|
| Saran & Komentar | updated on 05 March 2010 |
|||||||
|
CahayaPengharapanMinistries Menerangi Jalan Anda Menuju Allah Sumber Pengharapan |
|||||||
|
|
|||||||
|
Berdiam diri di dalam Tuhan - Sumber Kekuatan Sejati Oleh Fenelon (Renungan singkat dari Fenelon dalam menjawab pertanyaan seorang saudara yang berkonseling kepadanya) Dalam hal berbuat sesuatu bagi Tuhan, Anda akan menemukan bahwa cita-cita, semangat berapi-api, perencanaan yang teliti dan kemampuan untuk mengungkapkan diri dengan baik tidaklah begitu penting. Hal yang terpenting adalah penyerahan yang mutlak kepada Tuhan. Anda dapat melakukan apa saja yang Ia mau Anda lakukan jika Anda berjalan di dalam terang yang muncul dari penyerahan diri yang sepenuhnya kepada Dia. Hidup dengan cara yang ini melibatkan kematian yang terus menerus, hal yang sangat sedikit diketahui orang. Tetapi hanya di dalam posisi inilah Anda dapat sesungguhnya efektif bagi Tuhan. Sepatah kata yang diucapkan kepada orang lain dari posisi ini akan dapat mengubah keadaan. Saat Anda berbicara dari posisi penyerahan total kepada Tuhan, yang berbicara sebenarnya adalah Roh Tuhan, dan kata-kata yang Anda ucapkan tidak akan kehilangan sedikit pun dari kekuatan dan otoritas yang berasal dari-Nya. Mungkin yang diucapkan hanya satu kata - tapi kata itu menerangi, membujuk, memberkati dan menggerakkan orang itu untuk bertindak. Dalam keadaan ini walaupun kita belum berkata apa-apa dari diri kita sendiri, tetapi kita sudah berhasil. Di sisi lain, jika manusia lama ini diizinkan beraksi, kita akan selama-lamanya berbicara. Kita mendiskusikan seribu satu kemungkinan. Kita akan selalu merasa bahwa kita belum cukup banyak memberi nasihat atau belum cukup berbuat sesuatu. Kita merasa marah, gelisah, lelah, tak terfokus, dan pada akhirnya tidak mencapai apa-apa. Saya mengatakan ini karena saya memperhatikan satu kecenderungan di dalam diri Anda untuk berbicara tentang masalah dan bukannya menyerahkan diri Anda kepada Tuhan dan menyerahkan segala sesuatu kepada Dia. Secara jasmaniah dan rohaniah adalah lebih bijaksana jika kita dengan tenang menempatkan segala sesuatu ke dalam tangan Tuhan. Anda tidak dapat mengubah manusia dari menjadi manusia. Manusia akan tetap lemah, sombong, tidak dapat diandalkan, tidak adil, munafik dan arogan. Dunia tetap akan duniawi. Dan Anda tidak dapat mengubahnya. Manusia akan selalu menuruti kecenderungan hati dan kebiasaannya. Dan karena Anda tidak dapat mengubah kepribadian mereka, tindakan yang paling bijaksana adalah untuk membiarkan saja mereka dan berusaha untuk menerima apa adanya. Janganlan mengizinkan diri Anda menjadi resah dan bingung saat Anda melihat orang bertindak tidak adil dan tidak wajar. Beristirahatlah di dalam pelukan Tuhan. Ia melihat semuanya lebih jelas dari Anda, namun Ia mengizinkannya. Jadi, lakukanlah apa yang Anda rasa Anda harus lakukan, dengan tenang dan diam dan janganlah khawatir tentang hal-hal yang lain. (Fenelon, atau nama penuhnya Francois de Salignac de La Mothe Fenelon, adalah Uskup Agung Cambrai di Perancis pada abad ke-17. Renungan singkat di atas diambil dari koleksi surat-suratnya) |
Sulit dibaca? Ganti ukuran huruf di sini.
