| Saran & Komentar | updated on 16 August 2014

Menerangi Jalan Anda Menuju Allah Sumber Pengharapan

Halaman Utama

  |  Tentang Kami

  |  Hubungi Kami

  |  Izin Pemakaian Materi 

  |  Dapatkan Buletin Gratis di sini! 

Sumber Damai

Khotbah/PA


Inspirasi

Artikel/Renungan

Kesaksian Hidup


Pelatihan

Discipleship Trainings


Lain-Lain...

Buku-buku Terbitan

Lagu dan Film

Bible Study (P.A)

Siaran Mandarin

Buletin Gratis!

Follow Us


BACA ONLINE


BACA ONLINE


KATA PENGANTAR

Ciri orang yang menghayati doa

Henri Nouven

Hidup orang-orang yang menghayati doa sebagai satu-satunya yang perlu, menunjukkan bahwa tiga "peraturan" selalu ditaati; membaca sabda Allah secara kontemplatif, mendengarkan suara Allah dalam keheningan, taat mempercayakan diri kepada seorang pembimbing rohani. Tanpa Kitab Suci, tanpa saat hening dan tanpa seorang pun yang mengarahkan kita, maka jalan kita menuju kepada Allah sangat berat dan bahkan tidak mungkin.

Pertama-tama, kita harus sungguh-sungguh memperhatikan sabda Alalh sebagaimana tertulis dalam Kitab Suci. Santo Augustinus bertobat waktu dia menanggapi apa yang dikatakan oleh seorang anak: "Ambil dan bacalah, ambil dan bacalah".

Waktu dia mengambil Kitab Suci dan mulai membacanya adalah hal pertama yang harus kita kerjakan untuk membuka diri kita kepada panggilan Allah. Membaca Kitab Suci tidaklah semudah seperti kelihatannya karena lingkungan akademis kita membuat kita cenderung untuk membuat apa saja dan semua saja yang kita baca sebagai bahan analisis dan diskusi. Tetapi sabda Allah pertama-tama harus membawa kita kepada kontemplasi dan meditasi. Kita meresapnya; bukannya memikirkan apakah kita setuju atau tidak, tetapi menemukan manakah sabda yang langsung disabdakan kepada kita dan menghubungkannya dengan sejarah hidup pribadi kita. Bukannya berpikir bahwa sabda Allah itu dapat menjadi bahan yang menarik untuk dialog atau makalah, tetapi bersedia untuk membiarkan sabda merasuk ke dalam sudut-sudut hati kita yang paling tersembunyi, ke tempat yang belum pernah disentuh oleh sabda-sabda apa pun yang lain. Kalau demikian, dan hanya kalau demikian, sabda dapat menghasilkan buah sebagaimana benih yang ditaburkan dalam tanah yang subur. Hanya kalau demikian kita sungguh-sungguh dapat "mendengar dan mengerti" (Mat. 13.23)

Kedua, kita membutuhkan saat hening di hadirat Allah. Meskipun kita mau menjadikan seluruh waktu kita waktu bagi Allah, kita tidak akan pernah berhasil kalau kita tidak menyisihkan barang satu menit, satu jam, satu pagi, satu hari, satu minggu, satu bulan atau beberapa waktu saja bagi Allah, hanya bagi Dia. Hal seperti ini menuntut displin yang tinggi dan mengandung resiko karena tampaknya kita selalu mempunyai seusatu yang lebih mendesak untuk dikerjakan.

Sekadar "duduk" dan "tidak mengerjakan apa-apa" sering kali lebih menganggu kita daripada melegakan kita. Tetapi tidak ada jalan lain. Menjadi "tidak berguna" dan diam di hadirat Allah kita, merupakan unsur hakiki dari segala doa. Pada mulanya kita sering mendengar suara batin kita sendiri yang tidak tenang lebih keras dari suara Allah. Kadang-kadang hal semacam ini sangat sulit untuk dapat ditahan. Tetapi sedikit demi sedikit, dengan sangat pelan, kita menemukan bahwa saat hening membuat kita hening pula dan memperdalam kesadaran kita akan diri kita sendiri dan akan Allah.

