|
| Saran & Komentar | updated on 16 April 2012 |
|||||||
|
CahayaPengharapanMinistries Menerangi Jalan Anda Menuju Allah Sumber Pengharapan |
|||||||
|
|
|||||||
|
Billy Graham: Penyesalan dan Himbauannya Elsie C.
Dalam wawancara terbaru bersama Christianity Today, Billy Graham ditanya apakah ada hal yang akan ia lakukan secara berbeda, jika ia diberi kesempatan lagi. Penginjil besar zaman ini, yang sekarang sudah berusia 92 tahun berkata, "Saya akan meluangkan lebih banyak waktu bersama keluarga, lebih banyak belajar dan lebih sedikit berkhotbah." Dalam wawancara lewat email itu, Graham berkata, "Saya tidak akan menerima begitu banyak undangan khotbah, termasuk beberapa hal yang saya lakukan selama bertahun-tahun yang sebetulnya tidak perlu saya lakukan - hal-hal seperti memimpin acara pernikahan, pemakaman dan dedikasi gedung. Setiap kali saya memberi konseling kepada orang yang terpanggil untuk menjadi penginjil, saya selalu mendorong mereka untuk berhati-hati dengan waktu mereka dan jangan merasa bahwa mereka harus melakukan semuanya." Graham berkata dia "diherankan" dan bersyukur dengan keberhasilan global Kekristenan Injili, namun ia mengingatkan mereka yang mengikuti jejaknya untuk berhati-hati. Menurut Graham, sukses itu selalu merbahaya, dan kita perlu untuk berhati-hati dan menghindar dari menjadi korban keberhasilan kita sendiri. Apakah kita akan mempengaruhi dunia untuk Kristus, atau akankah dunia yang mempengaruhi kita? Menurut Graham, permasalahan di zaman kita bukanlah ekonomi atau politik atau sosial, walalupun semuanya itu penting. Persoalan sentral di zaman kita bersifat moral dan spiritual, dan panggilan kita adalah untuk mendeklarasikan pengampunan, pengharapan dan kuasa transformasi Kristus kepada dunia yang tidak mengenal atau mengikuti dia. Ia mengingatkan kita, orang-orang percaya, untuk tidak pernah lupa akan hal ini. Tentang hari tuanya, Graham berkata, "Saya tidak dapat dengan jujur berkata bahwa saya senang menjadi tua, contohnya - tidak dapat melakukan banyak hal yang sudah terbiasa saya lakukan; lebih banyak mengandalkan orang lain, dan mengalami tantangan-tantangan jasmani yang saya tahu semakin hari akan menjadi semakin parah." Namun, nasehatnya kepada orang yang semakin tua dan tak berdaya adalah untuk menerima setiap hari sebagai suatu anugerah dari Allah dan untuk memfokuskan pada kekekalan bukan saja masa kini. "Dunia dengan segala penderitaan, beban dan rasa sakit ini, bukanlah rumah kita yang terakhir. Jika kita mengenal Kristus, kita tahu bahwa kita mempunyai " suatu warisan yang tidak akan luput, binasa atau hilang - yang tersedia di surga bagi kita" (1 Pet.1.4). Saya tahu tidak akan lama sebelum saya ke sana, dan saya merindukan hari itu. Surga memberikan kita pengharapan, dan membuat beban di hari ini lebih mudah untuk ditanggung." Nasehatnya kepada orang muda adalah untuk bertanggungjawab ke atas orangtua mereka yang semakin meningkat usia mereka dan "bersabar dalam menangani mereka." Graham berkata, "Mereka mungkin tidak dapat melakukan segala sesuatu yang dapat mereka lakukan dulunya, tapi itu tidak berarti mereka sama sekali tidak berdaya atau tidak mampu. Dan bersikap pekalah pada kebutuhan-kebutuhan mereka - termasuk kebutuhan spiritual dan emosional. Ada