Artikel: - Mengapa Kita Berdoa Sebelum Makan? - Apakah Hari Sabat Diciptakan untuk Manusia? - Bagaimana Mengendalikan Amarah Kita - Tujuh Cara untuk Melindungi Pernikahan Anda dari Kejatuhan Moral - Lima Resolusi Tahun Baru untuk Pemimpin Kristen - Mengapa Allah mengizinkan rasa sakit? - Pertobatan yang Sejati dan yang Palsu - 2 - Pertobatan yang Sejati dan yang Palsu - 1 - Bagaimana Menghindari Daya Tarik yang Fatal? - Apakah Anda Masih Tidur dan Beristirahat? - Bagaimana Memaafkan Orang yang telah Menyakiti Kita - Apakah Anda masih dikagumkan dengan Alkitab? - Kemunduran Agama, Salah Siapa? - Bagaimana Meminta Pemulihanan dari Allah? - Yesus Tidak Takut disalah-pahami - Bagaimana Menangani Keraguan? - Apakah Kita Terlalu Banyak Bicara? - Kita Perlu Memperlambat Pekerjaan Kita - Maut Harus Dialami Setiap Hari - Penderitaan itu Milik Siapa? - Melayani Orang yang Mengalami Krisis Pribadi - Mengapa orang-orang berteriak? - Ahhhh... akhirnya engkau mengerti - Kehidupan Lebih dari Apa yang Tampak - Suatu Kelahiran yang Tidak Diperhatikan - Mentalitas Seorang yang Besar - Pendidikan Tanpa Hikmat Tidak Ada Artinya - Anda Ada Bukan Karena Kebetulan - Perlakukan Orang Lain dengan Baik - Mengapa Orang Kristen Tidak Bertumbuh? - Mengasihi Teman Sekamar Saya, mungkinkah? - Kehidupan Rohani ibarat Maraton - 5 Alat Untuk Pertumbuhan Rohani - Apakah Anda Luput dari Kesalahan? - Apakah Semua yang Meminta akan Mendapatkan? - Apa Resolusi Tahun Baru Anda? - Apa yang Akan Kau Minta dari Tuhan? - "Ayo, kita gereja di Starbuck aje deh!" - Bagaimana Mengetahui Kehendak Tuhan? - Berdiam diri di dalam Tuhan - Sumber Kekuatan Sejati - Cara untuk Mengembangkan Sukacita - Calon Pendeta yang Pasti ditolak Gereja - Dengarkan Tuhan Bukan Diri Kita Sendiri - Dunia Kita yang Penuh Kata-kata - Hanya Ketidak-Sempurnaan yang Tidak Dapat Menolerir Ketidak-Sempurnaan - Hari Ini - Jangan Lupa Paspor dan Tiket Pesawat Anda - Jangan Menilai Buku dari Sampulnya - Kejujuran Tidak Pernah Merugikan - Kekurangan Orang Lain Harus Ditanggung Dalam Kasih - Kerendahan Hati, Benar dan Palsu - Kunci menaati Perintah Tuan Empunya Tuaian - Mukjizat Natal - Kisah-kisah Nyata - Menara Api di tengah Kegelapan Dunia - Mengalahkan Kejahatan dengan Kebaikan, Mungkinkah? - Mengasihi Seperti Diri Sendiri - Menggerakkan Orang Lewat Doa - Natal, Musim untuk Berbuat Baik? - Orang yang Melukai kita Harus Dikasihi dan Disambut sebagai Tangan Tuhan - Pendeta diabaikan di Gerejanya Sendiri - Peraturan Umum Dalam Penggunaan Waktu dan Hidup Kudus - Percakapan antara Orang Kudus dan Filsuf - Peringatan tentang Mendambakan Keberhasilan Spiritual - Salib, Sumber Kegembiraan Kita - Sejauh Manakah Anda Rela Melangkah untuk Tuhan? - Sekilas Hikmat dari Billy Graham - Sensitivitas kepada Teguran adalah Tanda Pasti bahwa kita Membutuhkannya - Setinggi-tingginya Tupai Melompat - Siapa Bilang Tidak Ada Sinterklas? |
|||||
|
Copyright 2003-2007. Semua materi di situs ini
adalah milik eksklusif Cahaya Pengharapan Ministries. |
|||||||