|
| Saran & Komentar | updated on 30 August 2010 |
|||||||
|
CahayaPengharapanMinistries Menerangi Jalan Anda Menuju Allah Sumber Pengharapan |
|||||||
|
|
|||||||
|
Dalam Memberi Kita Menerima Samuel D Bogan
Setelah berpamitan dengan famili dan keluarganya, Frank memberitahu orang tuanya ia mau pulang awal untuk ke rumah temannya; dan dari sana ia akan berjalan kaki pulang. Karena cuaca agak dingin, Steve mengenakan mantel barunya yang merupakan kado favoritnya. Kado yang lain ditempatkan di atas eretan, yang merupakan salah satu kado Natalnya. Frank lalu berjalan ke arah rumah temannya yang terletak di pemukiman orang miskin di daerah Flats. Tapi sayangnya, temannya tidak di rumah. Dengan perasaan kecewa Frank berjalan pulang. Sepanjang perjalanannya ia melihat ke dalam rumah-rumah kecil warga di daerah itu. Lalu, ia melewati sebuah jendela dan melihat sekilas sebuah kamar jorok dengan kaos kaki kosong tergantung di tepi perapian. Seorang wanita sedang duduk di samping perapian itu sambil menangis. Kaos kaki itu mengingatkan Frank dengan kakaknya karena mereka selalu menggantungkan kaos kaki mereka bersebelahan di malam Natal dan pada pagi Natal kaos kaki mereka itu akan berlimpahan dengan kado. Frank tiba-tiba teringat - ia belum melakukan perbuatan baiknya untuk hari itu. Langsung Frank mengetuk pintu rumah itu. "Ya?" suara sedih wanita itu bertanya. "Apa bisa saya masuk?" "Silahkan," jawab wanita itu, sambil memandang eretannya yang penuh dengan kado. Wanita itu berpikir Frank sedang mengumpulkan kado, "tapi saya tidak punya kado untuk Anda. Saya bahkan tidak punya apa-apa untuk anak-anak saya." "Itu bukan alasan mengapa saya di sini," jawab Frank. "Silahkan memilih kado apa saja dari ini untuk anak-anak Nyonya." "Tuhan memberkati kau, nak!" wanita itu berkata dengan penuh ucapan syukur. Wanita itu memilih beberapa gula-gula, sebuah permainan, mainan pesawat terbang dan beberapa kado yang lain. Saat ia mengambil lampu senternya yang baru, Frank hampir berteriak. Akhirnya, kaos kaki di tepi perapian sudah terisi semua. "Bisakah saya tahu siapa nama Anda?" tanya wanita itu, saat Frank mau berangkat. "Panggil saja saya Pramuka Natal," jawabnya. Kunjungan itu membuat Frank merasa tersentuh, dan hatinya dipenuhi dengan sukacita. Ia lalu mengerti bahwa kesedihan di hatinya bukan satu-satunya kesedihan di dunia ini. Sebelum ia meninggalkan daerah pemukiman orang miskin itu, Frank telah memberikan semua kado-kado Natalnya. Mantel baru kesukannya juga sudah diberikan kepada seorang anak jalanan yang kedinginan. Tapi saat ia berjalan pulang, ia merasa kedinginan dan mempunyai perasaan yang tidak enak. Setelah memberikan semua kadonya, ia tidak menemukan sebuah penjelasan untuk diberikan kepada kedua orang tuanya. Ia tidak tahu bagaimana dapat membuat orang tuanya memahami apa yang telah ia lakukan. "Di mana kado-kadomu, anak-ku?" tanya ayahnya saat ia melangkah masuk ke dalam rumah. "Saya telah memberikan semuanya ke orang lain.' "Mainan pesawat terbang dari tante Susan? Mantel dari nenek? Lampu senter itu? Pikir kami, kamu senang sekali dengan semua kado-kado itu?" "Memang saya sangat senang dengan semua kado itu," jawab Frank dengan suara yang pelahan. "Tapi, Frank, mengapa kamu begitu impulsif?" tanya ibunya. "Bagaimana menjelaskan kepada anggota keluarga yang lain yang telah meluangkan begitu banyak waktu dan kasih membelikan kado-kado itu buat kamu?' Ayahnya dengan sangat tegas berkata, "Itu pilihan kamu sendiri, Frank. Kami tidak mampu membelikan kamu kado yang lain." Saudara laki-lakinya telah pergi meninggalkan dia buat selamanya, orang tuanya kecewa dengan dia. Frank tiba-tiba merasa sangat sendirian. Ia tidak mengharapkan imbalan bagi kemurahan hatinya. Karena ia tahu perbuatan baik itu sendiri adalah imbalannya. Jadi ia tidak menginginkan kado-kadonya kembali, tapi, ia bertanya-tanya apakah ia akan mendapatkan kembali sukacita di dalam hidupnya. Ia berpikir ia mendapatkannya malam itu tapi hanya bertahan sementara. Frank memikirkan saudara laki-lakinya dan menangis sampai ia terlelap malam itu. Keesokan paginya, Frank bangun dan turun ke ruang tamu di mana orang tuanya sedang mendengarkan musik Natal di radio. Lalu penyiar itu berkata: "Selamat Natal kepada semuanya! Kisah Natal yang paling menyentuh hati pada pagi ini datangnya dari Flats (daerah permukiman orang miskin yang dikunjungi Frank kemarin). Seorang anak lumpuh mendapatkan eretan baru pagi ini, seorang anak lain mempunyai mantel baru yang bagus, dan beberapa keluarga melaporkan anak-anak mereka sangat dibuat gembira karena kado-kado yang diberikan oleh seorang anak laki-laki yang hanya memanggil dirinya sebagai Pramuka Natal. Tidak ada yang tahu siapa dia, tetapi anak-anak di Flats berkata anak itu adalah merupakan wakil dari Sinterklas itu sendiri." Frank merasakan pelukan dari ayahnya dan ibunya tersenyum di balik air mata yang membasahi pipinya. "Mengapa kamu tidak memberitahu kami? Kami tidak mengerti. Kami begitu bangga dengan kau, nak." Lagu-lagu Natal mengisi ruang tamu itu. "...Puji dan sembah kepada Allah Raja, dan damai bagi manusia di bumi." (Diedit seperlunya dan diterjemahkan dari Christian Soup for the Christian Soul) |
Sulit dibaca? Ganti ukuran huruf di sini.