Lalu dengan cepat kita akan merasa kehilangan kalau kita tidak dapat menyediakan saat hening ini, dan sebelum kita sadar sepenuhnya akan hal itu, suatu kerinduan batin tumbuh dalam diri kita. Kerinduan batin itu mendorong kita secara lebih kuat untuk masuk ke dalam keheningan dan membawa kita lebih dekat ke titik di mana Allah berbicara kepada kita.

Membaca Kitab Suci secara kontemplatif dan saat hening di hadirat Allah saling berhubungan erat sekali... Sabda Allah mendorong kita untuk masuk ke dalam keheningan; keheningan membuat kita siap  mendengarkan sabda Allah. Sabda Allah menembus masuk melewati tembok tebal kegaduhan bicara manusia ke dalam pusat hati kita yang hening; keheningan membuka suatu ruangan di mana sabda dapat didengarkan.

Tanpa membaca, sabda keheningan menjadi beku, dan tanpa keheningan sabda kehilangan daya ciptanya. Sabda mengarahkan kita kepada keheningan dan keheningan kepada sabda. Sabda lahir dalam keheningan dan keheningan adalah jawaban yang paling mendalam bagi sabda.

Namun sabda dan keheningan keduanya membutuhkan bimbingan. Bagaimana kita tahu bahwa kita tidak menipu diri kita sendiri, bahwa kita tidak sedang  mengucapkan kata-kata yang paling cocok dengan perasaan hati kita, bahwa kita tidak sedang mendengarkan suara dari khayalan-khayalan kita sendiri? Banyak orang mengutip Kitab Suci dan banyak pula sudah mendengar suara dan melihat penglihatan dalam keheningan, tetapi hanya sedikit orang telah menemukan jalannya menuju Allah.

Siapa yang dapat menjadi hakim dalam perkaranya sendiri? Siapa dapat menentukan apakah perasaaan dan pandangannya membawanya ke arah yang benar? Allah kita adalah lebih besar daripada hati dan budi kita sendiri. Dan kita sangat mudah tergoda untuk menyamakan keinginan hati kita dan rekaan pikiran kita dengan kehendak Allah.

Oleh karena itu kita membutuhkan seorang pendamping, seorang pembimbing, yang menolong kita untuk membedakan suara Allah dengan suara-suara yang lain yang muncul dari hiruk-pikuk hidup kita sendiri atau dari kekuatan gelap yang berada di luar kekuasaan kita. Kita membutuhkan seseorang yang mendukung kita kalau kita ingin berhenti, melupakan semuanya dan lari dalam keputusasaan. Kita membutuhkan seseorang yang mengerem kita kalau kita melangkah terlalu tergesa-gesa ke arah yang tidak jelas atau berlari dengan kepala mendongak ke tujuan yang kabur. Kita membutuhkan seseorang yang dapat  memberi usul kepada kita kapan kita sebaiknya membaca, sebaiknya hening, sabda mana yang harus kita renungkan dan apa yang harus kita lakukan kalau keheningan menjadi menakutkan bukannya mendatangkan damai.

Reaksi pertama dan yang bisa dalam hubungan dengan pembimbing rohani ialah: "Pembimbing rohani sulit didapatkan". Mungkin hal ini betul, tetapi sekurang-kurangnya sebagian dari alasan kurangnya pembimbing rohnai ialah bahwa kita sendiri tidak tampil dan memberikan kesan kepada orang lain sedemikian rupa sehingga penampilan kita dankesan yang kita berikan mengundang mereka untuk menjadi pemimpin rohani kita. Kalau tidak ada murid yang terus menerus menuntut guru yang baik, maka tidak akan pernah ada guru yang baik.

Hal yang sama, benar pula untuk pembimbing rohani. Ada begitu banyak orang, pria dan wanita, yang mempunyai kepekaan rohani yang besar tetapi kemampuan mereka itu tetap terpendam karena kita tidak minta tolong kepada mereka. Banyak orang kiranya akan menjadi bijaksana dan suci bagi kita seandainya kita mengundang mereka untuk mendampingi kita dalam usaha kita menemukan doa batin kita.

