| Saran & Komentar | updated on 07 January 2009

Menerangi Jalan Anda Menuju Allah Sumber Pengharapan

Halaman Utama

 | Tentang Kami

 | Hubungi Kami

 | Dapatkan Buletin Gratis di sini! 

Sumber Damai

Khotbah/PA


Inspirasi

Artikel/Renungan

Kesaksian Hidup


Pelatihan

Discipleship Trainings


Lain-Lain...

Siaran Mandarin Fu Yin Dian Tai

Bible Study (P.A)

Buku-buku Terbitan

Buletin Gratis!

Lagu dan Film

Celana Basah

Mari bersama saya melihat ruangan kelas tiga.

Ada seorang anak berumur sembilan tahun duduk di kursi nya dan tiba-tiba, ada genangan air diantara kakinya dan bagian depan dari celananya basah.

Dia berpikir jantungnya akan berhenti berdetak karena dia tidak dapat berpikir bagaimana ini bisa terjadi.

Ini tidak pernah terjadi sebelumnya, dan dia tahu ketika teman-temannya mengetahui hal ini dia tidak akan berhenti mendengar olok-olokan temannya.

Ketika teman perempuannya tahu, mereka tidak akan berbicara dengannya selama dia hidup.
 
Anak laki-laki itu percaya jantungnya akan berhenti berdetak. Dia menundukkan kepalanya dan berdoa, "Tuhan, ini sangat penting! Saya membutuhkan bantuan sekarang! Lima menit lagi saya akan mati."
  
Dia menengadahkan kepalanya setelah berdoa dan dia melihat gurunya dengan pandangan matanya seolah-olah sudah mengetahui apa yang sudah terjadi. Ketika gurunya berjalan menuju dia, teman sekelasnya yang bernama Susie sedang membawa mangkok ikan mas yang penuh berisi air. Susie jatuh di depan gurunya dan dengan tidak dapat dijelaskan dia menjatuhkan mangkok air itu pada pangkuan anak laki-laki itu.
 
Anak laki-laki itu berpura-pura marah, tetapi dia berkata di dalam hatinya terus menerus, "Terima kasih Tuhan! Terima kasih, Tuhan!"

Sekarang secara tiba-tiba, selain menjadi obyek yang dipermalukan, anak laki-laki itu menjadi obyek simpati. Gurunya dengan segera turun ke bawah dan memberikan dia celana pendek olah raga untuk dipakainya sambil menunggu celananya kering. Anak-anak lainnya membantu membersihkan di sekeliling mejanya. Simpati itu luar biasa. Tetapi rasa malu yang seharusnya dia tanggung telah ditransfer ke orang lain  - Susie.
 
Susie mencoba membantu,  tetapi mereka berkata kepadanya untuk pergi. Kamu jangan membantu, kamu ceroboh!'

Akhirnya, pada saat pulang sekolah,  ketika mereka menunggu bis, anak laki-laki itu berjalan ke Susie dan berbisik,

"Engkau melakukan itu dengan sengaja, kan?"

Susie berbisik, "Saya juga pernah membasahi celana-ku .'

Semoga Tuhan membantu kita untuk melihat kesempatan yang selalu ada disekeliling kita untuk melakukan kebaikan sekalipun kita sendiri harus rugi.

[Download]


Sulit dibaca? Ganti ukuran huruf di sini.

Standard
Besar
Terbesar

Artikel:

- Suatu Kelahiran yang Tidak Diperhatikan

- Mentalitas Seorang yang Besar

- Pendidikan Tanpa Hikmat Tidak Ada Artinya

- Menanti Hari Itu

- Yesus dan Agama Lain

- Anda Ada Bukan Karena Kebetulan

- Takut akan Tuhan

- Celana Basah

- Perlakukan Orang Lain dengan Baik

- Kualitas Seorang Pemimpin

- Mengapa Orang Kristen Tidak Bertumbuh?

- Mengasihi Teman Sekamar Saya, mungkinkah?