Artikel: - Andai aku dapat menghentikan satu hari merana - Di mana ada kasih, di situlah Allah ada - Ciri orang yang menghayati doa - Bagaimana menangani kekhawatiran? - Memahami Hukum Taurat dalam Terang Roh - Bagaimana Kebenaran Memerdekakan? - Kamu akan Mengetahui Kebenaran - Jangan Kuatir... Kristus Telah Bangkit! - Bagaimana Menjadi Seorang Pembangun Umat? - Waspadalah Terhadap Roh Pasif - Mengapa Kita Berdoa Sebelum Makan? - Apakah Hari Sabat Diciptakan untuk Manusia? - Bagaimana Mengendalikan Amarah Kita - Tujuh Cara untuk Melindungi Pernikahan Anda dari Kejatuhan Moral - Lima Resolusi Tahun Baru untuk Pemimpin Kristen - Mengapa Allah mengizinkan rasa sakit? - Pertobatan yang Sejati dan yang Palsu - 2 - Pertobatan yang Sejati dan yang Palsu - 1 - Bagaimana Menghindari Daya Tarik yang Fatal? - Apakah Anda Masih Tidur dan Beristirahat? - Bagaimana Memaafkan Orang yang telah Menyakiti Kita - Apakah Anda masih dikagumkan dengan Alkitab? - Kemunduran Agama, Salah Siapa? - Bagaimana Meminta Pemulihanan dari Allah? - Yesus Tidak Takut disalah-pahami - Bagaimana Menangani Keraguan? - Apakah Kita Terlalu Banyak Bicara? - Kita Perlu Memperlambat Pekerjaan Kita - Maut Harus Dialami Setiap Hari - Penderitaan itu Milik Siapa? - Melayani Orang yang Mengalami Krisis Pribadi - Mengapa orang-orang berteriak? - Ahhhh... akhirnya engkau mengerti - Kehidupan Lebih dari Apa yang Tampak - Suatu Kelahiran yang Tidak Diperhatikan - Mentalitas Seorang yang Besar - Pendidikan Tanpa Hikmat Tidak Ada Artinya - Anda Ada Bukan Karena Kebetulan - Perlakukan Orang Lain dengan Baik - Mengapa Orang Kristen Tidak Bertumbuh? - Mengasihi Teman Sekamar Saya, mungkinkah? - Kehidupan Rohani ibarat Maraton - 5 Alat Untuk Pertumbuhan Rohani - Apakah Anda Luput dari Kesalahan? - Apakah Semua yang Meminta akan Mendapatkan? - Apa Resolusi Tahun Baru Anda? - Apa yang Akan Kau Minta dari Tuhan? - "Ayo, kita gereja di Starbuck aje deh!" - Bagaimana Mengetahui Kehendak Tuhan? - Berdiam diri di dalam Tuhan - Sumber Kekuatan Sejati - Cara untuk Mengembangkan Sukacita - Calon Pendeta yang Pasti ditolak Gereja - Dengarkan Tuhan Bukan Diri Kita Sendiri - Dunia Kita yang Penuh Kata-kata - Hanya Ketidak-Sempurnaan yang Tidak Dapat Menolerir Ketidak-Sempurnaan - Hari Ini - Jangan Lupa Paspor dan Tiket Pesawat Anda - Jangan Menilai Buku dari Sampulnya - Kejujuran Tidak Pernah Merugikan - Kekurangan Orang Lain Harus Ditanggung Dalam Kasih - Kerendahan Hati, Benar dan Palsu - Kunci menaati Perintah Tuan Empunya Tuaian - Mukjizat Natal - Kisah-kisah Nyata - Menara Api di tengah Kegelapan Dunia - Mengalahkan Kejahatan dengan Kebaikan, Mungkinkah? - Mengasihi Seperti Diri Sendiri - Menggerakkan Orang Lewat Doa - Natal, Musim untuk Berbuat Baik? - Orang yang Melukai kita Harus Dikasihi dan Disambut sebagai Tangan Tuhan - Pendeta diabaikan di Gerejanya Sendiri - Peraturan Umum Dalam Penggunaan Waktu dan Hidup Kudus - Percakapan antara Orang Kudus dan Filsuf - Peringatan tentang Mendambakan Keberhasilan Spiritual - Salib, Sumber Kegembiraan Kita - Sejauh Manakah Anda Rela Melangkah untuk Tuhan? - Sekilas Hikmat dari Billy Graham - Sensitivitas kepada Teguran adalah Tanda Pasti bahwa kita Membutuhkannya - Setinggi-tingginya Tupai Melompat - Siapa Bilang Tidak Ada Sinterklas? |
|||||
|
Copyright 2003-2007. Semua materi di situs ini
adalah milik eksklusif Cahaya Pengharapan Ministries. |
|||||||