| Saran & Komentar | updated on 06 September 2010

Menerangi Jalan Anda Menuju Allah Sumber Pengharapan

Halaman Utama

  |  Tentang Kami

  |  Hubungi Kami

  |  Izin Pemakaian Materi 

  |  Dapatkan Buletin Gratis di sini! 

Sumber Damai

Khotbah/PA


Inspirasi

Artikel/Renungan

Kesaksian Hidup


Pelatihan

Discipleship Trainings


Lain-Lain...

Siaran Mandarin Fu Yin Dian Tai

Bible Study (P.A)

Buku-buku Terbitan

Buletin Gratis!

Lagu dan Film

Bagaimana Menjadi Seorang Pembangun Umat?

Rick Warren

Kita semua butuh orang yang bisa memberi kita tantangan pribadi, menolong kita menemukan dalam  hal apa kita memberi hasil yang terbaik, serta mendorong kita untuk mengerjakannya dengan baik.

Rick Warren

Sebagai pelayan Tuhan, Anda adalah seorang pembangun umat. Allah memakai Anda untuk menolong orang lain agar bisa menjadi sesuai dengan rencana Allah bagi mereka. Namun kemungkinan besar Anda tidak terlatih untuk menjalankannya. Bagaimana Anda  memunculkan yang terbaik dari dalam diri orang lain? Entah dia adalah jemaat awam di gereja Anda, pimpinan gereja yang sedang Anda bimbing, atau seorang staf gereja yang sedang Anda bantu untuk bertumbuh, Kemampuan Anda untuk membangun umat merupakan tugas inti  Anda. Malahan, kebutuhan Anda untuk menjadi seorang pembangun umat tidak berhenti di saat Anda telah meninggalkan peran pelayanan Anda. Anda juga perlu menjadi pembangun keluarga dan para sahabat Anda.

Keempat langkah berikut akan membantu Anda membangun umat dengan lebih efektif:

  1. Beri tantangan pribadi kepada orang-orang. Paulus melakukan hal ini di dalam Efesus 4:1, "Sebab itu aku menasihatkan kamu, aku, orang yang dipenjarakan karena Tuhan, supaya hidupmu sebagai orang-orang yang telah dipanggil berpadanan dengan panggilan itu." Dia menantang pembaca suratnya untuk membuat hidup mereka berarti. Mengapa? Kita semua perlukan suatu target, proyek ataupun visi yang menuntut kita mengerahkan kemampuan terbaik kita. Jemaat Anda butuh dikerah untuk memperjuangkan sesuatu atau mengejar suatu visi.

    Allah ingin agar kita dan jemaat kita memanfaatkan kekuatan dan kemampuan terbaik kita bagi Dia. Di tengah dunia yang sekuler ini, perencanaan karir, analisis temperamen serta tes kemampuan adalah bidang bisnis yang memberi keuntungan besar. Mengapa? Kita semua butuh orang yang bisa memberi kita tantangan pribadi, menolong kita menemukan dalam hal apa kita memberi hasil yang terbaik, serta mendorong kita untuk mengerjakannya dengan baik.

    Alkitab mengajarkan kita bahwa itulah hal yang seharusnya dilakukan oleh jemaat. Kita harus menjadi pembangun umat. Pokok ini harus selalu menjadi dasar pengajaran kita. Kita perlu menantang umat untuk hidup sesuai dengan rencana Allah. Apa yang dilakukan oleh kita dalam menantang orang untuk menggenapi rencana Allah?
  2. Beri mereka keyakinan penuh Paulus berkata dalam Roma 15:2-3 "Kita yang kuat, wajib menanggung kelemahan orang yang tidak kuat... untuk membangunnya" Paulus menyuruh kita untuk membangun orang lain dalam iman. Untuk bisa memunculkan yang terbaik dari dalam diri orang lain, kita perlu memberi mereka keyakinan penuh akan hal yang bisa Allah lakukan melalui mereka. Yesus melakukan hal ini pada Petrus. "Aku memberi kamu nama yang baru". Nama Petrus, yakni Petros, berarti  batu karang. Saat Yesus mengucapkan hal ini kepada Petrus, dia ini sama sekali bukanlah batu karang. Saat itu dia adalah orang yang gegabah, impulsif dan ceroboh! Namun Yesus berkata bahwa dia akan menjadi batu karang. Yesus tidak menyebutkan seperti apa keadaan Petrus sebelumnya; Yesus menyebutkan akan menjadi seperti apa Petrus nantinya.

