|
|
Bagaimana Memaafkan Orang yang telah Menyakiti Kita
Rick Warren
Sangatlah
penting untuk kita memaafkan orang yang telah melukai kita. Terlalu
banyak orang Kristen yang gagal menggenapi rencana Allah dalam hidup
mereka karena mereka menumpuk luka-luka lama. Dan terlalu banyak Jemaat
yang menderita karena hal ini. Dalam artikel ini, saya akan bagikan tiga
langkah supaya kita bisa memaafkan mereka yang telah melukai kita.
- Melepaskan hak untuk menuntut balas
Anda
harus memulai dengan melepaskan orang yang telah melukai Anda dari
tuntutan kemarahan . Ini tidak adil, begitukah menurut ? Anda benar.
Pengampunan bukanlah hal yang adil. Sungguh tidak adil ketika Allah
mengampuni dosa-dosa kita, dan juga tidak adil ketika Anda harus
mengampuni orang lain. Allah tidak memberi kita hal yang layak kita
terima. Dia memberi kita hal yang sangat kita butuhkan.
Alkitab berkata bahwa Allah itu adil. Suatu hari nanti, Dia akan
menuntaskan semua persoalan. Untuk sementara ini, biarlah Allah memenuhi
hati kita dengan damai sejahtera dan kasih karunia.
Alkitab berkata di dalam Roma 12:19, "Janganlah kamu sendiri menuntut
pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada
tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut
pembalasan."
Langkah pertama dalam memaafkan adalah tidak mengambil tindakan
penegakan keadilan secara pribadi. Biarlah Allah yang akan menjadi Hakim
yang tidak memihak.
Setiap kali Anda teringat betapa Anda telah disakiti, lepaskanlah
ingatan itu. Sangatlah menyenangkan bisa tetap teguh. Saat Yesus
ditanyai berapa kali kita harus mengampuni orang yang bersalah kepada
kita, Dia menjawab 70 kali 7. Dengan kata lain, kita harus terus
mengampuni.
Bagaimana Anda bisa tahu bahwa Anda telah benar-benar melepaskan luka
itu? Kalau Anda sudah tidak terasa menyakitkan lagi. Anda mungkin telah
memaafkan seseorang sampai ribuan kali sebelum hal itu menjadi suatu
kenyataan. Namun setiap kali sakit hati itu muncul, katakanlah kepada
Allah, "Ya Allah, sekali lagi, kuserahkan hal ini kepada-Mu. Untuk ke
sekian ratus kalinya, ya Tuhan, kulepaskan mereka dari tuntutan sakit
hati ini dan menyingkirkan hakku untuk menuntut balas." Setiap kali Anda
menahannya, maka sakit hati itu akan semakin dalam. Namun setiap kali
melepaskannya, maka rasa sakit hati itu akan semakin melemah.
- Pusatkan kembali perhatian pada rencana Allah bagi hidup Anda
Anda
hanya bisa memusatkan perhatian ke arah masa depan atau masa lalu -
tidak bisa ke dua-duanya. Pusatkanlah perhatian pada hal-hal yang ingin
Allah kerjakan di dalam hidup Anda. Selama Anda memusatkan perhatian
pada orang yang melukai Anda, maka merekalah yang sedang mengendalikan
Anda. Anda tentu tidak ingin orang-orang yang dulu pernah melukai Anda
mengendalikan hidup Anda di masa kini. Anda tentunya ingin agar Allah
yang mengendalikan hidup Anda.
Sebenarnya, jika Anda tidak membebaskan orang yang melukai Anda, maka
Anda akan menjadi semakin mirip dengan dia. Anda akan menjadi mirip
dengan apa yang menjadi fokus perhatian Anda. Jika Anda memusatkan
perhatian pada rasa sakit, maka Anda akan mengarah ke sana. Jika Anda
berfokus pada tujuan hidup, maka Anda akan maju.
Bagaimana melakukannya?
