|
| Saran & Komentar | updated on 06 September 2010 |
|||||||
|
CahayaPengharapanMinistries Menerangi Jalan Anda Menuju Allah Sumber Pengharapan |
|||||||
|
|
|||||||
|
Bagaimana Menjadi Seorang Pembangun Umat? Rick Warren Kita semua butuh orang yang bisa memberi kita tantangan pribadi,
menolong kita menemukan dalam hal apa kita memberi hasil yang terbaik,
serta mendorong kita untuk mengerjakannya dengan baik.
Keempat
langkah berikut akan membantu Anda membangun umat dengan lebih efektif:
Kadang kala Anda mendengar orang berkata, "Kalau ada kesalahan, bos pasti mengumumkannya!" Jangan menjadi bos yang semacam itu; itu adalah kepemimpinan yang buruk. Amsal 27:17 menyebutkan, "Kita belajar dari sesama sebagaimana besi menajamkan besi." Kita akan bisa memunculkan yang terbaik dari dalam diri orang lain jika kita bersedia untuk bersikap jujur terhadap mereka. Pembangun umat harus cukup peduli untuk mengoreksi bahkan menegur. Ingat bahwa tindakan koreksi itu berdampak kuat dan bisa berbahaya. Koreksi yang dilakukan dengan benar akan membangun orang; koreksi yang dilakukan dengan keliru bisa melukai seseorang seumur hidupnya. Apakah yang membedakan antara koreksi yang benar dengan yang keliru? Sikap hati Anda saat melakukan koreksi. Jika sikap hati Anda seperti ini: "Aku hanya sekadar menunjukkan apa kesalahanmu," maka itu salah. Orang tidak butuh dibeberkan kesalahannya. Kebanyakan dari kita cukup sadar akan apa kesalahan kita. Tujuan Anda seharusnya adalah untuk mendorong mereka untuk mengubah perilaku mereka dan bukan sekadar mengecam mereka. Efesus 4:15 menyebutkan, "teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih." Sebagai seorang pendeta, Anda akan menerima banyak pujian jika segala sesuatu brjalan dengan baik (dan banyak kecaman jika hal sebaliknya yang terjadi). Hal ini wajar. Namun jika nanti ada orang yang memuji Anda atas sesuatu hal baik yang terjadi di gereja (pertumbuhan jemaat, peristiwa yang berdampak luas, atau yang serupa itu), cari siapa yang layak menerima penghargaan itu dan berikanlah kepada mereka. Itulah kepemimpinan. Dengan cara itu pulalah Anda akan membangun para pemimpin jemaat. Jika Anda terus saja memonopoli penghargaan atas hal-hal baik yang terjadi di gereja, akan sangat wajar jika nantinya Anda akan mengalami kesukaran dalam mempertahankan para pemimpin jemaat. Penerapan keempat prinsip itu menuntut usaha keras. Saya tidak akan mempermanis kenyataan. Selalu ada harga yang harus dibayar untuk menjadi pembangun umat. Pengorbanan, usaha, uang dan tenaga - dan pada ujungnya adalah pengorbanan privasi Anda. Dan yang terutama, hal ini akan menggempur keegoisan Anda. Anda tidak bisa bersikap egois jika ingin menjadi pembangun umat. Lalu mengapa Anda harus membangun umat? Karena itulah yang telah Allah
perbuat untuk Anda. Allah telah begitu baik kepada Anda; maka Anda juga
harus baik terhadap orang lain. Lakukanlah hal ini sebagai tanggapan
Anda akan semua hal baik yang telah Allah perbuat bagi Anda. Saya ingin
menantang Anda untuk menggunakan segenap sisa waktu pelayanan Anda - dan
itu berarti sisa hidup Anda - sebagai pembangun umat. Fokuskanlah
pelayanan Anda pada usaha membantu orang lain agar menjadi sesuai dengan
rencana panggilan Allah bagi mereka. Itulah pekerjaan para gembala;
itulah pekerjaan para pendeta. Saya tidak bisa membayangkan cara lain yang lebih baik untuk
menghabiskan sisa hidup saya. |
Sulit dibaca? Ganti ukuran huruf di sini.
