|
| Saran & Komentar | updated on 30 August 2010 |
|||||||
|
CahayaPengharapanMinistries Menerangi Jalan Anda Menuju Allah Sumber Pengharapan |
|||||||
|
|
|||||||
|
Dunia Kita yang Penuh Kata-Kata Henri J.M Nouwen Selama beberapa dasawarsa yang terakhir ini, kita telah begitu dibanjiri oleh keributan kata-kata. Ke mana saja kita pergi, kita di kelilingi oleh kata-kata: kata-kata yang dengan lembut dibisikkan, yang diproklamir dengan keras atau diteriakkan dengan penuh amarah; kata-kata yang diucapkan, dihafal, atau dinyanyikan; kata-kata dalam catatan, di buku-buku, di tembok-tembok, atau bahkan di langit; kata-kata dalam banyak macam bunyi, warna atau bentuk; kata-kata untuk diperdengarkan, diperlihatkan, dibaca atau dipandang; kata-kata yang berkedip-kedip, yang bergerak pelahan, yang menari-nari, melompat-lompat atau yang bergoyang-goyang. Perkataan, perkataan, perkataan! Kata-kata membentuk lantai, tembok, dan langit-langit keberadaan kita. Tidak selalunya begini. Terdapat suatu masa tidak lama dahulu tanpa radio atau televisi dan berbagai macam papan-papan tanda yang dihiasi lampu neon yang memberitakan berbagai macam hal. Terdapat suatu masa di mana tidak ada iklan-iklan yang sekarang meliputi seluruh kota dengan kata-kata. Baru-baru ini saya mengemudi melewati kota Los Angeles, dan tiba-tiba saya mempunyai sensasi aneh sedang melewati suatu kamus yang besar. Ke mana saja saya memandang terdapat kata-kata yang berusaha mengalihkan perhatian saya dari jalan. Mereka berkata, "Pakailah aku, ambillah aku, belilah aku, minumlah aku, ciumlah aku, sentuhlah aku, tidurlah dengan aku." Semuanya ini menyarankan bahwa kata-kata, termasuk kata-kata saya, sudah kehilangan kuasa kreatifnya. Multiplikasi kata-kata tanpa batas telah membuat kita hilang keyakinan pada kata-kata dan membuat kita berpikir, "Semua itu hanyalah kata-kata." Guru-guru berbicara kepada para murid untuk enam, dua belas, delapan belas dan ada kalanya dua puluh empat tahun. Tetapi para murid sering kali keluar dari pengalaman itu dengan perasaan, "Semuanya itu hanya kata-kata." Pengkhotbah memberitakan khotbah mereka minggu demi mingu dan tahun demi tahun. Tetapi jemaatnya tetap sama dan sering berpikir, "Semuanya itu hanya kata-kata." Politikus, pengusaha, Ayatollah dan Paus menyampaikan pidato dan membuat pernyataan "di dalam musim dan di luar musim", tetapi mereka yang mendengar berkata: "Semuanya itu hanya kata-kata...hanya satu lagi gangguan." Akibat dari semua ini adalah fungsi utama kata-kata, yaitu komunikasi, tidak lagi membangun persekutuan, tidak lagi menciptakan komunitas, dan dengan demikian tidak lagi memberikan hidup. Kata-kata tidak lagi menawarkan dasar yang dapat dipercaya di mana orang dapat bertemu satu dengan yang lain dan membangun masyarakat. Apakah saya sedang membesar-besarkan persolan? Marilah kita fokuskan sejenak pada pendidikan teologi. Apa lagi yang menjadi gol pendidikan teologis jika bukan untuk membawa kita lebih dekat kepada Allah Tuhan kita supaya kita dapat lebih setia kepada perintah untuk mengasihi-Nya dengan segenap hati, segenap jiwa dan segenap akal budi dan mengasihi sesama seperti diri kita sendiri (Matius 22.37)? Seminari dan sekolah Alkitab harus memimpin para murid teologia ke dalam persekutuan yang hidup dengan Tuhan, sesama dan masyarakat pada umumnya. Pendidikan teologis dimaksudkan untuk membentuk seluruh kepribadian kita ke arah menjadi semakin serupa dengan pemikiran Kristus agar cara kita berdoa dan cara kita percaya akan menjadi satu. Tetapi apakah hal ini sedang terjadi? Seringkali kelihatannya kita yang belajar atau yang mengajarkan teologia menemukan diri kita terjerat di dalam jaringan diskusi, debat dan percekcokan yang kompleks tentang Allah dan "persoalan tentang Allah" dimana percakapan sederhana dengan Allah atau hadirat sederhana bersama Allah telah sama sekali menjadi tidak mungkin. Kemampuan verbal kita yang semakin sofis, ada kalanya telah menjadi pengganti yang miskin untuk komitmen yang terfokus pada Firman yang adalah hidup. Jika ada suatu krisis di dalam pendidikan teologis, maka krisis itu adalah krisis kata-kata. Ini tidak berarti bahwa karya kritis intelektual tidak mempunyai tempat di dalam pelatihan teologis. Tetapi apabila kata-kata kita tidak lagi mencerminkan Firman ilahi yang di dalam dan melalui-Nya dunia telah diciptakan dan ditebus, maka kata-kata itu sudah kehilangan dasarnya dan telah menjadi sama menggiurkan dan menyimpang seperti kata-kata yang digunakan untuk menjual suatu produk. Terdapat suatu masa di mana pilihan yang jelas untuk pendidikan teologis adalah biara. Di sana kata-kata lahir dari kesunyian dan dapat memimpin seseorang lebih dalam lagi ke dalam keheningan. Walaupun biara tidak lagi menjadi tempat paling lazim untuk pendidikan teologis, keheningan tetap diperlukan hari ini sebagaimana di waktu yang lampau. Firman Tuhan lahir dari keheningan kekal Allah dan kepada Firman yang lahir dari keheningan itulah kita mau menjadi saksi. Keheningan adalah rumah kepada kata-kata. Keheningan memberikan kekuatan dan keberhasilan kepada kata-kata itu. (Diterjemahkan dan diedit seperlunya dari buku The Way of the Heart oleh Henri J.M Nouwen) Originally uploaded by Cahaya Pengharapan Ministries |
Sulit dibaca? Ganti ukuran huruf di sini.