Seorang pembimbing rohani tidak harus lebih pandai atau berpengalaman daripada kita.Yang penting ialah bahwa dia menerima undangan kita untuk membawa kita lebih dekat kepada Allah dan bersama-sama kita masuk ke dalam Kitab Suci dan keheningan di mana Allah berbicara baik kepada dia maupun kita.

Dengan demikian, Kitab Suci, keheningan dan pembimbing rohani adalah tiga petunjuk penting daam rangka usaha kita menemukan jalan yang paling pribadi untuk masuk ke dalam hubungan yang mesra dengan Allah. Kalau kita merenungkan Kitab Suci terus menerus, menyediakan waktu untuk hening di hadirat Allah dan mau mempercayakan pengalaman-pengalaman kita dalam hal sabda dan kehenignan itu kepada seorang pembimbing rohani, kita dapat menjaga diri kita dari bahaya berkembangnya ilusi-ilusi yang baru dan membuka jalan menuju doa batin.

(Dikutip dari Menggapai Kematangan Hidup Rohani karya Henri JM Nouven)

[Download]


Sulit dibaca? Ganti ukuran huruf di sini.

Standard
Besar
Terbesar

Artikel:

- Pesan Allah dari Langit

- Kebenaran dan Kebebasan

- Sebab apa yang aku perbuat, aku tidak tahu!

- Penangkal Stres

- Mengucap syukur dalam segala hal, mengapa?

- Berita Duka

- Apa yang menjadi Tanda bagi Generasi ini?

- Kita Hidup di medan musuh

- Bahagia Meskipun Dianiaya

- Keindahan dari Keburukan

- Tiga kebenaran yang penting

- Aku Berjalan bersama Yesus

- One Solitary Life

- Rabi Yesus

- Arti tinggal di dalam Firman

- Menolak tuntunan Tuhan

- Hari pembalasan

- Kita masih bisa mendengarkan suara Tuhan

- Seperti apa kalimat wasiat terakhir Anda?

- Bagaimana kita tahu bahwa kita benar-benar “di dalam Kristus”?

- Prioritas yang Terbalik

- Kunci Pertumbuhan Jemaat yang Paling Diabaikan

- Pelayanan Pendamaian

- Sebuah Filsafat Kepemimpinan

- Kehidupan Doa Seorang Pemimpin

- Yang menang adalah yang tidak menyerah

- Apakah radio hati Anda berfungsi dengan baik?

- Lubang Jarum

- Ia Pergi dengan Sedih

- Apa gunanya memperoleh dunia dan kehilangan jiwa Anda?

- Jangan menyerah sebelum doa terjawab

- Permasalahan serius: Pertobatan palsu dalam Gereja

- Pentingnya Keremukan

- Respon kita pada Allah menentukan respon Allah pada kita

- Mengapa doa kita tidak terjawab?

- Mendengarkan Tuhan

- Selesailah tembok itu

- Apa motivasi kebaikan kita?

- Doa yang menyenangkan Allah

- Apakah berdoa itu suatu beban?

- Bagaimana memuliakan Allah di tempat kerja?

- Apakah Anda bekerja untuk Allah atau bersamaNya?

- Saya suka Kristus Anda. Tapi saya tidak suka dengan orang Kristen Anda

- Doa Santo Francis dari Asisi

- Bagaimana Anda tidak dapat menjadi Anak Allah

- Dipimpin oleh kehendak Allah

- Allah bukanlah sebongkah kayu

- Orang yang dipakai Allah

- Kita bukan konsumen. Kita adalah manusia

- Kesatuan membawa pemulihan

- Allah menanggapi Anda dengan serius

- Segenap hati, jiwa, pikiran dan kekuatan kita telah ditebus

- Lukisan Last Supper oleh Leonardo Da Vinci

- Pencarian akan Kebahagiaan

- Pesan seorang ateis bagi kita

- Kebangkitan Kristus

- Sedikit Air dan Roti

- Semuanya langsung tunduk, kecuali manusia

- Iman dan keraguan

- Sebelum mereka memanggil, Aku sudah menjawabnya.

