|
| Saran & Komentar | updated on 30 August 2010 |
|||||||
|
CahayaPengharapanMinistries Menerangi Jalan Anda Menuju Allah Sumber Pengharapan |
|||||||
|
|
|||||||
|
Bagaimana Memaafkan Orang yang telah Menyakiti Kita Rick Warren
Satu negara yang menjadi fokus kami adalah Rwanda. Anda mungkin pernah mendengar tentang kejahatan mengerikan - yakni pembasmian etnis - yang pernah terjadi pada tahun 1994 di Rwanda. Kebencian ada di mana-mana. Namun Allah telah mengerjakan karya yang ajaib di negara ini. Tahun lalu, Uskup John Ruchyana mengunjungi Saddleback, dan bersama-sama kami berbicara kepada Jemaat mengenai masalah ini. Pada hari itu, dia memberi kesaksian proses pemulihan ajaib yang sedang berlangsung di negaranya itu. "Saudara-saudariku, Yesus yang kita sembah, Tuhan yang kita sembah dan imani adalah kunci pemulihan hubungan di Rwanda. Kita tidak bisa lagi menekankan perbedaan lalu berharap bisa mendapat hasil yang baik. Di Rwanda, pembalasan dendam adalah hal yang tak mampu kami lakukan. Kami harus menjalankan pemulihan hubungan. Kami harus menghadapi kenyataan tentang kelemahan kami, keadaan kami yang menyedihkan, tentang dosa-dosa kami. Kami harus menghadapi semua itu bersama Yesus Kristus di dalam hidup ini, agar bisa membangun suatu bangsa lagi. Kami harus hidup. Kami tidak ingin lagi menambah luka hati. Kami ingin membangun harapan. Sungguh ajaib jika kita tatap harapan itu dari sudut pandang Yesus Kristus. Harapan yang begitu cerah. Sangat cerah. Rwanda nanti bisa menjadi poros pembangunan di Afrika. Orang-orang akan datang kepada kami dan belajar. Namun semua ini bukan karena kemampuan kami. Tidak, semua itu bagi kemuliaan Allah. Allahlah yang mengerjakan semua itu. Allah yang membangun kembali semua itu. Allah yang mengerjakan semuanya dengan penuh kuasa, secara ilahi." Itu adalah gambaran dalam contoh yang besar berkaitan dengan hal kejahatan dan kebaikan. Anda bisa melakukannya di dalam kehidupan pribadi Anda juga. Saat ada orang melukai hati Anda, lakukanlah perbuatan baik kepada mereka. Apakah mudah? Tentu saja tidak. Setiap tulang di dalam tubuh kita ingin menanggapi kejahatan dengan kejahatan juga. Namun pengampunan itu muncul jika kita menanggapi kejahatan dengan kebaikan. Saya harap setiap orang Kristen akan ditantang untuk melakukan ini - dan benar-benar melakukannya - di dalam kehidupan pribadi mereka. Di musim gugur sekarang ini, kami akan sediakan sebuah sarana yang luar biasa untuk menolong mereka dalam petualangan mereka memberikan pengampunan ini. Untuk mencari tahu lebih banyak tentang kampanye pertumbuhan rohani Life's Healing Choice (Pilihan yang Menyembuhkan Hidup) ini, kunjungilah www.lifeshealingchoices.com. (Diterjemahkan dan diedit seperlunya oleh Cahaya Pengharapan Ministries) |
Sulit dibaca? Ganti ukuran huruf di sini.