Alkitab memberitahu kita di dalam kitab Ayub 11:13-16, "Jikalau
engkau ini menyediakan hatimu, dan menadahkan tanganmu kepada-Nya;
jikalau engkau menjauhkan kejahatan dalam tanganmu, dan tidak membiarkan
kecurangan ada dalam kemahmu, maka sesungguhnya, engkau dapat mengangkat
mukamu tanpa cela, dan engkau akan berdiri teguh dan tidak akan takut,
bahkan engkau akan melupakan kesusahanmu, hanya teringat kepadanya
seperti kepada air yang telah mengalir lalu."
Luruskan hati Anda.
Artinya, lakukanlah hal yang benar. Maafkan orang itu. Lepaskan dia dari
tuntutan sakit hati.
Memohon kepada Allah. Mintalah Yesus Kristus untuk turut
campur dan memenuhi hati Anda dengan kasih-Nya.
Hadapi lagi dunia ini. Jangan menarik diri. Jangan
mengurung diri Anda. Anda tidak bisa mengasihi tanpa menaggung resiko
dilukai. Dan hidup tanpa mengasihi jelas-jelas bertentangan dengan
rencana Allah bagi hidup Anda.
- Tanggapilah kejahatan dengan kebaikan
Paulus memberitahu kita di dalam Roma 12:21, "Janganlah kamu kalah
terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!."
Ada begitu banyak kejahatan di dunia ini. Anda tidak akan bisa mengatasi
kejahatan dengan cara mengecamnya. Anda hanya bisa mengatasi kejahatan
dengan kebaikan.
Saddleback ini, Jemaat kita bukanlah Jemaat yang berwatak perang. Kita
tidak menghabiskan waktu kita dengan mengecam apa yang dilakukan oleh
dunia. Kita tidak bisa berharap agar mereka yang tidak percaya itu
berperilaku seperti orang yang percaya, sebelum mereka menjadi percaya.
Anda tidak akan bisa mengubah dunia dengan cara mengecamnya.
Melalui Rencana Damai, kami telah mengirim ribuan tim ke seluruh dunia
sejak 2004, untuk mengatasi kejahatan dengan kebaikan, dengan menawarkan
pemulihan hubungan, memperlengkapi para hamba Tuhan yang berkedudukan
pemimpin, menolong orang miskin, merawat orang sakit dan mendidik
generasi penerus.
Satu negara yang menjadi fokus kami adalah Rwanda. Anda mungkin pernah
mendengar tentang kejahatan mengerikan - yakni pembasmian etnis - yang
pernah terjadi pada tahun 1994 di Rwanda. Kebencian ada di mana-mana.
Namun Allah telah mengerjakan karya yang ajaib di negara ini. Tahun
lalu, Uskup John Ruchyana mengunjungi Saddleback, dan bersama-sama kami
berbicara kepada Jemaat mengenai masalah ini. Pada hari itu, dia memberi
kesaksian proses pemulihan ajaib yang sedang berlangsung di negaranya
itu.
"Saudara-saudariku, Yesus yang kita sembah, Tuhan yang kita
sembah dan imani adalah kunci pemulihan hubungan di Rwanda. Kita tidak
bisa lagi menekankan perbedaan lalu berharap bisa mendapat hasil yang
baik. Di Rwanda, pembalasan dendam adalah hal yang tak mampu kami
lakukan. Kami harus menjalankan pemulihan hubungan. Kami harus
menghadapi kenyataan tentang kelemahan kami, keadaan kami yang
menyedihkan, tentang dosa-dosa kami. Kami harus menghadapi semua itu
bersama Yesus Kristus di dalam hidup ini, agar bisa membangun suatu
bangsa lagi. Kami harus hidup.
Kami tidak ingin lagi menambah luka hati. Kami ingin membangun harapan.
