|
|
Bagaimana Meminta Pemulihan dari Allah?
Rick Warren
Hampir 3,000 tahun yang lalu Allah membuat janji kepada Raja Salomo,
yang juga berlaku bagi kita di zaman ini. Di zaman di mana kita telah
menjadi semakin sekuler and duniawi, meskipun kita mengaku sebagai
umat-Nya.
Allah berkata, "Dan jika umat-Ku yang atas nama-Ku disebut, merendahkan
diri, berdoa dan mencari wajah-Ku serta berbalik dari jalan-jalannya
yang jahat, maka Aku, aku akan mendengar dari surga dan akan mengampuni
dosa mereka serta memulihkan negeri mereka." (2 Tawarikh 7:14).
Apa yang dapat memulihkan kita?
Kita harus melakukan empat hal yang Allah katakan kepada Salomo dan
bangsa Israel.
Jangan pernah lupa kepada siapa Allah sedang berbicara di sini. Dia
sedang berbicara kepada umat-Nya - bangsa Israel.
Allah mau memulihkan umat-Nya di zaman ini juga. Hal ini harus dimulai
dari gereja. Hal ini harus dimulai dari para Pemimpin gereja, dari
setiap Jemaat-Nya. Allah sedang meminta kita untuk melakukan empat hal.
- Kita harus membuat pengakuan dosa dengan kerendahan hati.
Pertama, Allah berkata, "Jika umat-Ku akan merendahkan diri...Aku akan
memulihkan negeri mereka."
Sebagai Pemimpin, kita harus merendahkan diri dan memimpin Jemaat kita
untuk melakukan hal yang sama. Sumber segala permasalahan kita adalah
kesombongan. Kita pikir kita lebih tahu ketimbang Allah tentang hal apa
saja yang akan membuat kita bahagia. Keangkuhanlah yang membuat orang
terpisah dari Allah di tingkat pribadi, di tingkat Jemaat, dan di
tingkat nasional. Keangkuhan masuk ke dalam hidup kita dan kita lupa
bahwa kita membutuhkan Allah. Saat kita sombong, kita tidak mengakui
keberdosaan kita, kekeliruan kita, dan kegagalan kita.
Kita tidak akan pernah menemukan pemulihan pribadi maupun di tingkat
nasional jika kita coba untuk menyembunyikan dosa-dosa kita dari Allah.
Menyembunyikan dosa-dosa kita adalah keterbalikan dari kerendahan hati
dan Allah tidak akan memberkati hal itu.
Sekali lagi, hal ini bermula dengan Anda dan saya. Kita harus berlaku
jujur dan memberitahu Allah bahwa kita telah gagal. Kita perlu untuk
memimpin Jemaat kita ke dalam pertobatan juga. Umat Allah harus mengakui
bahwa kita telah berpaling dari Dia.
- Kita harus berdoa dalam ketekunan.
Hal kedua yang Allah beritahukan kepada Solomo adalah: "Jika umat
aku...berdoa...aku akan memulihkan negeri mereka."
Allah mau kita berdoa dan tidak menyerah. Ia mau kita berdoa dalam
ketekunan. Kita pada dasarnya terlalu cepat menyerah. Itulah alasan
mengapa kita tidak melihat jawaban kepada doa-doa kita. Itulah alasan
mengapa tidak adalah pemulihan di antara kita sebagaimana yang
disebutkan di dalam ayat ini.
Saudara, biarlah saya menanyakan suatu pertanyaan yang sangat penting.
Sejauh manakah Anda dan gereja Anda peduli tentang pemulihan dan
kebangkitan rohani? Sejauh manakah Anda serius tentang pemulihan di
dalam gereja Anda dan di dalam hidup Anda? Ketekunan Anda dalam
kehidupan doa Anda akan menunjukkan sejauh mana Anda serius dalam hal
ini.
Bagaimana Anda menunjukkan ketekunan Anda? Buatlah satu daftar doa - dan
pastikan Anda berdoa untuk negeri-mu. Apa yang tidak Anda daftarkan,
Anda akan lupa saat berdoa.
- Kita harus mencari Allah dengan penuh intensitas
Ketiga, Allah berkata, "Jika umat-Ku....mencari wajah-Ku... Aku akan
memulihkan negeri mereka."
Allah ingin kita mencari Dia. Ini bukan sesuatu yang kita lakukan di
waktu luang kita. Anda tidak hanya mencari Allah di saat Anda ada waktu
luang. Pencarian akan Allah harus mencari fokus kita yang utama. Allah
tidak hanya ingin menjadi pengakuan (profession) kita. Ia mau menjadi
kegairahan (passion) kita.
Sangat sedikit orang yang sebenarnya mencari Allah dengan intens.