- Billy Graham: Penyesalan dan Himbauannya

- Apa yang harusnya menjadi tekad tahun baru orang Kristen?

- Natal - Apakah yang menjadikannya penting?

- Saya percaya...

- Gereja Eksis bukan untuk Kepentingan Anggotanya

- Perbedaan bukan berarti perpecahan

- Apakah Anda datang ke gereja sebagai konsumen?

- Apakah gereja benar-benar perlu bagi orang Kristen?

- Apakah kita kerabatnya Tuhan?

- Rumah di sisi jalan

- Mengapa seringkali kita menjadi orang bodoh?

- Hati yang terarah pada Surga

- Bagaimana kita dapat melakukan kehendak Tuhan?

- Tuhan, apakah yang harus kuperbuat?

- Doa bukan "ban serep"

- Bagaimana mengenal pengajar dan nabi palsu?

- Dosa Kelalaian

- Doa Seorang Anak

- Andai aku dapat menghentikan satu hari merana

- Di mana ada kasih, di situlah Allah ada

- Anggaplah hari itu sia-sia

- Tidak Berarti di Mata Dunia

- Ciri orang yang menghayati doa

- Bagaimana menangani kekhawatiran?

- Rahasia Doa

- Memahami Hukum Taurat dalam Terang Roh

- Bagaimana Kebenaran Memerdekakan?

- Kamu akan Mengetahui Kebenaran

- Jangan Kuatir... Kristus Telah Bangkit!

- Bagaimana Menjadi Seorang Pembangun Umat?

- Waspadalah Terhadap Roh Pasif

- Mengapa Kita Berdoa Sebelum Makan?

- Apakah Hari Sabat Diciptakan untuk Manusia?

- Orang-orang Kristen itu

- Bagaimana Mengendalikan Amarah Kita

- Tujuh Cara untuk Melindungi Pernikahan Anda dari Kejatuhan Moral

- Lima Resolusi Tahun Baru untuk Pemimpin Kristen

- Dalam memberi kita menerima

- Mengapa Allah mengizinkan rasa sakit?

- Pertobatan yang Sejati dan yang Palsu - 2

- Pertobatan yang Sejati dan yang Palsu - 1

- Bagaimana Menghindari Daya Tarik yang Fatal?

- Apakah Anda Masih Tidur dan Beristirahat?

- Bagaimana Memaafkan Orang yang telah Menyakiti Kita

- Cara Yesus Menyembuhkan

- Bagaimana Menangani Amarah?

- Apakah Anda masih dikagumkan dengan Alkitab?

- Kemunduran Agama, Salah Siapa?

- Bagaimana Meminta Pemulihanan dari Allah?

- Yesus Tidak Takut disalah-pahami

- Bagaimana Menangani Keraguan?

- Apakah Kita Terlalu Banyak Bicara?

- Kita Perlu Memperlambat Pekerjaan Kita

- Maut Harus Dialami Setiap Hari

- Penderitaan itu Milik Siapa?

- Melayani Orang yang Mengalami Krisis Pribadi

- Cara Tuhan Bekerja

- Logika yang Sederhana

- Mengapa orang-orang berteriak?

- Paskah: Pengadilan Yesus

- Ahhhh... akhirnya engkau mengerti

- Rencana Sempurna dari Iblis

- Bila aku adalah Iblis

- Ingat Bebek Itu

- Apakah Gubuk-mu Terbakar?

- Kehidupan Lebih dari Apa yang Tampak

- Potret Seorang Anak

- Yesus Seorang Pecundang

- Suatu Kelahiran yang Tidak Diperhatikan

- Mentalitas Seorang yang Besar

- Pendidikan Tanpa Hikmat Tidak Ada Artinya

- Menanti Hari Itu

- Yesus dan Agama Lain

- Anda Ada Bukan Karena Kebetulan

- Takut akan Tuhan

- Celana Basah

- Perlakukan Orang Lain dengan Baik

- Kualitas Seorang Pemimpin

- Mengapa Orang Kristen Tidak Bertumbuh?