    Setiap kali Anda mencap seseorang, Anda sedang membentuk orang tersebut. Jika Anda mencap jemaat Anda 'malas', 'tidak tertib' atau 'pemarah', maka hal-hal semacam itulah yang akan Anda dapatkan dari mereka. Jadi, bangunlah mereka. Allah melakukan hal ini pada Gideon. Dia menyebut Gideon 'Pahlawan yang gagah berani' padahal dia adalah orang paling penakut di kalangan umat Israel saat itu. Allah menyebut dia sebagai pahlawan yang gagah berani, dan Gideon memang benar-benar menjadi pemberani.

    1 Tesalonika 5:11 menyebutkan, "Karena itu nasihatilah seorang akan yang lain dan saling membangunlah kamu seperti yang memang kamu lakukan." Jika Anda ingin menjadi pembangun umat, maka Anda harus menjadi pendorong semangat yang baik. Bagaimana melakukannya? Ada tiga tips untuk itu:

    • Harus nyata - bukan sekadar sanjungan palsu.
    • Harus teratur. Sampaikan setiap saat
    • Harus bisa dipahami atau tepat. Sampaikan dengan persis hal apa yang sedang Anda bangkitkan di dalam diri orang tersebut.

    Kadang kala Anda mendengar orang berkata, "Kalau ada kesalahan, bos pasti mengumumkannya!" Jangan menjadi bos yang semacam itu; itu adalah kepemimpinan yang buruk.
  3. Berikan mereka bimbingan yang bijak. Anda tidak akan melihat kemajuan tanpa adanya proses belajar, dan tak ada proses belajar tanpa adanya umpan balik. Karena kita semua ini tidak sempurna, maka pandangan kita seringkali keliru. Kita perlu orang-orang yang akan menyatakan hal yang sebenarnya dengan jujur kepada kita.

    Amsal 27:17 menyebutkan, "Kita belajar dari sesama sebagaimana besi menajamkan besi." Kita akan bisa memunculkan yang terbaik dari dalam diri orang lain jika kita bersedia untuk bersikap jujur terhadap mereka. Pembangun umat harus cukup peduli untuk mengoreksi bahkan menegur.

    Ingat bahwa tindakan koreksi itu berdampak kuat dan bisa berbahaya. Koreksi yang dilakukan dengan benar akan membangun orang; koreksi yang dilakukan dengan keliru bisa melukai seseorang seumur hidupnya.

    Apakah yang membedakan antara koreksi yang benar dengan yang keliru? Sikap hati Anda saat melakukan koreksi. Jika sikap hati Anda seperti ini: "Aku hanya sekadar menunjukkan apa kesalahanmu," maka itu salah. Orang tidak butuh dibeberkan kesalahannya. Kebanyakan dari kita cukup sadar akan apa kesalahan kita. Tujuan Anda seharusnya adalah untuk mendorong mereka untuk mengubah perilaku mereka dan bukan sekadar mengecam mereka. Efesus 4:15 menyebutkan, "teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih."
  4. Beri mereka penghargaan yang sepenuhnya Untuk menjadi pembangun umat, Anda perlu berikan pujian atas pertumbuhan dan perubahan yang Anda lihat terjadi di dalam diri mereka. Saya memasang plakat di kantor saya, plakat itu berbunyi, "Allah bisa mengerjakan hal-hal yang luar biasa melalui orang yang tidak peduli siapa yang akan menerima penghargaan." Itu adalah bagian dari hal membangun umat. Umumnya kita cenderung berbagi kesalahan sambil menyimpan penghargaan bagi diri kita sendiri.

    Sebagai seorang pendeta, Anda akan menerima banyak pujian jika segala sesuatu brjalan dengan baik (dan banyak kecaman jika hal sebaliknya yang terjadi). Hal ini wajar. Namun jika nanti ada orang yang memuji Anda atas sesuatu hal baik yang terjadi di gereja (pertumbuhan jemaat, peristiwa yang berdampak luas, atau yang serupa itu), cari siapa yang layak menerima penghargaan itu dan berikanlah kepada mereka. Itulah kepemimpinan. Dengan cara itu pulalah Anda akan membangun para pemimpin jemaat. Jika Anda terus saja memonopoli penghargaan atas hal-hal baik yang terjadi di gereja, akan sangat wajar jika nantinya Anda akan mengalami kesukaran dalam mempertahankan para pemimpin jemaat.