- Hikmat Secangkir Kopi Panas

- Kehidupan Rohani ibarat Maraton

- Push-Up dan Donut

- 5 Alat Untuk Pertumbuhan Rohani

- 5 Roti dan 2 Ikan

- Adakah Hari Esok Bagimu?

- Apa artinya Natal?

- Apakah Anda Luput dari Kesalahan?

- Apakah Semua yang Meminta akan Mendapatkan?

- Apa Resolusi Tahun Baru Anda?

- Apa yang Akan Kau Minta dari Tuhan?

- "Ayo, kita gereja di Starbuck aje deh!"

- Bagaimana Mengetahui Kehendak Tuhan?

- Berdiam diri di dalam Tuhan - Sumber Kekuatan Sejati

- Cara untuk Mengembangkan Sukacita

- Calon Pendeta yang Pasti ditolak Gereja

- Dampak Pengampunan

- Dengarkan Tuhan Bukan Diri Kita Sendiri

- Di Manakah Tuhan?

- Doa Seorang Nabi Kecil

- Dunia Kita yang Penuh Kata-kata

- Empat Istri

- Hanya Ketidak-Sempurnaan yang Tidak Dapat Menolerir Ketidak-Sempurnaan

- Hari Ini

- Jangan Lupa Paspor dan Tiket Pesawat Anda

- Jangan Menilai Buku dari Sampulnya

- Janganlah Kamu Menghakimi

- Kebaikan dan Kebesaran

- Keheningan

- Ketidak-percayaan Kita

- Kita Tidak Cukup Rendah

- Lepaskan Dulu

- Takut akan Maut

- Kapan Malam Berakhir?

- Kejujuran Tidak Pernah Merugikan

- Kekurangan Orang Lain Harus Ditanggung Dalam Kasih

- Kerendahan Hati, Benar dan Palsu

- Kunci menaati Perintah Tuan Empunya Tuaian

- Mukjizat Natal - Kisah-kisah Nyata

- Menara Api di tengah Kegelapan Dunia

- Mengalahkan Kejahatan dengan Kebaikan, Mungkinkah?

- Mengasihi Seperti Diri Sendiri

- Menggerakkan Orang Lewat Doa

- Natal, Musim untuk Berbuat Baik?

- Nilai sebuah Kehidupan

- Orang yang Melukai kita Harus Dikasihi dan Disambut sebagai Tangan Tuhan

- Pendeta diabaikan di Gerejanya Sendiri

- Pengaruh Kristus

- Pengkhotbah yang Populer

- Pentingnya Pergumulan

- Pentingnya Sikap

- Peraturan Umum Dalam Penggunaan Waktu dan Hidup Kudus

- Percakapan antara Orang Kudus dan Filsuf

- Peringatan tentang Mendambakan Keberhasilan Spiritual

- Persahabatan dengan 'Musuh'

- Praktik lawan Ucapan

- Rangkulan Seorang Bayi

- Resiko seorang Hamba Tuhan

- Salib dan Si Aku

- Salib, Sumber Kegembiraan Kita

- Satu Kisah Cinta

- Sejauh Manakah Anda Rela Melangkah untuk Tuhan?

- Sekilas Hikmat dari Billy Graham

- Sensitivitas kepada Teguran adalah Tanda Pasti bahwa kita Membutuhkannya

- Sesungguhnya Buta

- Setinggi-tingginya Tupai Melompat

- Siapa Bilang Tidak Ada Sinterklas?

- Tidak semua hal dapat dilihat dengan mata

- Tujuan Ciptaan Baru

- Warisan Pengampunan

- Yang Paling Diberkati

- Yang Sudah Berlalu

Copyright 2003-2007. Semua materi di situs ini adalah milik eksklusif Cahaya Pengharapan Ministries.
E-mail kami untuk mendapatkan izin untuk menggunakan materi di situs ini.
Best viewed with IE6.0 and 1024 by 768 resolution.