|
| Saran & Komentar | updated on 24 December 2008 |
|||||||
|
CahayaPengharapanMinistries Menerangi Jalan Anda Menuju Allah Sumber Pengharapan |
|||||||
|
|
|||||||
|
Hanya Ketidak-Sempurnaan yang Tidak Dapat Menolerir Ketidak-Sempurnaan Fenelon (Renungan singkat dari Fenelon dalam menjawab pertanyaan seorang saudara yang meminta pengarahan spiritual darinya) Kelihatannya Anda perlu lebih berbesar hati tentang ketidak-sempurnaan orang lain. Saya tahu Anda tidak dapat untuk tidak melihat semua kekurangan orang lain karena hal tersebut begitu menonjol dan Anda juga tidak dapat mencegah pikiran Anda dari membuat penilaian terhadap orang lain. Memang tidak dapat dipungkiri bahwa ketidak-sempurnaan orang lain seringkali sangat menyusahkan atau menganggu kita! Tetapi maukah Anda untuk bersabar menghadapi ketidak-sempurnaan orang lain, baik yang serius atau pun yang tidak? Jangan izinkan diri Anda untuk berpaling dari orang lain hanya karena ketidak-sempurnaan mereka. Satu-satunya tanda kesempurnaan, jika ada, adalah ia dapat menolerir ketidak-sempurnaan orang lain. Orang yang sempurna dapat menyesuaikan dirinya dan menjadi semua hal bagi semua orang. Ada kalanya kita menemukan kekurangan yang mengagetkan di antara orang-orang yang sangat baik. Tetapi janganlah terkejut. Sebaiknya kita serahkan saja pada Tuhan dan biarlah Tuhan yang menanganinya sesuai dengan waktu-Nya. Jika kita berusaha untuk menanganinya, maka mungkin kita akan menyebabkan gandum dicabut bersama dengan lalang. Saya menemukan bahwa Tuhan membiarkan, bahkan di dalam diri orang yang paling rohani sekalipun, kelemahan-kelemahan tertentu yang sepertinya tidak cocok. Hal ini berlaku bagi kita semua. Kita harus cepat menyadari ketidak-sempurnaan kita dan mengizinkan Tuhan untuk menanganinya. Bagi Anda, belajarlah untuk bersabar dengan kelemahan orang lain. Anda tahu dari pengalaman Anda sendiri betapa sakitnya saat kita ditegur. Jadi berusahalah untuk mengurangi rasa sakit orang lain. Saya bukan bermaksud untuk berkata bahwa masalah Anda adalah karena Anda terlalu banyak menegur orang lain. Tidak, itu bukan masalahnya. Masalahnya adalah Anda berubah menjadi dingin terhadap seseorang di saat Anda menemukan kekurangannya, dan Anda kemudian mulai menghindari dan menjauhkan diri dari orang tersebut. Hal ini yang perlu Anda tangani. Nah, walaupun saya telah menyampaikan semua ini, tetapi saya tetap berharap agar Anda jangan tidak menegur saya jika ada hal yang perlu ditegur. Sekalipun Anda menyebutkan kekurangan yang tidak sesungguhnya ada, itu tidak menjadi masalah. Jika saya menemukan bahwa teguran Anda menyakiti saya, maka hal itu hanya menunjukkan bahwa Anda telah menyentuh suatu kekurangan di dalam hidup saya. Tetapi jika tidak ada rasa marah atau kejengkelan di dalam diri saya saat ditegur, maka Anda telah menolong saya untuk menguji kemampuan saya untuk rendah hati dan memberikan saya kesempatan untuk membiasakan diri saya dengan teguran. Hal ini penting karena posisi saya sebagai orang yang bertanggungjawab di tengah Jemaat. Karena posisi saya ini, saya dituntut untuk rendah hati, jauh lebih dari orang lain. Allah menuntut saya untuk mati terhadap segala sesuatu. (Fenelon, atau nama penuhnya Francois de Salignac de La Mothe Fenelon, adalah Uskup Agung Cambrai di Perancis pada abad ke-17. Renungan singkat di atas diambil dari koleksi surat-suratnya) |
Sulit dibaca? Ganti ukuran huruf di sini.
Artikel: - Suatu Kelahiran yang Tidak Diperhatikan - Mentalitas Seorang yang Besar - Pendidikan Tanpa Hikmat Tidak Ada Artinya - Anda Ada Bukan Karena Kebetulan - Perlakukan Orang Lain dengan Baik - Mengapa Orang Kristen Tidak Bertumbuh? - Mengasihi Teman Sekamar Saya, mungkinkah? - Kehidupan Rohani ibarat Maraton - 5 Alat Untuk Pertumbuhan Rohani - Apakah Anda Luput dari Kesalahan? - Apakah Semua yang Meminta akan Mendapatkan? - Apa Resolusi Tahun Baru Anda? - Apa yang Akan Kau Minta dari Tuhan? - "Ayo, kita gereja di Starbuck aje deh!" - Bagaimana Mengetahui Kehendak Tuhan? - Berdiam diri di dalam Tuhan - Sumber Kekuatan Sejati - Cara untuk Mengembangkan Sukacita - Calon Pendeta yang Pasti ditolak Gereja - Dengarkan Tuhan Bukan Diri Kita Sendiri - Dunia Kita yang Penuh Kata-kata - Hanya Ketidak-Sempurnaan yang Tidak Dapat Menolerir Ketidak-Sempurnaan - Hari Ini - Jangan Lupa Paspor dan Tiket Pesawat Anda - Jangan Menilai Buku dari Sampulnya - Kejujuran Tidak Pernah Merugikan - Kekurangan Orang Lain Harus Ditanggung Dalam Kasih - Kerendahan Hati, Benar dan Palsu - Kunci menaati Perintah Tuan Empunya Tuaian - Mukjizat Natal - Kisah-kisah Nyata - Menara Api di tengah Kegelapan Dunia - Mengalahkan Kejahatan dengan Kebaikan, Mungkinkah? - Mengasihi Seperti Diri Sendiri - Menggerakkan Orang Lewat Doa - Natal, Musim untuk Berbuat Baik? - Orang yang Melukai kita Harus Dikasihi dan Disambut sebagai Tangan Tuhan - Pendeta diabaikan di Gerejanya Sendiri - Peraturan Umum Dalam Penggunaan Waktu dan Hidup Kudus - Percakapan antara Orang Kudus dan Filsuf - Peringatan tentang Mendambakan Keberhasilan Spiritual - Salib, Sumber Kegembiraan Kita - Sejauh Manakah Anda Rela Melangkah untuk Tuhan? - Sekilas Hikmat dari Billy Graham - Sensitivitas kepada Teguran adalah Tanda Pasti bahwa kita Membutuhkannya - Setinggi-tingginya Tupai Melompat - Siapa Bilang Tidak Ada Sinterklas? |
|||||
|
Copyright 2003-2007. Semua materi di situs ini
adalah milik eksklusif Cahaya Pengharapan Ministries. |
|||||||