Sungguh ajaib jika kita tatap harapan itu dari sudut pandang Yesus
Kristus. Harapan yang begitu cerah. Sangat cerah. Rwanda nanti bisa
menjadi poros pembangunan di Afrika. Orang-orang akan datang kepada kami
dan belajar. Namun semua ini bukan karena kemampuan kami. Tidak, semua
itu bagi kemuliaan Allah. Allahlah yang mengerjakan semua itu. Allah
yang membangun kembali semua itu. Allah yang mengerjakan semuanya dengan
penuh kuasa, secara ilahi."
Itu adalah gambaran dalam contoh yang besar berkaitan dengan
hal kejahatan dan kebaikan. Anda bisa melakukannya di dalam kehidupan
pribadi Anda juga. Saat ada orang melukai hati Anda, lakukanlah
perbuatan baik kepada mereka. Apakah mudah? Tentu saja tidak. Setiap
tulang di dalam tubuh kita ingin menanggapi kejahatan dengan kejahatan
juga. Namun pengampunan itu muncul jika kita menanggapi kejahatan dengan
kebaikan.
Saya harap setiap orang Kristen akan ditantang untuk melakukan ini - dan
benar-benar melakukannya - di dalam kehidupan pribadi mereka.
Di musim gugur sekarang ini, kami akan sediakan sebuah sarana yang luar
biasa untuk menolong mereka dalam petualangan mereka memberikan
pengampunan ini. Untuk mencari tahu lebih banyak tentang kampanye
pertumbuhan rohani Life's Healing Choice (Pilihan yang
Menyembuhkan Hidup) ini, kunjungilah
www.lifeshealingchoices.com.
(Diterjemahkan dan diedit seperlunya oleh Cahaya Pengharapan Ministries)
|
[Download]
Sulit dibaca? Ganti ukuran huruf di sini.
Artikel:
- Mengapa Kita Berdoa Sebelum Makan?
- Apakah Hari Sabat Diciptakan untuk Manusia?
- Orang-orang Kristen itu
- Bagaimana Mengendalikan Amarah Kita
- Tujuh Cara untuk Melindungi Pernikahan Anda dari Kejatuhan Moral
- Lima Resolusi Tahun Baru untuk Pemimpin Kristen
- Dalam memberi kita menerima
- Mengapa Allah mengizinkan rasa sakit?
- Pertobatan yang Sejati dan yang Palsu - 2
- Pertobatan yang Sejati dan yang Palsu - 1
- Bagaimana Menghindari Daya Tarik yang Fatal?
- Apakah Anda Masih Tidur dan Beristirahat?
- Bagaimana Memaafkan Orang yang telah Menyakiti Kita
- Cara Yesus Menyembuhkan
- Bagaimana Menangani Amarah?
- Apakah Anda masih dikagumkan dengan Alkitab?
- Kemunduran Agama, Salah Siapa?
- Bagaimana Meminta Pemulihanan dari Allah?
- Yesus Tidak Takut disalah-pahami
- Bagaimana Menangani Keraguan?
- Apakah Kita Terlalu Banyak Bicara?
- Kita Perlu Memperlambat Pekerjaan Kita
- Maut Harus Dialami Setiap Hari
- Penderitaan itu Milik Siapa?
- Melayani Orang yang Mengalami Krisis Pribadi
- Cara Tuhan Bekerja
- Logika yang Sederhana
- Mengapa orang-orang berteriak?
- Paskah: Pengadilan Yesus
- Ahhhh... akhirnya engkau mengerti
- Rencana Sempurna dari Iblis
- Bila aku adalah Iblis
- Ingat Bebek Itu
- Apakah Gubuk-mu Terbakar?
- Kehidupan Lebih dari Apa yang Tampak
- Potret Seorang Anak
- Yesus Seorang Pecundang
- Suatu Kelahiran yang Tidak Diperhatikan
- Mentalitas Seorang yang Besar
- Pendidikan Tanpa Hikmat Tidak Ada Artinya
- Menanti Hari Itu
- Yesus dan Agama Lain
- Anda Ada Bukan Karena Kebetulan
- Takut akan Tuhan
- Celana Basah
- Perlakukan Orang Lain dengan Baik
- Kualitas Seorang Pemimpin
- Mengapa Orang Kristen Tidak Bertumbuh?