kalanya, mereka hanya perlu mengetahui bahwa Anda ada di situ dan Anda peduli." "Ada kalanya saya melihat anak-anak menjadi tidak sensitif dan bertindak sewenang-wenangnya dalam menangani orang tua mereka, dan itu hanya akan menimbulkan kesebalan dan perasaan tidak enak." "Namun, di sisi lain, mungkin perlu untuk anak-anak campur tangan dan memaksa orang tua untuk menyerahkan kunci mobil atau membiarkan Anda mengurus keuangan mereka, atau mengatur untuk mereka tinggal di tempat di mana mereka mendapatkan perawatan yang lebih bagus. Mereka mungkin akan menolak, dan Anda perlu menempatkan diri Anda di dalam posisi mereka dan memahami gejolak yang akan diakibatkan oleh perubahan-perubahan ini. Tapi, mereka sangat perlu untuk menyadari bahwa Anda melakukan semua itu karena Anda mengasihi mereka dan menginginkan yang terbaik bagi mereka." Yang terakhir, Graham juga mengungkapkan penyesalannya karena tidak menjauhkan diri dari politik. Graham dekat dengan banyak Presiden Amerika Serikat termasuk Richard Nixon, George Bush dan juga baru-baru ini Barack Obama mengunjunginya di kediamannya. Saat bertemu Obama, Graham berkata, "Saya menjauhkan diri dari politik sekarang." Dan Obama menjawab, "Saya harap saya juga bisa begitu!" Di dalam wawancara lewat email ini, Graham mengungkapkan lagi pandangannya tentang hal ini, "Saya bersyukur untuk kesempatan-kesempatan yang Allah berikan kepada saya untuk melayani orang-orang yang berada di puncak kekuasaan; mereka juga punya kebutuhan-kebutuhan pribadi dan spiritual sama seperti setiap orang lain, dan seringkali mereka tidak punya teman bicara. Tapi memandang ke belakang, saya tahu ada kalanya saya telah melewati batas, dan hal itu tidak akan saya lakukan sekarang." (Artikel berdasarkan wawancara email Christianity Today dengan Billy Graham. Wawancara bisa dibaca di sini) |
Sulit dibaca? Ganti ukuran huruf di sini.
Artikel: - Apakah berdoa itu suatu beban? - Bagaimana memuliakan Allah di tempat kerja? - Apakah Anda bekerja untuk Allah atau bersamaNya? - Saya suka Kristus Anda. Tapi saya tidak suka dengan orang Kristen Anda - Doa Santo Francis dari Asisi - Bagaimana Anda tidak dapat menjadi Anak Allah - Dipimpin oleh kehendak Allah - Allah bukanlah sebongkah kayu - Kita bukan konsumen. Kita adalah manusia - Allah menanggapi Anda dengan serius - Segenap hati, jiwa, pikiran dan kekuatan kita telah ditebus - Lukisan Last Supper oleh Leonardo Da Vinci - Pesan seorang ateis bagi kita - Semuanya langsung tunduk, kecuali manusia - Sebelum mereka memanggil, Aku sudah menjawabnya. - Billy Graham: Penyesalan dan Himbauannya - Apa yang harusnya menjadi tekad tahun baru orang Kristen? - Natal - Apakah yang menjadikannya penting? - Gereja Eksis bukan untuk Kepentingan Anggotanya - Perbedaan bukan berarti perpecahan - Apakah Anda datang ke gereja sebagai konsumen? - Apakah gereja benar-benar perlu bagi orang Kristen? - Apakah kita kerabatnya Tuhan? - Mengapa seringkali kita menjadi orang bodoh? - Hati yang terarah pada Surga - Bagaimana kita dapat melakukan kehendak Tuhan? - Tuhan, apakah yang harus kuperbuat? - Bagaimana mengenal pengajar dan nabi palsu? - Andai aku dapat menghentikan satu hari merana - Di mana ada kasih, di situlah Allah ada - Ciri orang yang menghayati doa - Bagaimana menangani kekhawatiran? - Memahami Hukum Taurat dalam Terang Roh - Bagaimana Kebenaran Memerdekakan? - Kamu akan Mengetahui Kebenaran - Jangan Kuatir... Kristus Telah Bangkit! - Bagaimana Menjadi Seorang Pembangun Umat? - Waspadalah Terhadap Roh Pasif - Mengapa Kita Berdoa Sebelum Makan? - Apakah Hari Sabat Diciptakan untuk Manusia? - Bagaimana Mengendalikan Amarah Kita - Tujuh Cara untuk Melindungi Pernikahan Anda dari Kejatuhan Moral - Lima Resolusi Tahun Baru untuk Pemimpin Kristen - Mengapa Allah mengizinkan rasa sakit? - Pertobatan yang Sejati dan yang Palsu - 2 - Pertobatan yang Sejati dan yang Palsu - 1 - Bagaimana Menghindari Daya Tarik yang Fatal? - Apakah Anda Masih Tidur dan Beristirahat? - Bagaimana Memaafkan Orang yang telah Menyakiti Kita - Apakah Anda masih dikagumkan dengan Alkitab? - Kemunduran Agama, Salah Siapa? - Bagaimana Meminta Pemulihanan dari Allah? - Yesus Tidak Takut disalah-pahami - Bagaimana Menangani Keraguan? - Apakah Kita Terlalu Banyak Bicara? - Kita Perlu Memperlambat Pekerjaan Kita - Maut Harus Dialami Setiap Hari - Penderitaan itu Milik Siapa? - Melayani Orang yang Mengalami Krisis Pribadi - Mengapa orang-orang berteriak? - Ahhhh... akhirnya engkau mengerti - Kehidupan Lebih dari Apa yang Tampak - Suatu Kelahiran yang Tidak Diperhatikan - Mentalitas Seorang yang Besar - Pendidikan Tanpa Hikmat Tidak Ada Artinya - Anda Ada Bukan Karena Kebetulan - Perlakukan Orang Lain dengan Baik - Mengapa Orang Kristen Tidak Bertumbuh? - Mengasihi Teman Sekamar Saya, mungkinkah? - Kehidupan Rohani ibarat Maraton - 5 Alat Untuk Pertumbuhan Rohani - Apakah Anda Luput dari Kesalahan? - Apakah Semua yang Meminta akan Mendapatkan? - Apa Resolusi Tahun Baru Anda? - Apa yang Akan Kau Minta dari Tuhan? - "Ayo, kita gereja di Starbuck aje deh!" - Bagaimana Mengetahui Kehendak Tuhan? - Berdiam diri di dalam Tuhan - Sumber Kekuatan Sejati - Cara untuk Mengembangkan Sukacita - Calon Pendeta yang Pasti ditolak Gereja - Dengarkan Tuhan Bukan Diri Kita Sendiri - Dunia Kita yang Penuh Kata-kata - Hanya Ketidak-Sempurnaan yang Tidak Dapat Menolerir Ketidak-Sempurnaan - Hari Ini - Jangan Lupa Paspor dan Tiket Pesawat Anda - Jangan Menilai Buku dari Sampulnya - Kejujuran Tidak Pernah Merugikan - Kekurangan Orang Lain Harus Ditanggung Dalam Kasih - Kerendahan Hati, Benar dan Palsu - Kunci menaati Perintah Tuan Empunya Tuaian - Mukjizat Natal - Kisah-kisah Nyata - Menara Api di tengah Kegelapan Dunia - Mengalahkan Kejahatan dengan Kebaikan, Mungkinkah? - Mengasihi Seperti Diri Sendiri - Menggerakkan Orang Lewat Doa - Natal, Musim untuk Berbuat Baik? - Orang yang Melukai kita Harus Dikasihi dan Disambut sebagai Tangan Tuhan - Pendeta diabaikan di Gerejanya Sendiri - Peraturan Umum Dalam Penggunaan Waktu dan Hidup Kudus - Percakapan antara Orang Kudus dan Filsuf - Peringatan tentang Mendambakan Keberhasilan Spiritual - Salib, Sumber Kegembiraan Kita - Sejauh Manakah Anda Rela Melangkah untuk Tuhan? - Sekilas Hikmat dari Billy Graham - Sensitivitas kepada Teguran adalah Tanda Pasti bahwa kita Membutuhkannya - Setinggi-tingginya Tupai Melompat - Siapa Bilang Tidak Ada Sinterklas? |
|||||
|
Copyright 2003-2012. Semua materi di situs ini
adalah milik eksklusif Cahaya Pengharapan Ministries. |
|||||||