Penerapan keempat prinsip itu menuntut usaha keras. Saya tidak akan mempermanis kenyataan. Selalu ada harga yang harus dibayar untuk menjadi pembangun umat. Pengorbanan, usaha, uang dan tenaga - dan pada ujungnya adalah pengorbanan privasi Anda. Dan yang terutama, hal ini akan menggempur keegoisan Anda. Anda tidak bisa bersikap egois jika ingin menjadi pembangun umat.

Lalu mengapa Anda harus membangun umat? Karena itulah yang telah Allah perbuat untuk Anda. Allah telah begitu baik kepada Anda; maka Anda juga harus baik terhadap orang lain. Lakukanlah hal ini sebagai tanggapan Anda akan semua hal baik yang telah Allah perbuat bagi Anda. Saya ingin menantang Anda untuk menggunakan segenap sisa waktu pelayanan Anda - dan itu berarti sisa hidup Anda - sebagai pembangun umat. Fokuskanlah pelayanan Anda pada usaha membantu orang lain agar menjadi sesuai dengan rencana panggilan Allah bagi mereka. Itulah pekerjaan para gembala; itulah pekerjaan para pendeta.

Saya tidak bisa membayangkan cara lain yang lebih baik untuk menghabiskan sisa hidup saya.

[Download]


Sulit dibaca? Ganti ukuran huruf di sini.

Standard
Besar
Terbesar

Artikel:

- Dosa Kelalaian

- Doa Seorang Anak

- Andai aku dapat menghentikan satu hari merana

- Di mana ada kasih, di situlah Allah ada

- Anggaplah hari itu sia-sia

- Tidak Berarti di Mata Dunia

- Ciri orang yang menghayati doa

- Bagaimana menangani kekhawatiran?

- Rahasia Doa

- Memahami Hukum Taurat dalam Terang Roh

- Bagaimana Kebenaran Memerdekakan?

- Kamu akan Mengetahui Kebenaran

- Jangan Kuatir... Kristus Telah Bangkit!

- Bagaimana Menjadi Seorang Pembangun Umat?

- Waspadalah Terhadap Roh Pasif

- Mengapa Kita Berdoa Sebelum Makan?

- Apakah Hari Sabat Diciptakan untuk Manusia?

- Orang-orang Kristen itu

- Bagaimana Mengendalikan Amarah Kita

- Tujuh Cara untuk Melindungi Pernikahan Anda dari Kejatuhan Moral

- Lima Resolusi Tahun Baru untuk Pemimpin Kristen

- Dalam memberi kita menerima

- Mengapa Allah mengizinkan rasa sakit?

- Pertobatan yang Sejati dan yang Palsu - 2

- Pertobatan yang Sejati dan yang Palsu - 1

- Bagaimana Menghindari Daya Tarik yang Fatal?

- Apakah Anda Masih Tidur dan Beristirahat?

- Bagaimana Memaafkan Orang yang telah Menyakiti Kita

- Cara Yesus Menyembuhkan

- Bagaimana Menangani Amarah?

- Apakah Anda masih dikagumkan dengan Alkitab?

- Kemunduran Agama, Salah Siapa?

- Bagaimana Meminta Pemulihanan dari Allah?

- Yesus Tidak Takut disalah-pahami

- Bagaimana Menangani Keraguan?

- Apakah Kita Terlalu Banyak Bicara?

- Kita Perlu Memperlambat Pekerjaan Kita

- Maut Harus Dialami Setiap Hari

- Penderitaan itu Milik Siapa?

- Melayani Orang yang Mengalami Krisis Pribadi

- Cara Tuhan Bekerja

- Logika yang Sederhana

- Mengapa orang-orang berteriak?

- Paskah: Pengadilan Yesus

- Ahhhh... akhirnya engkau mengerti

- Rencana Sempurna dari Iblis

- Bila aku adalah Iblis

- Ingat Bebek Itu

- Apakah Gubuk-mu Terbakar?

