak baik dan tidak juga besar. Di dalam Alkitab hal ini dapat dilihat dengan jelas sekali. Di antara mereka yang besar dan baik adalah Abraham orang Ibrani itu. Kebaikan yang dimaksudkan di sini adalah kesempurnaan moral di dalam kerangka yang dipahami oleh individu tersebut. Abraham tidak sempurna menurut standar Kristiani, tetapi meskipun demikian karakter moralnya unggul dibandingkan dengan orang yang sejaman dengannya, bagaikan puncak gunung yang tinggi mélangit dibandingkan dengan bukit-bukit yang rendah dibawahnya. Kebesarannya tidaklah perlu kita uraikan di sini. Ia sosok yang besar di dalam bidang yang paling penting, dalam hal kepercayaan. Sebagai bapa kepada yang setia dan pendiri bangsa Israel, posisinya sudah lama diteguhkan. Dalam sejarah sekuler tidaklah sulit untuk mengidentifikasi mereka yang besar tetapi tidak baik. Tiga sosok dari sejarah dengan langsung muncul di benak kita - Napoleon, Hitler dan Stalin. Walaupun dengan berat hati tetapi jika kita jujur, kita harus mengakui bahwa mereka adalah pribadi yang besar. Seorang yang dapat mewujudkan satu kekaisaran, dengan radikal mengubah arah sejarah dunia atau ras dan dengan keras mengontrol sepertiga dari ras manusia harus disebut sebagai orang yang besar, bahkan seorang yang luar biasa, tanpa memerhatikan karakter pribadi yang dimilikinya. Dan ketiga-tiga sosok ini melakukan semua itu. Mereka besar tetapi tidak baik. Dan terdapat juga orang yang baik tetapi tidak besar, dan kita dapat bersyukur kepada Tuhan bahwa terdapat begitu banyak orang yang demikian, kita bersyukur bukan karena mereka gagal mencapai kebesaran tetapi bahwa oleh anugerah Tuhan mereka berhasil memperoleh kebaikan yang sederhana. Orang-orang ini dapat dilihat bergerak secara diam-diam di halaman-halaman Alkitab. Orang yang demikian termasuk Ishak, putra kepada bapa yang besar dan bapa kepada anak yang besar, tetapi dirinya sendiri tidak pernah melampaui mediokritas. Begitu juga dengan Boas, leluhur Raja Daud, Yusuf suami Maria, dan Barnabas, anak penghiburan. Setiap pendeta mengenal orang jenis ini - orang yang sederhana yang tidak ada hal lain yang dapat kita sanjung tentang mereka melainkan ibadah yang tulus dan mendalam kepada Tuhan dan buah dari Roh yang diperlihatkan oleh mereka secara tanpa sadar. Tanpa orang-orang ini, gereja-gereja di kota maupun desa tidak akan dapat berjalan. Merekalah yang pertama maju ke depan saat ada pekerjaan yang harus dilaksanakan dan yang terakhir pulang saat ada doa yang perlu dipanjatkan. Mereka tidak dikenal di luar lingkungan mereka karena tidak ada hal yang dramatis dalam kesetiaan atau tidak ada yang sensasional tentang kebaikan, tetapi kehadiran mereka membawa berkat ke mana saja mereka pergi. Mereka tidak memiliki kebesaran yang memancing puji-pujian dari manusia duniawi tetapi mereka puas dengan menjadi manusia yang baik dan penuh dengan Roh Kudus, menanti dengan iman Hari itu di mana nilai mereka yang sesungguhnya akan diketahui. Saat mereka meninggalkan bumi ini mereka akan meninggalkan di belakang mereka keharuman Kristus yang akan terus hidup lama setelah selebriti murahan jaman ini telah lama dilupakan. Golongan keempat terdiri dari orang-orang yang tidak besar maupun baik. Mayoritas manusia masuk di dalam kategori ini. Contoh dari Alkitab orang seperti ini adalah Ahab, raja Israel. Benar, secara eksternal ia kelihatannya besar; ia adalah seorang raja. Tetapi karakternya jauh dari yang seharusnya. Di bawah jubahnya yang mewah berdetak jantung seorang pengecut. Pria yang merengek dan merajuk ini menjadi alat di tangan istrinya yang kuat tetapi kejam yang merusak dan menghancurkan rakyatnya. Tidak ditemukan satupun sifat baik di dalam dirinya. Ahab tidak baik maupun besar. Di ekstrem yang lain adalah jutaan orang yang biasa-biasa yang tidak besar maupun baik. Kebanyakan manusia tidaklah besar, tetapi ini tidak berarti mereka baik. Kenyataannya adalah banyak yang egois, mementingkan diri sendiri, penuh nafsu, dogmatis, sombong dan pengecut. Sekiranya ini kedengaran satu penghakiman yang keras ke atas sesama umat manusia, ketahuilah bahwa ini bukan opini saya semata-mata tetapi apa yang dituliskan sang rasul. Bacalah tulisan Paulus di Roma 3:9-19 dan Efesus 2:1-3. Akhirnya, yang dapat dikatakan adalah bahwa tidak semua orang dapat menjadi besar, tetapi semua orang dipanggil untuk menjadi baik oleh darah Domba dan kuasa Roh Kudus. |
Sulit dibaca? Ganti ukuran huruf di sini.