Sangat, sangat langka. Kebanyakan orang hanya mau mengenal Allah cukup
untuk memberkati mereka tetapi tidak sampai Allah menganggu mereka.
Tetapi jika Allah mau memulihkan negeri kita, Jemaat kita harus dipenuhi
oleh orang-orang yang sesungguhnya mencari Dia.
Saya harap Anda sudah melakukan ini. Saya harap Anda sedang meluangkan
waktu untuk mengenal Allah dengan lebih baik. Tugas Anda dapat
disederhanakan sebagai yang berikut - membantu orang untuk mencari
Allah. Tapi Ingatlah, hal ini harus bermula dengan Anda sendiri.
- Kita harus bertobat dengan ketulusan hati.
Akhirnya, Allah berkata, "Jika umat-Ku...berbalik dari jalan-jalannya yang
jahat...Aku akan memulihkan negeri mereka."
Jika kita menginginkan pemulihan di dalam negeri, kita harus bertobat
dengan ketulusan hati. Banyak orang yang salah memahami kata ini.
Pertobatan adalah metanoia dalam bahasa Yunani. Meta
berarti berbalik, berubah. Satu perubahan mutlak. Noia
berarti akal budi atau pikiran. Secara harfiah, bertobat berarti berubah
pikir, mengubah cara pikir Anda.
Di saat kita bertobat, kita mengubah cara kita berpikir tentang diri
kita dan tentang Allah. Kita mengubah cara kita berpikir tentang apa
yang penting buat kita, orang lain, masa lampau kita, masa kini, dan
masa depan kita. Bertobat pada dasarnya berarti berubah pikiran tentang
sesuatu hal. Satu peralihan paradigma. Saya terbiasa berpikir di satu
arah; sekarang saya berpikir secara berbeda.
Dalam hal apa saja Anda perlu mengubah pemikiran Anda? Tentang hal apa,
Jemaat Anda harus berubah pikiran? Pertobatan di tingkat Jemaat harus
dimulai dengan pertobatan pribadi.
Negeri kita sedang berada dalam masalah besar sekarang ini. Jika Allah
mau menghakimi negeri kita, Dia harus bermula dengan kita. Dia akan
bermula dengan umat-Nya. Pemulihan harus bermula dengan
kita. Pemulihan tidak akan terjadi karena ada undang-undang baru.
Pemulihan tidak akan terjadi karena kita memilih partai tertentu ke
dalam pemerintahan. Pemulihan tidak akan terjadi di saat orang yang
tidak mengenal Allah berbuat lebih baik. Allah akan memulihkan negeri
kita di saat umat-Nya - Jemaat - mengakui dosa mereka, berdoa,
mencari Dia dan bertobat.
Pemulihan negeri kita harus bermula dengan Jemaat kita, atau ia tidak
terjadi sama sekali.
Akankah pemulihan bermula dari Jemaat Anda?
Akankah pemulihan bermula dari diri Anda
(Ditulis ulang dan diedit seperlunya dari artikel Will God Heal
America oleh Rick Warren)
-as
|
[Download]
Sulit dibaca? Ganti ukuran huruf di sini.
Artikel:
- Waspadalah Terhadap Roh Pasif
- Mengapa Kita Berdoa Sebelum Makan?
- Apakah Hari Sabat Diciptakan untuk Manusia?
- Orang-orang Kristen itu
- Bagaimana Mengendalikan Amarah Kita
- Tujuh Cara untuk Melindungi Pernikahan Anda dari Kejatuhan Moral
- Lima Resolusi Tahun Baru untuk Pemimpin Kristen
- Dalam memberi kita menerima
- Mengapa Allah mengizinkan rasa sakit?
- Pertobatan yang Sejati dan yang Palsu - 2
- Pertobatan yang Sejati dan yang Palsu - 1
- Bagaimana Menghindari Daya Tarik yang Fatal?
- Apakah Anda Masih Tidur dan Beristirahat?
- Bagaimana Memaafkan Orang yang telah Menyakiti Kita
- Cara Yesus Menyembuhkan
- Bagaimana Menangani Amarah?
- Apakah Anda masih dikagumkan dengan Alkitab?
- Kemunduran Agama, Salah Siapa?
- Bagaimana Meminta Pemulihanan dari Allah?
- Yesus Tidak Takut disalah-pahami
- Bagaimana Menangani Keraguan?
- Apakah Kita Terlalu Banyak Bicara?
- Kita Perlu Memperlambat Pekerjaan Kita
- Maut Harus Dialami Setiap Hari
- Penderitaan itu Milik Siapa?