- Mengasihi Teman Sekamar Saya, mungkinkah?
- Hikmat Secangkir Kopi Panas
- Kehidupan Rohani ibarat Maraton
- Push-Up dan Donut
- 5 Alat Untuk Pertumbuhan Rohani
- 5 Roti dan 2 Ikan
- Adakah Hari Esok Bagimu?
- Apa artinya Natal?
- Apakah Anda Luput dari Kesalahan?
- Apakah Semua yang Meminta akan Mendapatkan?
- Apa Resolusi Tahun Baru Anda?
- Apa yang Akan Kau Minta dari Tuhan?
- "Ayo, kita gereja di Starbuck aje deh!"
- Bagaimana Mengetahui Kehendak Tuhan?
- Berdiam diri di dalam Tuhan - Sumber Kekuatan Sejati
- Cara untuk Mengembangkan Sukacita
- Calon Pendeta yang Pasti ditolak Gereja
- Dampak Pengampunan
- Dengarkan Tuhan Bukan Diri Kita Sendiri
- Di Manakah Tuhan?
- Doa Seorang Nabi Kecil
- Dunia Kita yang Penuh Kata-kata
- Empat Istri
- Hanya Ketidak-Sempurnaan yang Tidak Dapat Menolerir Ketidak-Sempurnaan
- Hari Ini
- Jangan Lupa Paspor dan Tiket Pesawat Anda
- Jangan Menilai Buku dari Sampulnya
- Janganlah Kamu Menghakimi
- Kebaikan dan Kebesaran
- Keheningan
- Ketidak-percayaan Kita
- Kita Tidak Cukup Rendah
- Lepaskan Dulu
- Takut akan Maut
- Kapan Malam Berakhir?
- Kejujuran Tidak Pernah Merugikan
- Kekurangan Orang Lain Harus Ditanggung Dalam Kasih
- Kerendahan Hati, Benar dan Palsu
- Kunci menaati Perintah Tuan Empunya Tuaian
- Mukjizat Natal - Kisah-kisah Nyata
- Menara Api di tengah Kegelapan Dunia
- Mengalahkan Kejahatan dengan Kebaikan, Mungkinkah?
- Mengasihi Seperti Diri Sendiri
- Menggerakkan Orang Lewat Doa
- Natal, Musim untuk Berbuat Baik?
- Nilai sebuah Kehidupan
- Orang yang Melukai kita Harus Dikasihi dan Disambut sebagai Tangan Tuhan
- Pendeta diabaikan di Gerejanya Sendiri
- Pengaruh Kristus
- Pengkhotbah yang Populer
- Pentingnya Pergumulan
- Pentingnya Sikap
- Peraturan Umum Dalam Penggunaan Waktu dan Hidup Kudus
- Percakapan antara Orang Kudus dan Filsuf
- Peringatan tentang Mendambakan Keberhasilan Spiritual
- Persahabatan dengan 'Musuh'
- Praktik lawan Ucapan
- Rangkulan Seorang Bayi
- Resiko seorang Hamba Tuhan
- Salib dan Si Aku
- Salib, Sumber Kegembiraan Kita
- Satu Kisah Cinta
- Sejauh Manakah Anda Rela Melangkah untuk Tuhan?
- Sekilas Hikmat dari Billy Graham
- Sensitivitas kepada Teguran adalah Tanda Pasti bahwa kita Membutuhkannya
- Sesungguhnya Buta
- Setinggi-tingginya Tupai Melompat
- Siapa Bilang Tidak Ada Sinterklas?
- Tidak semua hal dapat dilihat dengan mata
- Tujuan Ciptaan Baru
- Warisan Pengampunan
- Yang Paling Diberkati
- Yang Sudah Berlalu
|