Artikel: - Andai aku dapat menghentikan satu hari merana - Di mana ada kasih, di situlah Allah ada - Ciri orang yang menghayati doa - Bagaimana menangani kekhawatiran? - Memahami Hukum Taurat dalam Terang Roh - Bagaimana Kebenaran Memerdekakan? - Kamu akan Mengetahui Kebenaran - Jangan Kuatir... Kristus Telah Bangkit! - Bagaimana Menjadi Seorang Pembangun Umat? - Waspadalah Terhadap Roh Pasif - Mengapa Kita Berdoa Sebelum Makan? - Apakah Hari Sabat Diciptakan untuk Manusia? - Bagaimana Mengendalikan Amarah Kita - Tujuh Cara untuk Melindungi Pernikahan Anda dari Kejatuhan Moral - Lima Resolusi Tahun Baru untuk Pemimpin Kristen - Mengapa Allah mengizinkan rasa sakit? - Pertobatan yang Sejati dan yang Palsu - 2 - Pertobatan yang Sejati dan yang Palsu - 1 - Bagaimana Menghindari Daya Tarik yang Fatal? - Apakah Anda Masih Tidur dan Beristirahat? - Bagaimana Memaafkan Orang yang telah Menyakiti Kita - Apakah Anda masih dikagumkan dengan Alkitab? - Kemunduran Agama, Salah Siapa? - Bagaimana Meminta Pemulihanan dari Allah? - Yesus Tidak Takut disalah-pahami - Bagaimana Menangani Keraguan? - Apakah Kita Terlalu Banyak Bicara? - Kita Perlu Memperlambat Pekerjaan Kita - Maut Harus Dialami Setiap Hari - Penderitaan itu Milik Siapa? - Melayani Orang yang Mengalami Krisis Pribadi - Mengapa orang-orang berteriak? - Ahhhh... akhirnya engkau mengerti - Kehidupan Lebih dari Apa yang Tampak - Suatu Kelahiran yang Tidak Diperhatikan - Mentalitas Seorang yang Besar - Pendidikan Tanpa Hikmat Tidak Ada Artinya - Anda Ada Bukan Karena Kebetulan - Perlakukan Orang Lain dengan Baik - Mengapa Orang Kristen Tidak Bertumbuh? - Mengasihi Teman Sekamar Saya, mungkinkah? - Kehidupan Rohani ibarat Maraton - 5 Alat Untuk Pertumbuhan Rohani - Apakah Anda Luput dari Kesalahan? - Apakah Semua yang Meminta akan Mendapatkan? - Apa Resolusi Tahun Baru Anda? - Apa yang Akan Kau Minta dari Tuhan? - "Ayo, kita gereja di Starbuck aje deh!" - Bagaimana Mengetahui Kehendak Tuhan? - Berdiam diri di dalam Tuhan - Sumber Kekuatan Sejati - Cara untuk Mengembangkan Sukacita - Calon Pendeta yang Pasti ditolak Gereja - Dengarkan Tuhan Bukan Diri Kita Sendiri - Dunia Kita yang Penuh Kata-kata - Hanya Ketidak-Sempurnaan yang Tidak Dapat Menolerir Ketidak-Sempurnaan - Hari Ini - Jangan Lupa Paspor dan Tiket Pesawat Anda - Jangan Menilai Buku dari Sampulnya - Kejujuran Tidak Pernah Merugikan - Kekurangan Orang Lain Harus Ditanggung Dalam Kasih - Kerendahan Hati, Benar dan Palsu - Kunci menaati Perintah Tuan Empunya Tuaian - Mukjizat Natal - Kisah-kisah Nyata - Menara Api di tengah Kegelapan Dunia - Mengalahkan Kejahatan dengan Kebaikan, Mungkinkah? - Mengasihi Seperti Diri Sendiri - Menggerakkan Orang Lewat Doa - Natal, Musim untuk Berbuat Baik? - Orang yang Melukai kita Harus Dikasihi dan Disambut sebagai Tangan Tuhan - Pendeta diabaikan di Gerejanya Sendiri - Peraturan Umum Dalam Penggunaan Waktu dan Hidup Kudus - Percakapan antara Orang Kudus dan Filsuf - Peringatan tentang Mendambakan Keberhasilan Spiritual - Salib, Sumber Kegembiraan Kita - Sejauh Manakah Anda Rela Melangkah untuk Tuhan? - Sekilas Hikmat dari Billy Graham - Sensitivitas kepada Teguran adalah Tanda Pasti bahwa kita Membutuhkannya - Setinggi-tingginya Tupai Melompat - Siapa Bilang Tidak Ada Sinterklas? |
|||||
|
Copyright 2003-2007. Semua materi di situs ini
adalah milik eksklusif Cahaya Pengharapan Ministries. |
|||||||