Artikel: - Suatu Kelahiran yang Tidak Diperhatikan - Mentalitas Seorang yang Besar - Pendidikan Tanpa Hikmat Tidak Ada Artinya - Anda Ada Bukan Karena Kebetulan - Perlakukan Orang Lain dengan Baik - Mengapa Orang Kristen Tidak Bertumbuh? - Mengasihi Teman Sekamar Saya, mungkinkah? - Kehidupan Rohani ibarat Maraton - 5 Alat Untuk Pertumbuhan Rohani - Apakah Anda Luput dari Kesalahan? - Apakah Semua yang Meminta akan Mendapatkan? - Apa Resolusi Tahun Baru Anda? - Apa yang Akan Kau Minta dari Tuhan? - "Ayo, kita gereja di Starbuck aje deh!" - Bagaimana Mengetahui Kehendak Tuhan? - Berdiam diri di dalam Tuhan - Sumber Kekuatan Sejati - Cara untuk Mengembangkan Sukacita - Calon Pendeta yang Pasti ditolak Gereja - Dengarkan Tuhan Bukan Diri Kita Sendiri - Dunia Kita yang Penuh Kata-kata - Hanya Ketidak-Sempurnaan yang Tidak Dapat Menolerir Ketidak-Sempurnaan - Hari Ini - Jangan Lupa Paspor dan Tiket Pesawat Anda - Jangan Menilai Buku dari Sampulnya - Kejujuran Tidak Pernah Merugikan - Kekurangan Orang Lain Harus Ditanggung Dalam Kasih - Kerendahan Hati, Benar dan Palsu - Kunci menaati Perintah Tuan Empunya Tuaian - Mukjizat Natal - Kisah-kisah Nyata - Menara Api di tengah Kegelapan Dunia - Mengalahkan Kejahatan dengan Kebaikan, Mungkinkah? - Mengasihi Seperti Diri Sendiri - Menggerakkan Orang Lewat Doa - Natal, Musim untuk Berbuat Baik? - Orang yang Melukai kita Harus Dikasihi dan Disambut sebagai Tangan Tuhan - Pendeta diabaikan di Gerejanya Sendiri - Peraturan Umum Dalam Penggunaan Waktu dan Hidup Kudus - Percakapan antara Orang Kudus dan Filsuf - Peringatan tentang Mendambakan Keberhasilan Spiritual - Salib, Sumber Kegembiraan Kita - Sejauh Manakah Anda Rela Melangkah untuk Tuhan? - Sekilas Hikmat dari Billy Graham - Sensitivitas kepada Teguran adalah Tanda Pasti bahwa kita Membutuhkannya - Setinggi-tingginya Tupai Melompat - Siapa Bilang Tidak Ada Sinterklas? |
||||
|
Copyright 2003-2007. Semua materi di situs ini
adalah milik eksklusif Cahaya Pengharapan Ministries. |
||||||