| Saran & Komentar | updated on 16 April 2012

Menerangi Jalan Anda Menuju Allah Sumber Pengharapan

Halaman Utama

  |  Tentang Kami

  |  Hubungi Kami

  |  Izin Pemakaian Materi 

  |  Dapatkan Buletin Gratis di sini! 

Sumber Damai

Khotbah/PA


Inspirasi

Artikel/Renungan

Kesaksian Hidup


Pelatihan

Discipleship Trainings


Lain-Lain...

Buku-buku Terbitan 

Lagu dan Film 

Bible Study (P.A)

Siaran Mandarin

Buletin Gratis!

Follow Us


BACA ONLINE


KATA PENGANTAR

Bagaimana mengenal pengajar dan nabi palsu?

Elsie C.

 

Jalan menuju kehidupan adalah jalan yang sesak dan sempit

Hal keselamatan di dalam ajaran Yesus bukanlah suatu hal yang sederhana dan mudah. Yesus memberitahu kita di Matius 7:14 bahwa jalan menuju kepada kehidupan, sangatlah sesak dan sempit dan sedikit orang yang mendapatinya."

Bukan hanya sekedar sangat sedikit orang yang mendapatinya - namun Yesus juga memberitahu kita bahwa sekalipun kita telah menemukannya, kita belum tentu dapat masuk! Dikatakan di Lukas 13.24 bahwa kita masih harus berjuang untuk masuk sekalipun kita telah menemukannya. Dan pada kenyataannya, banyak orang yang akan berusaha untuk masuk tapi tidak dapat. Kita dapat membaca ini di Lukas 13:23-24,

"Tuhan, sedikit sajakah orang yang diselamatkan?"  Jawab Yesus kepada orang-orang di situ: "Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu! Sebab Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat.

Rasul Petrus juga memberi kesan yang sama saat ia berkata bahwa orang benar juga hampir-hampir tidak diselamatkan (1 Petrus 4.18).

Namun harus kita akui bahwa pesan yang kita dapatkan dari gereja masa kini justru bertentangan dengan yang dikatakan oleh Yesus. Apakah mungkin kekristenan hari ini telah jatuh ke dalam bahaya yang diperingatkan oleh Yesus? Pas setelah Yesus memberitahu kita bahwa jalan menuju hidup kekal itu tidak mudah, Yesus melanjutkan untuk memperingatkan kita untuk berwaspada pada nabi-nabi palsu (Mat. 7.15).

Di dalam Kitab Suci, kata waspada itu sering dipakai Tuhan dalam hubungan dengan kepalsuan yang muncul dalam berbagai bentuk. Hanya di dalam bidang agama, terdapat begitu banyak kepalsuan - dalam hal melakukan kewajiban agama untuk dilihat orang; mengucapkan hal yang tidak kita maksudkan; kemunafikan dalam menampilkan diri sebagai lebih baik dari yang sebenarnya dan masih banyak lagi yang lain (Mat. 6).

Kepalsuan inilah yang turut membuat jalan menuju keselamatan itu begitu sesak dan sempit. Akan terdapat banyak nabi-nabi dan pengajar-pengajar palsu yang akan membuat kita salah jalan. Jalan yang disiapkan Tuhan bagi kita adalah jalan yang sempit akan tetapi para pengajar zaman ini telah menggelabui  kita untuk berjalan di jalan yang lebar dan luas. Namun, sadarkah kita bahwa jalan yang lebar dan luas itu tidak akan membawa kita ke jalan kehidupan?

Bagaimana mengenal nabi-nabi palsu?

Pertanyaannya adalah bagaimana kita menghindar dari nabi-nabi yang palsu itu? Bagaimana kita dapat mendeteksi nabi-nabi atau pengajar-pengajar palsu ini. Hal ini, tentunya bukan hal yang sederhana karena Yesus memberitahu kita bahwa semuanya akan datang sebagai domba-domba. Mereka akan menyamar sebagai domba-domba untuk menutupi diri mereka yang sebenarnya, yakni serigala yang buas dan ganas.

Sebagai domba, tentu saja mereka akan melakukan apa yang dilakukan oleh domba. Kita diberitahu (di Mat.7-15-23) bahwa mereka akan bernubuat, melakukan mukjizat dan menyembuhkan dalam nama Tuhan. Dengan adanya iklim kemunafikan yang begitu kentara di kalangan orang religius, ditambah lagi dengan kemampuan mereka bernubuat, melakukan mukjizat dan menyembuhkan, apakah akan terlintas di pikiran orang bahwa mereka ini adalah nabi palsu? Saya pikir tidak.

