|
| Saran & Komentar | updated on 24 December 2008 |
|||||||
|
CahayaPengharapanMinistries Menerangi Jalan Anda Menuju Allah Sumber Pengharapan |
|||||||
|
|
|||||||
|
Dengarkan Tuhan dan bukan Diri kita sendiri Renungan singkat oleh Fenelon Saya memohon kepada Anda untuk tidak mendengarkan diri Anda sendiri. Kasih pada diri berbisik di satu telinga dan kasih Tuhan di telinga yang lain. Kasih pada diri tidak ada nilainya. Kasih pada diri ini bersifat agresif, ingin memiliki dan selalu menurut kata hati. Tetapi kasih Allah begitu berbeda. Kasih Allah itu sederhana, tenang dan hanya berbicara beberapa patah kata saja dalam suara yang nyaman dan lemah lembut. Dan di saat kita memutuskan untuk mendengarkan suara nyaring diri kita yang berisi berbagai kecaman, kita tidak lagi mendengarkan bisikan-bisikan kasih ilahi. Anda selalu akan tahu kapan si aku itu berbicara. Diri kita selalu mau menghibur dirinya sendiri dan selalu merasa terabaikan. Ia berbicara mengenai persahabatan, penghormatan, penghargaan dan tidak ingin mendengarkan hal-hal yang tidak bersifat memuji-muji. Kasih Tuhan di sisi lain menginginkan agar diri kita dilupakan, agar diri kita diperhitungkan sebagai nol dan Tuhanlah yang merupakan segala-galanya. Tuhan tahu bahwa adalah demi kebaikan kita berhala si aku ini harus diinjak dan dihancurkan, agar Ia dapat hidup di dalam kita dan menjadikan kita kehendak-Nya. Jadi, biarlah si aku yang suka mencari perhatian dan mengkritik ini didiamkan supaya di dalam ketenangan jiwa kita, kita dapat mendengarkan Tuhan. (Fenelon, atau nama penuhnya Francois de Salignac de La Mothe Fenelon, adalah Uskup Agung Cambrai di Perancis pada abad ke-17. Renungan singkat di atas diambil dari koleksi surat-suratnya) |
Sulit dibaca? Ganti ukuran huruf di sini.
Artikel: - Suatu Kelahiran yang Tidak Diperhatikan - Mentalitas Seorang yang Besar - Pendidikan Tanpa Hikmat Tidak Ada Artinya - Anda Ada Bukan Karena Kebetulan - Perlakukan Orang Lain dengan Baik - Mengapa Orang Kristen Tidak Bertumbuh? - Mengasihi Teman Sekamar Saya, mungkinkah? - Kehidupan Rohani ibarat Maraton - 5 Alat Untuk Pertumbuhan Rohani - Apakah Anda Luput dari Kesalahan? - Apakah Semua yang Meminta akan Mendapatkan? - Apa Resolusi Tahun Baru Anda? - Apa yang Akan Kau Minta dari Tuhan? - "Ayo, kita gereja di Starbuck aje deh!" - Bagaimana Mengetahui Kehendak Tuhan? - Berdiam diri di dalam Tuhan - Sumber Kekuatan Sejati - Cara untuk Mengembangkan Sukacita - Calon Pendeta yang Pasti ditolak Gereja - Dengarkan Tuhan Bukan Diri Kita Sendiri - Dunia Kita yang Penuh Kata-kata - Hanya Ketidak-Sempurnaan yang Tidak Dapat Menolerir Ketidak-Sempurnaan - Hari Ini - Jangan Lupa Paspor dan Tiket Pesawat Anda - Jangan Menilai Buku dari Sampulnya - Kejujuran Tidak Pernah Merugikan - Kekurangan Orang Lain Harus Ditanggung Dalam Kasih - Kerendahan Hati, Benar dan Palsu - Kunci menaati Perintah Tuan Empunya Tuaian - Mukjizat Natal - Kisah-kisah Nyata - Menara Api di tengah Kegelapan Dunia - Mengalahkan Kejahatan dengan Kebaikan, Mungkinkah? - Mengasihi Seperti Diri Sendiri - Menggerakkan Orang Lewat Doa - Natal, Musim untuk Berbuat Baik? - Orang yang Melukai kita Harus Dikasihi dan Disambut sebagai Tangan Tuhan - Pendeta diabaikan di Gerejanya Sendiri - Peraturan Umum Dalam Penggunaan Waktu dan Hidup Kudus - Percakapan antara Orang Kudus dan Filsuf - Peringatan tentang Mendambakan Keberhasilan Spiritual - Salib, Sumber Kegembiraan Kita - Sejauh Manakah Anda Rela Melangkah untuk Tuhan? - Sekilas Hikmat dari Billy Graham - Sensitivitas kepada Teguran adalah Tanda Pasti bahwa kita Membutuhkannya - Setinggi-tingginya Tupai Melompat - Siapa Bilang Tidak Ada Sinterklas? |
|||||
|
Copyright 2003-2007. Semua materi di situs ini
adalah milik eksklusif Cahaya Pengharapan Ministries. |
|||||||