- Melayani Orang yang Mengalami Krisis Pribadi
- Cara Tuhan Bekerja
- Logika yang Sederhana
- Mengapa orang-orang berteriak?
- Paskah: Pengadilan Yesus
- Ahhhh... akhirnya engkau mengerti
- Rencana Sempurna dari Iblis
- Bila aku adalah Iblis
- Ingat Bebek Itu
- Apakah Gubuk-mu Terbakar?
- Kehidupan Lebih dari Apa yang Tampak
- Potret Seorang Anak
- Yesus Seorang Pecundang
- Suatu Kelahiran yang Tidak Diperhatikan
- Mentalitas Seorang yang Besar
- Pendidikan Tanpa Hikmat Tidak Ada Artinya
- Menanti Hari Itu
- Yesus dan Agama Lain
- Anda Ada Bukan Karena Kebetulan
- Takut akan Tuhan
- Celana Basah
- Perlakukan Orang Lain dengan Baik
- Kualitas Seorang Pemimpin
- Mengapa Orang Kristen Tidak Bertumbuh?
- Mengasihi Teman Sekamar Saya, mungkinkah?
- Hikmat Secangkir Kopi Panas
- Kehidupan Rohani ibarat Maraton
- Push-Up dan Donut
- 5 Alat Untuk Pertumbuhan Rohani
- 5 Roti dan 2 Ikan
- Adakah Hari Esok Bagimu?
- Apa artinya Natal?
- Apakah Anda Luput dari Kesalahan?
- Apakah Semua yang Meminta akan Mendapatkan?
- Apa Resolusi Tahun Baru Anda?
- Apa yang Akan Kau Minta dari Tuhan?
- "Ayo, kita gereja di Starbuck aje deh!"
- Bagaimana Mengetahui Kehendak Tuhan?
- Berdiam diri di dalam Tuhan - Sumber Kekuatan Sejati
- Cara untuk Mengembangkan Sukacita
- Calon Pendeta yang Pasti ditolak Gereja
- Dampak Pengampunan
- Dengarkan Tuhan Bukan Diri Kita Sendiri
- Di Manakah Tuhan?
- Doa Seorang Nabi Kecil
- Dunia Kita yang Penuh Kata-kata
- Empat Istri
- Hanya Ketidak-Sempurnaan yang Tidak Dapat Menolerir Ketidak-Sempurnaan
- Hari Ini
- Jangan Lupa Paspor dan Tiket Pesawat Anda
- Jangan Menilai Buku dari Sampulnya
- Janganlah Kamu Menghakimi
- Kebaikan dan Kebesaran
- Keheningan
- Ketidak-percayaan Kita
- Kita Tidak Cukup Rendah
- Lepaskan Dulu
- Takut akan Maut
- Kapan Malam Berakhir?
- Kejujuran Tidak Pernah Merugikan
- Kekurangan Orang Lain Harus Ditanggung Dalam Kasih
- Kerendahan Hati, Benar dan Palsu
- Kunci menaati Perintah Tuan Empunya Tuaian
- Mukjizat Natal - Kisah-kisah Nyata
- Menara Api di tengah Kegelapan Dunia
- Mengalahkan Kejahatan dengan Kebaikan, Mungkinkah?
- Mengasihi Seperti Diri Sendiri
- Menggerakkan Orang Lewat Doa
- Natal, Musim untuk Berbuat Baik?
- Nilai sebuah Kehidupan
- Orang yang Melukai kita Harus Dikasihi dan Disambut sebagai Tangan Tuhan
- Pendeta diabaikan di Gerejanya Sendiri
- Pengaruh Kristus
- Pengkhotbah yang Populer
- Pentingnya Pergumulan
- Pentingnya Sikap
- Peraturan Umum Dalam Penggunaan Waktu dan Hidup Kudus
- Percakapan antara Orang Kudus dan Filsuf
- Peringatan tentang Mendambakan Keberhasilan Spiritual
- Persahabatan dengan 'Musuh'
- Praktik lawan Ucapan
- Rangkulan Seorang Bayi
- Resiko seorang Hamba Tuhan
- Salib dan Si Aku
- Salib, Sumber Kegembiraan Kita
- Satu Kisah Cinta
- Sejauh Manakah Anda Rela Melangkah untuk Tuhan?
- Sekilas Hikmat dari Billy Graham
- Sensitivitas kepada Teguran adalah Tanda Pasti bahwa kita Membutuhkannya
- Sesungguhnya Buta
- Setinggi-tingginya Tupai Melompat
- Siapa Bilang Tidak Ada Sinterklas?
- Tidak semua hal dapat dilihat dengan mata
- Tujuan Ciptaan Baru
- Warisan Pengampunan
- Yang Paling Diberkati
- Yang Sudah Berlalu
|