- Mengasihi Teman Sekamar Saya, mungkinkah?

- Hikmat Secangkir Kopi Panas

- Kehidupan Rohani ibarat Maraton

- Push-Up dan Donut

- 5 Alat Untuk Pertumbuhan Rohani

- 5 Roti dan 2 Ikan

- Adakah Hari Esok Bagimu?

- Apa artinya Natal?

- Apakah Anda Luput dari Kesalahan?

- Apakah Semua yang Meminta akan Mendapatkan?

- Apa Resolusi Tahun Baru Anda?

- Apa yang Akan Kau Minta dari Tuhan?

- "Ayo, kita gereja di Starbuck aje deh!"

- Bagaimana Mengetahui Kehendak Tuhan?

- Berdiam diri di dalam Tuhan - Sumber Kekuatan Sejati

- Cara untuk Mengembangkan Sukacita

- Calon Pendeta yang Pasti ditolak Gereja

- Dampak Pengampunan

- Dengarkan Tuhan Bukan Diri Kita Sendiri

- Di Manakah Tuhan?

- Doa Seorang Nabi Kecil

- Dunia Kita yang Penuh Kata-kata

- Empat Istri

- Hanya Ketidak-Sempurnaan yang Tidak Dapat Menolerir Ketidak-Sempurnaan

- Hari Ini

- Jangan Lupa Paspor dan Tiket Pesawat Anda

- Jangan Menilai Buku dari Sampulnya

- Janganlah Kamu Menghakimi

- Kebaikan dan Kebesaran

- Keheningan

- Ketidak-percayaan Kita

- Kita Tidak Cukup Rendah

- Lepaskan Dulu

- Takut akan Maut

- Kapan Malam Berakhir?

- Kejujuran Tidak Pernah Merugikan

- Kekurangan Orang Lain Harus Ditanggung Dalam Kasih

- Kerendahan Hati, Benar dan Palsu

- Kunci menaati Perintah Tuan Empunya Tuaian

- Mukjizat Natal - Kisah-kisah Nyata

- Menara Api di tengah Kegelapan Dunia

- Mengalahkan Kejahatan dengan Kebaikan, Mungkinkah?

- Mengasihi Seperti Diri Sendiri

- Menggerakkan Orang Lewat Doa

- Natal, Musim untuk Berbuat Baik?

- Nilai sebuah Kehidupan

- Orang yang Melukai kita Harus Dikasihi dan Disambut sebagai Tangan Tuhan

- Pendeta diabaikan di Gerejanya Sendiri

- Pengaruh Kristus

- Pengkhotbah yang Populer

- Pentingnya Pergumulan

- Pentingnya Sikap

- Peraturan Umum Dalam Penggunaan Waktu dan Hidup Kudus

- Percakapan antara Orang Kudus dan Filsuf

- Peringatan tentang Mendambakan Keberhasilan Spiritual

- Persahabatan dengan 'Musuh'

- Praktik lawan Ucapan

- Rangkulan Seorang Bayi

- Resiko seorang Hamba Tuhan

- Salib dan Si Aku

- Salib, Sumber Kegembiraan Kita

- Satu Kisah Cinta

- Sejauh Manakah Anda Rela Melangkah untuk Tuhan?

- Sekilas Hikmat dari Billy Graham

- Sensitivitas kepada Teguran adalah Tanda Pasti bahwa kita Membutuhkannya

- Sesungguhnya Buta

- Setinggi-tingginya Tupai Melompat

- Siapa Bilang Tidak Ada Sinterklas?

- Tidak semua hal dapat dilihat dengan mata

- Tujuan Ciptaan Baru

- Warisan Pengampunan

- Yang Paling Diberkati

- Yang Sudah Berlalu

Copyright 2002-2014. Semua materi di situs ini adalah milik eksklusif Cahaya Pengharapan Ministries.
E-mail kami untuk mendapatkan izin untuk menggunakan materi di situs ini.
Best viewed with IE6.0 and 1024 by 768 resolution.