| Saran & Komentar | updated on 24 December 2008

Menerangi Jalan Anda Menuju Allah Sumber Pengharapan

Halaman Utama

| Tempat Pertemuan

 | Tentang Kami

 | Hubungi Kami

 | Dapatkan Buletin Gratis di sini! 

Sumber Damai

Khotbah/PA


Inspirasi

Artikel/Renungan

Kesaksian Hidup


Pelatihan

Discipleship Trainings


Lain-Lain...

Siaran Mandarin Fu Yin Dian Tai

Bible Study (P.A)

Buku-buku Terbitan

Buletin Gratis!

Lagu dan Film

Jangan Kamu Menghakimi, Supaya Kamu Tidak Dihakimi (Matius 7:11)

oleh Oswald Chambers

Perintah Yesus dalam hal menghakimi sangatlah sederhana, Ia berkata, "Jangan menghakimi". Orang Kristen rata-rata merupakan orang-orang yang paling kritis. Mengkritik merupakan kegiatan yang lazim dilakukan oleh kebanyakan manusia namun di alam rohani, kritikan tidak akan mencapai apa-apa. Efek dari kritikan adalah terbagikan kekuatan orang yang dikritik itu. Roh Kudus merupakan satu-satunya pribadi yang berada di posisi untuk mengkritik dan hanya Ia saja yang dapat menunjukkan apa yang salah tanpa menyakiti dan melukai.

Akan sangat mustahil untuk bersekutu dengan Allah di saat Anda berada di dalam suasana hati yang mengkritik. Kecaman akan membuat Anda menjadi keras, dendam dan kejam; dan di saat yang bersamaan pula Anda akan mendapatkan kesan bahwa diri Anda lebih baik dari orang lain. Yesus berkata bahwa sebagai murid-Nya, Anda tidak boleh memupuk watak pengkritik dalam diri Anda. Hal ini tidak akan langsung terjadi tetapi merupakan hal yang harus terus-menerus dikerjakan. Anda harus sentiasa peka terhadap hal apa saja yang membuat Anda berpikir bahwa Anda lebih baik dari orang lain.

Saya tidak dapat luput dari penyelidikan Yesus yang menusuk. Jika saya melihat debu di mata orang lain, itu berarti terdapat balok di mata saya sendiri. Setiap hal yang salah yang saya lihat di diri orang lain, Tuhan menemukannya di dalam diri saya. Setiap kali saya menghakimi, saya sedang mengutuk diri saya sendiri (lihat Roma 2:17-24).

Berhentilah memakai kayu pengukur ke atas orang lain. Selalu akan ada satu lagi fakta yang tidak kita ketahui di dalam situasi orang itu. Hal pertama yang Tuhan lakukan adalah membersihkan kita sepenuhnya secara rohani. Setelah itu barulah tidak mungkin lagi ada kesombongan yang tersisa di dalam kita. Saya masih belum bertemu dengan seorang yang tidak berpengharapan, setelah saya melihat diri saya sendiri di luar anugerah Allah.

(Renungan singkat di atas diterjemahkan dari My Highest for His Utmost, oleh Oswald Chambers)

[Download]


Sulit dibaca? Ganti ukuran huruf di sini.

Standard
Besar
Terbesar

Artikel:

- Suatu Kelahiran yang Tidak Diperhatikan

- Mentalitas Seorang yang Besar

- Pendidikan Tanpa Hikmat Tidak Ada Artinya

- Menanti Hari Itu

- Yesus dan Agama Lain

- Anda Ada Bukan Karena Kebetulan

- Takut akan Tuhan

- Celana Basah

- Perlakukan Orang Lain dengan Baik

- Kualitas Seorang Pemimpin

- Mengapa Orang Kristen Tidak Bertumbuh?

- Mengasihi Teman Sekamar Saya, mungkinkah?

- Hikmat Secangkir Kopi Panas

- Kehidupan Rohani ibarat Maraton

- Push-Up dan Donut

- 5 Alat Untuk Pertumbuhan Rohani

- 5 Roti dan 2 Ikan

- Adakah Hari Esok Bagimu?

- Apa artinya Natal?

- Apakah Anda Luput dari Kesalahan?

- Apakah Semua yang Meminta akan Mendapatkan?

- Apa Resolusi Tahun Baru Anda?

- Apa yang Akan Kau Minta dari Tuhan?

- "Ayo, kita gereja di Starbuck aje deh!"

- Bagaimana Mengetahui Kehendak Tuhan?

- Berdiam diri di dalam Tuhan - Sumber Kekuatan Sejati

- Cara untuk Mengembangkan Sukacita

- Calon Pendeta yang Pasti ditolak Gereja

- Dampak Pengampunan

- Dengarkan Tuhan Bukan Diri Kita Sendiri

- Di Manakah Tuhan?

- Doa Seorang Nabi Kecil

- Dunia Kita yang Penuh Kata-kata

- Empat Istri

- Hanya Ketidak-Sempurnaan yang Tidak Dapat Menolerir Ketidak-Sempurnaan

- Hari Ini

- Jangan Lupa Paspor dan Tiket Pesawat Anda

- Jangan Menilai Buku dari Sampulnya

- Janganlah Kamu Menghakimi

- Kebaikan dan Kebesaran

- Keheningan

- Ketidak-percayaan Kita

- Kita Tidak Cukup Rendah

- Lepaskan Dulu

- Takut akan Maut

- Kapan Malam Berakhir?

- Kejujuran Tidak Pernah Merugikan

- Kekurangan Orang Lain Harus Ditanggung Dalam Kasih

- Kerendahan Hati, Benar dan Palsu

- Kunci menaati Perintah Tuan Empunya Tuaian

- Mukjizat Natal - Kisah-kisah Nyata

- Menara Api di tengah Kegelapan Dunia

- Mengalahkan Kejahatan dengan Kebaikan, Mungkinkah?

- Mengasihi Seperti Diri Sendiri

- Menggerakkan Orang Lewat Doa

- Natal, Musim untuk Berbuat Baik?

- Nilai sebuah Kehidupan

- Orang yang Melukai kita Harus Dikasihi dan Disambut sebagai Tangan Tuhan

- Pendeta diabaikan di Gerejanya Sendiri

- Pengaruh Kristus

- Pengkhotbah yang Populer

- Pentingnya Pergumulan

- Pentingnya Sikap

- Peraturan Umum Dalam Penggunaan Waktu dan Hidup Kudus

- Percakapan antara Orang Kudus dan Filsuf

- Peringatan tentang Mendambakan Keberhasilan Spiritual

- Persahabatan dengan 'Musuh'

- Praktik lawan Ucapan

- Rangkulan Seorang Bayi

- Resiko seorang Hamba Tuhan

- Salib dan Si Aku

- Salib, Sumber Kegembiraan Kita

- Satu Kisah Cinta

- Sejauh Manakah Anda Rela Melangkah untuk Tuhan?

- Sekilas Hikmat dari Billy Graham

- Sensitivitas kepada Teguran adalah Tanda Pasti bahwa kita Membutuhkannya

- Sesungguhnya Buta

- Setinggi-tingginya Tupai Melompat

- Siapa Bilang Tidak Ada Sinterklas?

- Tidak semua hal dapat dilihat dengan mata

- Tujuan Ciptaan Baru

- Warisan Pengampunan

- Yang Paling Diberkati

- Yang Sudah Berlalu

Copyright 2003-2007. Semua materi di situs ini adalah milik eksklusif Cahaya Pengharapan Ministries.
E-mail kami untuk mendapatkan izin untuk menggunakan materi di situs ini.
Best viewed with IE6.0 and 1024 by 768 resolution.