- Kehidupan Lebih dari Apa yang Tampak

- Potret Seorang Anak

- Yesus Seorang Pecundang

- Suatu Kelahiran yang Tidak Diperhatikan

- Mentalitas Seorang yang Besar

- Pendidikan Tanpa Hikmat Tidak Ada Artinya

- Menanti Hari Itu

- Yesus dan Agama Lain

- Anda Ada Bukan Karena Kebetulan

- Takut akan Tuhan

- Celana Basah

- Perlakukan Orang Lain dengan Baik

- Kualitas Seorang Pemimpin

- Mengapa Orang Kristen Tidak Bertumbuh?

- Mengasihi Teman Sekamar Saya, mungkinkah?

- Hikmat Secangkir Kopi Panas

- Kehidupan Rohani ibarat Maraton

- Push-Up dan Donut

- 5 Alat Untuk Pertumbuhan Rohani

- 5 Roti dan 2 Ikan

- Adakah Hari Esok Bagimu?

- Apa artinya Natal?

- Apakah Anda Luput dari Kesalahan?

- Apakah Semua yang Meminta akan Mendapatkan?

- Apa Resolusi Tahun Baru Anda?

- Apa yang Akan Kau Minta dari Tuhan?

- "Ayo, kita gereja di Starbuck aje deh!"

- Bagaimana Mengetahui Kehendak Tuhan?

- Berdiam diri di dalam Tuhan - Sumber Kekuatan Sejati

- Cara untuk Mengembangkan Sukacita

- Calon Pendeta yang Pasti ditolak Gereja

- Dampak Pengampunan

- Dengarkan Tuhan Bukan Diri Kita Sendiri

- Di Manakah Tuhan?

- Doa Seorang Nabi Kecil

- Dunia Kita yang Penuh Kata-kata

- Empat Istri

- Hanya Ketidak-Sempurnaan yang Tidak Dapat Menolerir Ketidak-Sempurnaan

- Hari Ini

- Jangan Lupa Paspor dan Tiket Pesawat Anda

- Jangan Menilai Buku dari Sampulnya

- Janganlah Kamu Menghakimi

- Kebaikan dan Kebesaran

- Keheningan

- Ketidak-percayaan Kita

- Kita Tidak Cukup Rendah

- Lepaskan Dulu

- Takut akan Maut

- Kapan Malam Berakhir?

- Kejujuran Tidak Pernah Merugikan

- Kekurangan Orang Lain Harus Ditanggung Dalam Kasih

- Kerendahan Hati, Benar dan Palsu

- Kunci menaati Perintah Tuan Empunya Tuaian

- Mukjizat Natal - Kisah-kisah Nyata

- Menara Api di tengah Kegelapan Dunia

- Mengalahkan Kejahatan dengan Kebaikan, Mungkinkah?

- Mengasihi Seperti Diri Sendiri

- Menggerakkan Orang Lewat Doa

- Natal, Musim untuk Berbuat Baik?

- Nilai sebuah Kehidupan

- Orang yang Melukai kita Harus Dikasihi dan Disambut sebagai Tangan Tuhan

- Pendeta diabaikan di Gerejanya Sendiri

- Pengaruh Kristus

- Pengkhotbah yang Populer

- Pentingnya Pergumulan

- Pentingnya Sikap

- Peraturan Umum Dalam Penggunaan Waktu dan Hidup Kudus

- Percakapan antara Orang Kudus dan Filsuf

- Peringatan tentang Mendambakan Keberhasilan Spiritual

- Persahabatan dengan 'Musuh'

- Praktik lawan Ucapan

- Rangkulan Seorang Bayi

- Resiko seorang Hamba Tuhan

- Salib dan Si Aku

- Salib, Sumber Kegembiraan Kita

- Satu Kisah Cinta

- Sejauh Manakah Anda Rela Melangkah untuk Tuhan?

- Sekilas Hikmat dari Billy Graham

- Sensitivitas kepada Teguran adalah Tanda Pasti bahwa kita Membutuhkannya

- Sesungguhnya Buta

- Setinggi-tingginya Tupai Melompat

- Siapa Bilang Tidak Ada Sinterklas?

- Tidak semua hal dapat dilihat dengan mata

- Tujuan Ciptaan Baru

- Warisan Pengampunan

- Yang Paling Diberkati

- Yang Sudah Berlalu

Copyright 2003-2007. Semua materi di situs ini adalah milik eksklusif Cahaya Pengharapan Ministries.
E-mail kami untuk mendapatkan izin untuk menggunakan materi di situs ini.
Best viewed with IE6.0 and 1024 by 768 resolution.