Artikel: - Andai aku dapat menghentikan satu hari merana - Di mana ada kasih, di situlah Allah ada - Ciri orang yang menghayati doa - Bagaimana menangani kekhawatiran? - Memahami Hukum Taurat dalam Terang Roh - Bagaimana Kebenaran Memerdekakan? - Kamu akan Mengetahui Kebenaran - Jangan Kuatir... Kristus Telah Bangkit! - Bagaimana Menjadi Seorang Pembangun Umat? - Waspadalah Terhadap Roh Pasif - Mengapa Kita Berdoa Sebelum Makan? - Apakah Hari Sabat Diciptakan untuk Manusia? - Bagaimana Mengendalikan Amarah Kita - Tujuh Cara untuk Melindungi Pernikahan Anda dari Kejatuhan Moral - Lima Resolusi Tahun Baru untuk Pemimpin Kristen - Mengapa Allah mengizinkan rasa sakit? - Pertobatan yang Sejati dan yang Palsu - 2 - Pertobatan yang Sejati dan yang Palsu - 1 - Bagaimana Menghindari Daya Tarik yang Fatal? - Apakah Anda Masih Tidur dan Beristirahat? - Bagaimana Memaafkan Orang yang telah Menyakiti Kita - Apakah Anda masih dikagumkan dengan Alkitab? - Kemunduran Agama, Salah Siapa? - Bagaimana Meminta Pemulihanan dari Allah? - Yesus Tidak Takut disalah-pahami - Bagaimana Menangani Keraguan? - Apakah Kita Terlalu Banyak Bicara? - Kita Perlu Memperlambat Pekerjaan Kita - Maut Harus Dialami Setiap Hari - Penderitaan itu Milik Siapa? - Melayani Orang yang Mengalami Krisis Pribadi - Mengapa orang-orang berteriak? - Ahhhh... akhirnya engkau mengerti - Kehidupan Lebih dari Apa yang Tampak - Suatu Kelahiran yang Tidak Diperhatikan - Mentalitas Seorang yang Besar - Pendidikan Tanpa Hikmat Tidak Ada Artinya - Anda Ada Bukan Karena Kebetulan - Perlakukan Orang Lain dengan Baik - Mengapa Orang Kristen Tidak Bertumbuh? - Mengasihi Teman Sekamar Saya, mungkinkah? - Kehidupan Rohani ibarat Maraton - 5 Alat Untuk Pertumbuhan Rohani - Apakah Anda Luput dari Kesalahan? - Apakah Semua yang Meminta akan Mendapatkan? - Apa Resolusi Tahun Baru Anda? - Apa yang Akan Kau Minta dari Tuhan? - "Ayo, kita gereja di Starbuck aje deh!" - Bagaimana Mengetahui Kehendak Tuhan? - Berdiam diri di dalam Tuhan - Sumber Kekuatan Sejati - Cara untuk Mengembangkan Sukacita - Calon Pendeta yang Pasti ditolak Gereja - Dengarkan Tuhan Bukan Diri Kita Sendiri - Dunia Kita yang Penuh Kata-kata - Hanya Ketidak-Sempurnaan yang Tidak Dapat Menolerir Ketidak-Sempurnaan - Hari Ini - Jangan Lupa Paspor dan Tiket Pesawat Anda - Jangan Menilai Buku dari Sampulnya - Kejujuran Tidak Pernah Merugikan - Kekurangan Orang Lain Harus Ditanggung Dalam Kasih - Kerendahan Hati, Benar dan Palsu - Kunci menaati Perintah Tuan Empunya Tuaian - Mukjizat Natal - Kisah-kisah Nyata - Menara Api di tengah Kegelapan Dunia - Mengalahkan Kejahatan dengan Kebaikan, Mungkinkah? - Mengasihi Seperti Diri Sendiri - Menggerakkan Orang Lewat Doa - Natal, Musim untuk Berbuat Baik? - Orang yang Melukai kita Harus Dikasihi dan Disambut sebagai Tangan Tuhan - Pendeta diabaikan di Gerejanya Sendiri - Peraturan Umum Dalam Penggunaan Waktu dan Hidup Kudus - Percakapan antara Orang Kudus dan Filsuf - Peringatan tentang Mendambakan Keberhasilan Spiritual - Salib, Sumber Kegembiraan Kita - Sejauh Manakah Anda Rela Melangkah untuk Tuhan? - Sekilas Hikmat dari Billy Graham - Sensitivitas kepada Teguran adalah Tanda Pasti bahwa kita Membutuhkannya - Setinggi-tingginya Tupai Melompat - Siapa Bilang Tidak Ada Sinterklas? |
|||||
|
Copyright 2003-2007. Semua materi di situs ini
adalah milik eksklusif Cahaya Pengharapan Ministries. |
|||||||