Berwaspadalah terhadap hal-hal yang spektakuler

Cara pertama untuk menjaga diri kita daripada terpedaya, adalah untuk jangan pernah terkesan dengan mukjizat, kesembuhan atau hal-hal yang spektakuler. Jangan pernah lupa bahwa Yesus sendiri mengingatkan kita bahwa nabi-nabi palsu akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mukjizat-mukjizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga (Mt. 24.24).

Ingatlah bahwa Iblis juga bisa mengadakan mukjizat. Setiap mukjizat  yang dilakukan oleh Musa dengan kuasa Allah juga dapat ditiru oleh ahli-ahli sihir yang dipanggil Firaun (Kel. 6). Perlu juga ditekankan bahwa pengalaman rohani tidak semestinya membuktikan kerohanian seseorang. Pengalaman rohani bukanlah jaminan bahwa orang yang mengalaminya itu rohani. Umpamanya dalam kasus kesembuhan. Saat mukjizat kesembuhan terjadi, hal ini tidak membuktikan bahwa yang menyembuhkan maupun yang disembuhkan itu rohani. Dalam banyak kasus, orang yang disembuhkan bahkan tidak hidup di dalam Tuhan. Hal ini hanya membuktikan bahwa Allah Yahweh kita adalah Allah yang berbelas kasihan.

Berwaspadalah terhadap orang yang memanfaatkan orang lain

Yang kedua, kita perlu mengingat bahwa pada intinya nabi-nabi atau pengajar-pengajar palsu itu adalah serigala - namun tragedinya adalah mereka adalah serigala yang tidak tahu bahwa mereka itu serigala. Mereka 100% menyakini bahwa mereka itu benar-benar domba dan bukannya serigala yang berkulitkan domba!

Hanya dari natur mereka kita tahu apakah mereka itu serigala atau domba. Serigala saat berhadapan dengan domba pasti ada maunya. Merupakan naturnya serigala untuk memangsa domba. Dengan kata lain, gembala-gembala yang adalah serigala berkulitkan domba akan mencari keuntungan dari domba-dombanya. Di mata serigala, domba-domba itu eksis untuk mengenyangkan dan memberinya keuntungan. Karena itu, berwaspadalah terhadap pelayan-pelayan yang mengambil kesempatan atas domba-dombanya.

Berwaspadalah pada orang  yang hidup menurut keinginan daging

Yang ketiga, dari buahnya kita akan tahu. Buah yang dimaksudkan oleh Yesus di Matius 7 adalah buah roh. Dan di Galatia 5, buah roh di pertentangkan dengan perbuatan daging. Ini berarti nabi-nabi atau pengajar-pengajar palsu dapat diketahui dari kehidupan sehariannya, apakah mereka menunjukkan ciri-ciri dari buah roh seperti kasih, damai, penguasaan diri dan lainnya atau malah perbuatan-perbuatan daging seperti perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri dan roh pemecah? Serigala adalah hewan yang agresif, berwaspadalah terhadap orang yang agresif yang sering menyerang sesama.

Banyak orang percaya yang sedang berjalan di jalan yang lebar dan luas

Yesus memberitahu kita bahwa sangat sedikit yang akan masuk ke dalam jalan kehidupan. Ini berarti bahwa hanya minoritas, hanya yang sisa (remnants) yang akan menemukan dan masuk ke dalam keselamatan. Hal ini memberitahu kita bahwa mayoritas orang, bukannya sedang berjalan menuju kehidupan, tapi kebinasaan. Dan ingatlah bahwa di Matius 7, Yesus sedang berbicara kepada orang-orang yang berseru kepadanya, "Tuhan, Tuhan..." Ini memberitahu kita bahwa orang yang dimaksudkan oleh Yesus sebagai yang sedang berjalan di jalan yang lebar dan luas itu adalah orang-orang percaya, bukannya orang-orang yang belum mengenal Tuhan! Tragisnya, orang percaya yang sedang berada di jalan yang lebar dan luas ini merupakan kalangan mayoritas!

Kiranya kita ditemukan di antara kalangan minoritas yang sedang berjalan di jalan yang sesak dan sempit yang menuju hidup kekal itu.

[Download]


Sulit dibaca? Ganti ukuran huruf di sini.

Standard
Besar
Terbesar

Artikel:

- Apa motivasi kebaikan kita?

- Doa yang menyenangkan Allah

- Apakah berdoa itu suatu beban?

