|
| Saran & Komentar | updated on 06 September 2010 |
|||||||
|
CahayaPengharapanMinistries Menerangi Jalan Anda Menuju Allah Sumber Pengharapan |
|||||||
|
|
|||||||
|
Kamu akan Mengetahui Kebenaran 2: Bagaimana Kebenaran Memerdekakan? Dwight A. Pryor
Dalam terang kerangka pemikiran umat Yahudi ini kita bisa melihat dengan jelas makna penting dari janji Yesus yang tertuang dalam Injil Yohanes: "kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu." Pertama, kita perlu pahami bahwa pernyataan ini ditujukan kepada orang percaya dan diawali dengan satu persyaratan: "Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku." Dengan kata lain, Yesus tidak sedang menyampaikan suatu prinsip yang abstrak atau pun kesimpulan filosofis; Yesus sedang menawarkan undangan pribadi - yakni untuk melangkah mengikuti jejak-nya sebagai murid-murid dan untuk belajar mentaati firman Tuhan. Kedua, untuk "mengetahui kebenaran" berarti secara pribadi dan penuh semangat melibatkan diri dengan Yesus dalam suatu hubungan Guru dan murid. Kegiatan belajar cara Ibrani lebih dari sekadar penumpukan informasi atau data. Da'at Elohim (pengenalan akan Allah) adalah keakraban dan kekaguman yang terus bertumbuh terhadap Allah yang setia dan benar. Keselamatan adalah anugerah, namun pemuridan adalah suatu perjalanan. Kita harus bertumbuh di dalam kasih karunia dan dalam pengenalan kita akan Yesus untuk bisa merdeka sepenuhnya. Karena kita ini "diselubungi oleh debu" Rav Yeshua (Rabi Yesus), kita diubah melalui pembaruan akal budi kita menurut petunjuk dan teladan-nya. "Kebenaran" dalam pandangan orang Yunani memang penting bagi kita, akan tetapi tidak memerdekakan kita. Kita bisa saja dipenuhi oleh informasi ilmiah namun masih terbelenggu dalam kehancuran jiwa dan hidup ini. Suatu hubungan yang akrab, taat dan berdisiplin dengan Allah adalah 'pengetahuan' yang akan benar-benar memerdekakan kita. Menghasilkan murid-murid Manusia Yeshua, Yesus dari Nazareth, membawa misi dari Allah pada masa hidupnya: untuk menghasilkan banyak murid. Kita harus mengambil misi dan hidupnya dengan keseriusan yang sama seperti kita mengambil bagian dalam kematian, penguburan dan kebangkitannya. Memang benar bahwa 'mengikut jejak' atau 'ikut' Sang Guru dan belajar melangkah di jalan Allah itu bisa membawa pengorbanan yang besar, namun upahnya sungguh tak terhitung - kebenaran, damai sejahtera dan sukacita di dalam pemerintahan Allah yang memerdekakan. Sebelum berpisah dari murid-murid-nya, Yesus menanamkan sebuah kewajiban di dalam diri murid-muridnya: misinya sekarang telah menjadi misi murid-muridnya juga. Mereka wajib meniru Dia. Dalam perjalanan hidup mereka selanjutnya, mereka juga wajib menghasilkan murid, mengajari bangsa-bangsa untuk memelihara perintah-perintahnya. Kewajiban yang berkelanjutan itu sekarang dipikul oleh para pengikut Yesus zaman sekarang. Kita tidak bisa menggenapi perintah 'jadikanlah murid' jika kita sendiri belum menjadi murid. Sang Guru Utama dari Nazaret itu merupakan perwujudan terbaik dari pandangan umat Yahudi mengenai arti penting dan kekudusan dari kegiatan belajar itu. Kehidupan belajar dan mentaati dalam kekudusan akan memberi kemuliaan dan kehormatan bagi Tuhan dan Allah kita, dan akan benar-benar memerdekakan kita agar bisa menjadi semakin serupa dengan Dia yang setia dan benar. (Dwight A. Pryor adalah Pendiri dan Presiden dari Center for Judaic-Christian Studies di Dayton, Ohio. Dia juga merupakan anggota dewan pendiri Jerusalem School of Synoptic Research di Israel.) |
Sulit dibaca? Ganti ukuran huruf di sini.