Artikel: - Andai aku dapat menghentikan satu hari merana - Di mana ada kasih, di situlah Allah ada - Ciri orang yang menghayati doa - Bagaimana menangani kekhawatiran? - Memahami Hukum Taurat dalam Terang Roh - Bagaimana Kebenaran Memerdekakan? - Kamu akan Mengetahui Kebenaran - Jangan Kuatir... Kristus Telah Bangkit! - Bagaimana Menjadi Seorang Pembangun Umat? - Waspadalah Terhadap Roh Pasif - Mengapa Kita Berdoa Sebelum Makan? - Apakah Hari Sabat Diciptakan untuk Manusia? - Bagaimana Mengendalikan Amarah Kita - Tujuh Cara untuk Melindungi Pernikahan Anda dari Kejatuhan Moral - Lima Resolusi Tahun Baru untuk Pemimpin Kristen - Mengapa Allah mengizinkan rasa sakit? - Pertobatan yang Sejati dan yang Palsu - 2 - Pertobatan yang Sejati dan yang Palsu - 1 - Bagaimana Menghindari Daya Tarik yang Fatal? - Apakah Anda Masih Tidur dan Beristirahat? - Bagaimana Memaafkan Orang yang telah Menyakiti Kita - Apakah Anda masih dikagumkan dengan Alkitab? - Kemunduran Agama, Salah Siapa? - Bagaimana Meminta Pemulihanan dari Allah? - Yesus Tidak Takut disalah-pahami - Bagaimana Menangani Keraguan? - Apakah Kita Terlalu Banyak Bicara? - Kita Perlu Memperlambat Pekerjaan Kita - Maut Harus Dialami Setiap Hari - Penderitaan itu Milik Siapa? - Melayani Orang yang Mengalami Krisis Pribadi - Mengapa orang-orang berteriak? - Ahhhh... akhirnya engkau mengerti - Kehidupan Lebih dari Apa yang Tampak - Suatu Kelahiran yang Tidak Diperhatikan - Mentalitas Seorang yang Besar - Pendidikan Tanpa Hikmat Tidak Ada Artinya - Anda Ada Bukan Karena Kebetulan - Perlakukan Orang Lain dengan Baik - Mengapa Orang Kristen Tidak Bertumbuh? - Mengasihi Teman Sekamar Saya, mungkinkah? - Kehidupan Rohani ibarat Maraton - 5 Alat Untuk Pertumbuhan Rohani - Apakah Anda Luput dari Kesalahan? - Apakah Semua yang Meminta akan Mendapatkan? - Apa Resolusi Tahun Baru Anda? - Apa yang Akan Kau Minta dari Tuhan? - "Ayo, kita gereja di Starbuck aje deh!" - Bagaimana Mengetahui Kehendak Tuhan? - Berdiam diri di dalam Tuhan - Sumber Kekuatan Sejati - Cara untuk Mengembangkan Sukacita - Calon Pendeta yang Pasti ditolak Gereja - Dengarkan Tuhan Bukan Diri Kita Sendiri - Dunia Kita yang Penuh Kata-kata - Hanya Ketidak-Sempurnaan yang Tidak Dapat Menolerir Ketidak-Sempurnaan - Hari Ini - Jangan Lupa Paspor dan Tiket Pesawat Anda - Jangan Menilai Buku dari Sampulnya - Kejujuran Tidak Pernah Merugikan - Kekurangan Orang Lain Harus Ditanggung Dalam Kasih - Kerendahan Hati, Benar dan Palsu - Kunci menaati Perintah Tuan Empunya Tuaian - Mukjizat Natal - Kisah-kisah Nyata - Menara Api di tengah Kegelapan Dunia - Mengalahkan Kejahatan dengan Kebaikan, Mungkinkah? - Mengasihi Seperti Diri Sendiri - Menggerakkan Orang Lewat Doa - Natal, Musim untuk Berbuat Baik? - Orang yang Melukai kita Harus Dikasihi dan Disambut sebagai Tangan Tuhan - Pendeta diabaikan di Gerejanya Sendiri - Peraturan Umum Dalam Penggunaan Waktu dan Hidup Kudus - Percakapan antara Orang Kudus dan Filsuf - Peringatan tentang Mendambakan Keberhasilan Spiritual - Salib, Sumber Kegembiraan Kita - Sejauh Manakah Anda Rela Melangkah untuk Tuhan? - Sekilas Hikmat dari Billy Graham - Sensitivitas kepada Teguran adalah Tanda Pasti bahwa kita Membutuhkannya - Setinggi-tingginya Tupai Melompat - Siapa Bilang Tidak Ada Sinterklas? |
|||||
|
Copyright 2003-2007. Semua materi di situs ini
adalah milik eksklusif Cahaya Pengharapan Ministries. |
|||||||