- Bagaimana memuliakan Allah di tempat kerja?

- Apakah Anda bekerja untuk Allah atau bersamaNya?

- Saya suka Kristus Anda. Tapi saya tidak suka dengan orang Kristen Anda

- Doa Santo Francis dari Asisi

- Bagaimana Anda tidak dapat menjadi Anak Allah

- Dipimpin oleh kehendak Allah

- Allah bukanlah sebongkah kayu

- Orang yang dipakai Allah

- Kita bukan konsumen. Kita adalah manusia

- Kesatuan membawa pemulihan

- Allah menanggapi Anda dengan serius

- Segenap hati, jiwa, pikiran dan kekuatan kita telah ditebus

- Lukisan Last Supper oleh Leonardo Da Vinci

- Pencarian akan Kebahagiaan

- Pesan seorang ateis bagi kita

- Kebangkitan Kristus

- Sedikit Air dan Roti

- Semuanya langsung tunduk, kecuali manusia

- Iman dan keraguan

- Sebelum mereka memanggil, Aku sudah menjawabnya.

- Billy Graham: Penyesalan dan Himbauannya

- Apa yang harusnya menjadi tekad tahun baru orang Kristen?

- Natal - Apakah yang menjadikannya penting?

- Saya percaya...

- Gereja Eksis bukan untuk Kepentingan Anggotanya

- Perbedaan bukan berarti perpecahan

- Apakah Anda datang ke gereja sebagai konsumen?

- Apakah gereja benar-benar perlu bagi orang Kristen?

- Apakah kita kerabatnya Tuhan?

- Rumah di sisi jalan

- Mengapa seringkali kita menjadi orang bodoh?

- Hati yang terarah pada Surga

- Bagaimana kita dapat melakukan kehendak Tuhan?

- Tuhan, apakah yang harus kuperbuat?

- Doa bukan "ban serep"

- Bagaimana mengenal pengajar dan nabi palsu?

- Dosa Kelalaian

- Doa Seorang Anak

- Andai aku dapat menghentikan satu hari merana

- Di mana ada kasih, di situlah Allah ada

- Anggaplah hari itu sia-sia

- Tidak Berarti di Mata Dunia

- Ciri orang yang menghayati doa

- Bagaimana menangani kekhawatiran?

- Rahasia Doa

- Memahami Hukum Taurat dalam Terang Roh

- Bagaimana Kebenaran Memerdekakan?

- Kamu akan Mengetahui Kebenaran

- Jangan Kuatir... Kristus Telah Bangkit!

- Bagaimana Menjadi Seorang Pembangun Umat?

- Waspadalah Terhadap Roh Pasif

- Mengapa Kita Berdoa Sebelum Makan?

- Apakah Hari Sabat Diciptakan untuk Manusia?

- Orang-orang Kristen itu

- Bagaimana Mengendalikan Amarah Kita

- Tujuh Cara untuk Melindungi Pernikahan Anda dari Kejatuhan Moral

- Lima Resolusi Tahun Baru untuk Pemimpin Kristen

- Dalam memberi kita menerima

- Mengapa Allah mengizinkan rasa sakit?

- Pertobatan yang Sejati dan yang Palsu - 2

- Pertobatan yang Sejati dan yang Palsu - 1

- Bagaimana Menghindari Daya Tarik yang Fatal?

- Apakah Anda Masih Tidur dan Beristirahat?

- Bagaimana Memaafkan Orang yang telah Menyakiti Kita

- Cara Yesus Menyembuhkan

- Bagaimana Menangani Amarah?

- Apakah Anda masih dikagumkan dengan Alkitab?

- Kemunduran Agama, Salah Siapa?

- Bagaimana Meminta Pemulihanan dari Allah?

- Yesus Tidak Takut disalah-pahami

- Bagaimana Menangani Keraguan?

- Apakah Kita Terlalu Banyak Bicara?

- Kita Perlu Memperlambat Pekerjaan Kita

- Maut Harus Dialami Setiap Hari

- Penderitaan itu Milik Siapa?

- Melayani Orang yang Mengalami Krisis Pribadi

- Cara Tuhan Bekerja

- Logika yang Sederhana

- Mengapa orang-orang berteriak?

- Paskah: Pengadilan Yesus

- Ahhhh... akhirnya engkau mengerti

- Rencana Sempurna dari Iblis

- Bila aku adalah Iblis

- Ingat Bebek Itu

- Apakah Gubuk-mu Terbakar?

