|
| Saran & Komentar | updated on 24 December 2008 |
|||||||
|
CahayaPengharapanMinistries Menerangi Jalan Anda Menuju Allah Sumber Pengharapan |
|||||||
|
|
|||||||
|
Iman yang Murni Melihat hanya Pada Allah Oleh Fenelon (Renungan singkat dari Fenelon dalam menjawab pertanyaan seorang saudara yang berkonseling kepadanya) Jangan khawatir tentang masa depan. Tidaklah masuk akal untuk merasa khawatir jika Allah mengasihi dan telah menjaga Anda selama ini. Bagaimana pun, ketika Allah memberkati Anda, janganlah lupa untuk tetap memandang pada Allah dan bukan pada berkat itu. Nikmatilah berkat-berkat Anda setiap hari sebagaimana bangsa Israel menikmati manna mereka, tetapi janganlah coba untuk menyimpan berkat-berkat itu untuk masa depan Anda. Iman yang sesungguhnya murni memiliki dua ciri yang khas. Iman yang demikian melihat Allah di balik semua berkat-berkat dan karya-karya yang tidak sempurna yang cenderung untuk menyelubungi-Nya; dan ciri khas kedua adalah iman yang murni membuat jiwa Anda berada dalam kondisi takjub setiap waktu. Iman seperti ini membuat kita seolah-olah terapung-apung di udara, kita tidak terlalu pasti apa yang akan terjadi di depan kita. Kita sepertinya tidak membumi. Tetapi iman berarti mengizinkan Allah bertindak dengan kebebasan yang sempurna. Karena kita tahu bahwa kita adalah milik-Nya dan kita hanya perlu terus setia dengan apa yang telah Dia percayakan kepada kita pada saat ini. Sekalipun berhadapan dengan ketidak pastian masa depan namun jiwa kita tetap tenang dan masih bergantung kepada Dia setiap detik, inilah kemartiran yang sesungguhnya, yang berlangsung secara diam-diam dan tanpa diketahui orang lain. Ini merupakan cara Tuhan mematikan si aku secara perlahan-lahan. Maut yang menimpa si aku itu terjadi tanpa disadari dan bahkan si penderita itu sendiri tidak menyadarinya, apa tah lagi orang lain. Ada kalanya di dalam hidup iman ini Allah akan menarik berkat-berkat-Nya dari Anda. Tetapi Ingatlah bahwa Dia tahu bagaimana dan kapan untuk menggantinya, apakah lewat pelayanan orang lain atau dari diri-Nya sendiri. Ia dapat membangkitkan anak-anak dari batu-batu. Dengan demikian makanlah roti-mu hari ini tanpa memikirkan tentang esok hari. Akan ada cukup waktu untuk Anda memikirkan tentang hal-hal yang akan terjadi pada esok hari. Allah yang sama yang memberi Anda makan hari ini akan menyediakan makanan bagi Anda pada esok hari. Allah akan memastikan bahwa manna akan jatuh sekali lagi dari Surga di tengah-tengah padang gurun, sebelum anak-anak-Nya mengalami kekurangan satu apa pun. (Fenelon, atau nama penuhnya Francois de Salignac de La Mothe Fenelon, adalah Uskup Agung Cambrai di Perancis pada abad ke-17. Renungan singkat di atas diambil dari koleksi surat-suratnya) |
Sulit dibaca? Ganti ukuran huruf di sini.
Artikel: - Suatu Kelahiran yang Tidak Diperhatikan - Mentalitas Seorang yang Besar - Pendidikan Tanpa Hikmat Tidak Ada Artinya - Anda Ada Bukan Karena Kebetulan - Perlakukan Orang Lain dengan Baik - Mengapa Orang Kristen Tidak Bertumbuh? - Mengasihi Teman Sekamar Saya, mungkinkah? - Kehidupan Rohani ibarat Maraton - 5 Alat Untuk Pertumbuhan Rohani - Apakah Anda Luput dari Kesalahan? - Apakah Semua yang Meminta akan Mendapatkan? - Apa Resolusi Tahun Baru Anda? - Apa yang Akan Kau Minta dari Tuhan? - "Ayo, kita gereja di Starbuck aje deh!" - Bagaimana Mengetahui Kehendak Tuhan? - Berdiam diri di dalam Tuhan - Sumber Kekuatan Sejati - Cara untuk Mengembangkan Sukacita - Calon Pendeta yang Pasti ditolak Gereja - Dengarkan Tuhan Bukan Diri Kita Sendiri - Dunia Kita yang Penuh Kata-kata - Hanya Ketidak-Sempurnaan yang Tidak Dapat Menolerir Ketidak-Sempurnaan - Hari Ini - Jangan Lupa Paspor dan Tiket Pesawat Anda - Jangan Menilai Buku dari Sampulnya - Kejujuran Tidak Pernah Merugikan - Kekurangan Orang Lain Harus Ditanggung Dalam Kasih - Kerendahan Hati, Benar dan Palsu - Kunci menaati Perintah Tuan Empunya Tuaian - Mukjizat Natal - Kisah-kisah Nyata - Menara Api di tengah Kegelapan Dunia - Mengalahkan Kejahatan dengan Kebaikan, Mungkinkah? - Mengasihi Seperti Diri Sendiri - Menggerakkan Orang Lewat Doa - Natal, Musim untuk Berbuat Baik? - Orang yang Melukai kita Harus Dikasihi dan Disambut sebagai Tangan Tuhan - Pendeta diabaikan di Gerejanya Sendiri - Peraturan Umum Dalam Penggunaan Waktu dan Hidup Kudus - Percakapan antara Orang Kudus dan Filsuf - Peringatan tentang Mendambakan Keberhasilan Spiritual - Salib, Sumber Kegembiraan Kita - Sejauh Manakah Anda Rela Melangkah untuk Tuhan? - Sekilas Hikmat dari Billy Graham - Sensitivitas kepada Teguran adalah Tanda Pasti bahwa kita Membutuhkannya - Setinggi-tingginya Tupai Melompat - Siapa Bilang Tidak Ada Sinterklas? |
|||||
|
Copyright 2003-2007. Semua materi di situs ini
adalah milik eksklusif Cahaya Pengharapan Ministries. |
|||||||