Artikel: - Andai aku dapat menghentikan satu hari merana - Di mana ada kasih, di situlah Allah ada - Ciri orang yang menghayati doa - Bagaimana menangani kekhawatiran? - Memahami Hukum Taurat dalam Terang Roh - Bagaimana Kebenaran Memerdekakan? - Kamu akan Mengetahui Kebenaran - Jangan Kuatir... Kristus Telah Bangkit! - Bagaimana Menjadi Seorang Pembangun Umat? - Waspadalah Terhadap Roh Pasif - Mengapa Kita Berdoa Sebelum Makan? - Apakah Hari Sabat Diciptakan untuk Manusia? - Bagaimana Mengendalikan Amarah Kita - Tujuh Cara untuk Melindungi Pernikahan Anda dari Kejatuhan Moral - Lima Resolusi Tahun Baru untuk Pemimpin Kristen - Mengapa Allah mengizinkan rasa sakit? - Pertobatan yang Sejati dan yang Palsu - 2 - Pertobatan yang Sejati dan yang Palsu - 1 - Bagaimana Menghindari Daya Tarik yang Fatal? - Apakah Anda Masih Tidur dan Beristirahat? - Bagaimana Memaafkan Orang yang telah Menyakiti Kita - Apakah Anda masih dikagumkan dengan Alkitab? - Kemunduran Agama, Salah Siapa? - Bagaimana Meminta Pemulihanan dari Allah? - Yesus Tidak Takut disalah-pahami - Bagaimana Menangani Keraguan? - Apakah Kita Terlalu Banyak Bicara? - Kita Perlu Memperlambat Pekerjaan Kita - Maut Harus Dialami Setiap Hari - Penderitaan itu Milik Siapa? - Melayani Orang yang Mengalami Krisis Pribadi - Mengapa orang-orang berteriak? - Ahhhh... akhirnya engkau mengerti - Kehidupan Lebih dari Apa yang Tampak - Suatu Kelahiran yang Tidak Diperhatikan - Mentalitas Seorang yang Besar - Pendidikan Tanpa Hikmat Tidak Ada Artinya - Anda Ada Bukan Karena Kebetulan - Perlakukan Orang Lain dengan Baik - Mengapa Orang Kristen Tidak Bertumbuh? - Mengasihi Teman Sekamar Saya, mungkinkah? - Kehidupan Rohani ibarat Maraton - 5 Alat Untuk Pertumbuhan Rohani - Apakah Anda Luput dari Kesalahan? - Apakah Semua yang Meminta akan Mendapatkan? - Apa Resolusi Tahun Baru Anda? - Apa yang Akan Kau Minta dari Tuhan? - "Ayo, kita gereja di Starbuck aje deh!" - Bagaimana Mengetahui Kehendak Tuhan? - Berdiam diri di dalam Tuhan - Sumber Kekuatan Sejati - Cara untuk Mengembangkan Sukacita - Calon Pendeta yang Pasti ditolak Gereja - Dengarkan Tuhan Bukan Diri Kita Sendiri - Dunia Kita yang Penuh Kata-kata - Hanya Ketidak-Sempurnaan yang Tidak Dapat Menolerir Ketidak-Sempurnaan - Hari Ini - Jangan Lupa Paspor dan Tiket Pesawat Anda - Jangan Menilai Buku dari Sampulnya - Kejujuran Tidak Pernah Merugikan - Kekurangan Orang Lain Harus Ditanggung Dalam Kasih - Kerendahan Hati, Benar dan Palsu - Kunci menaati Perintah Tuan Empunya Tuaian - Mukjizat Natal - Kisah-kisah Nyata - Menara Api di tengah Kegelapan Dunia - Mengalahkan Kejahatan dengan Kebaikan, Mungkinkah? - Mengasihi Seperti Diri Sendiri - Menggerakkan Orang Lewat Doa - Natal, Musim untuk Berbuat Baik? - Orang yang Melukai kita Harus Dikasihi dan Disambut sebagai Tangan Tuhan - Pendeta diabaikan di Gerejanya Sendiri - Peraturan Umum Dalam Penggunaan Waktu dan Hidup Kudus - Percakapan antara Orang Kudus dan Filsuf - Peringatan tentang Mendambakan Keberhasilan Spiritual - Salib, Sumber Kegembiraan Kita - Sejauh Manakah Anda Rela Melangkah untuk Tuhan? - Sekilas Hikmat dari Billy Graham - Sensitivitas kepada Teguran adalah Tanda Pasti bahwa kita Membutuhkannya - Setinggi-tingginya Tupai Melompat - Siapa Bilang Tidak Ada Sinterklas? |
|||||
|
Copyright 2003-2007. Semua materi di situs ini
adalah milik eksklusif Cahaya Pengharapan Ministries. |
|||||||