- Kehidupan Lebih dari Apa yang Tampak

- Potret Seorang Anak

- Yesus Seorang Pecundang

- Suatu Kelahiran yang Tidak Diperhatikan

- Mentalitas Seorang yang Besar

- Pendidikan Tanpa Hikmat Tidak Ada Artinya

- Menanti Hari Itu

- Yesus dan Agama Lain

- Anda Ada Bukan Karena Kebetulan

- Takut akan Tuhan

- Celana Basah

- Perlakukan Orang Lain dengan Baik

- Kualitas Seorang Pemimpin

- Mengapa Orang Kristen Tidak Bertumbuh?

- Mengasihi Teman Sekamar Saya, mungkinkah?

- Hikmat Secangkir Kopi Panas

- Kehidupan Rohani ibarat Maraton

- Push-Up dan Donut

- 5 Alat Untuk Pertumbuhan Rohani

- 5 Roti dan 2 Ikan

- Adakah Hari Esok Bagimu?

- Apa artinya Natal?

- Apakah Anda Luput dari Kesalahan?

- Apakah Semua yang Meminta akan Mendapatkan?

- Apa Resolusi Tahun Baru Anda?

- Apa yang Akan Kau Minta dari Tuhan?

- "Ayo, kita gereja di Starbuck aje deh!"

- Bagaimana Mengetahui Kehendak Tuhan?

- Berdiam diri di dalam Tuhan - Sumber Kekuatan Sejati

- Cara untuk Mengembangkan Sukacita

- Calon Pendeta yang Pasti ditolak Gereja

- Dampak Pengampunan

- Dengarkan Tuhan Bukan Diri Kita Sendiri

- Di Manakah Tuhan?

- Doa Seorang Nabi Kecil

- Dunia Kita yang Penuh Kata-kata

- Empat Istri

- Hanya Ketidak-Sempurnaan yang Tidak Dapat Menolerir Ketidak-Sempurnaan

- Hari Ini

- Jangan Lupa Paspor dan Tiket Pesawat Anda

- Jangan Menilai Buku dari Sampulnya

- Janganlah Kamu Menghakimi

- Kebaikan dan Kebesaran

- Keheningan

- Ketidak-percayaan Kita

- Kita Tidak Cukup Rendah

- Lepaskan Dulu

- Takut akan Maut

- Kapan Malam Berakhir?

- Kejujuran Tidak Pernah Merugikan

- Kekurangan Orang Lain Harus Ditanggung Dalam Kasih

- Kerendahan Hati, Benar dan Palsu

- Kunci menaati Perintah Tuan Empunya Tuaian

- Mukjizat Natal - Kisah-kisah Nyata

- Menara Api di tengah Kegelapan Dunia

- Mengalahkan Kejahatan dengan Kebaikan, Mungkinkah?

- Mengasihi Seperti Diri Sendiri

- Menggerakkan Orang Lewat Doa

- Natal, Musim untuk Berbuat Baik?

- Nilai sebuah Kehidupan

- Orang yang Melukai kita Harus Dikasihi dan Disambut sebagai Tangan Tuhan

- Pendeta diabaikan di Gerejanya Sendiri

- Pengaruh Kristus

- Pengkhotbah yang Populer

- Pentingnya Pergumulan

- Pentingnya Sikap

- Peraturan Umum Dalam Penggunaan Waktu dan Hidup Kudus

- Percakapan antara Orang Kudus dan Filsuf

- Peringatan tentang Mendambakan Keberhasilan Spiritual

- Persahabatan dengan 'Musuh'

- Praktik lawan Ucapan

- Rangkulan Seorang Bayi

- Resiko seorang Hamba Tuhan

- Salib dan Si Aku

- Salib, Sumber Kegembiraan Kita

- Satu Kisah Cinta

- Sejauh Manakah Anda Rela Melangkah untuk Tuhan?

- Sekilas Hikmat dari Billy Graham

- Sensitivitas kepada Teguran adalah Tanda Pasti bahwa kita Membutuhkannya

- Sesungguhnya Buta

- Setinggi-tingginya Tupai Melompat

- Siapa Bilang Tidak Ada Sinterklas?

- Tidak semua hal dapat dilihat dengan mata

- Tujuan Ciptaan Baru

- Warisan Pengampunan

- Yang Paling Diberkati

- Yang Sudah Berlalu

Copyright 2003-2012. Semua materi di situs ini adalah milik eksklusif Cahaya Pengharapan Ministries.
E-mail kami untuk mendapatkan izin untuk menggunakan materi di situs ini.
Best viewed with IE6.0 and 1024 by 768 resolution.