| Saran & Komentar | updated on 05 March 2010

Menerangi Jalan Anda Menuju Allah Sumber Pengharapan

Halaman Utama

  |  Tentang Kami

  |  Hubungi Kami

  |  Izin Pemakaian Materi 

  |  Dapatkan Buletin Gratis di sini! 

Sumber Damai

Khotbah/PA


Inspirasi

Artikel/Renungan

Kesaksian Hidup


Pelatihan

Discipleship Trainings


Lain-Lain...

Siaran Mandarin Fu Yin Dian Tai

Bible Study (P.A)

Buku-buku Terbitan

Buletin Gratis!

Lagu dan Film

Apakah Kita Terlalu Banyak Bicara dan Terlalu Sedikit Belajar?

AS Lew

Billy Graham terkenal dengan ucapannya yang menyatakan bahwa dia terlalu banyak berkhotbah namun terlalu sedikit belajar.

"Salah satu hal yang paling saya sesali adalah bahwa saya ini kurang banyak belajar. Seandainya saja saya ini lebih banyak belajar dan tidak terlalu banyak berkhotbah. Orang-orang mendorong saya untuk berbicara di depan orang banyak di saat saya seharusnya belajar dan mempersiapkan bahannya. Donald Barnhouse berkata bahwa seandainya dia tahu bahwa Tuhan akan datang dalam waktu tiga tahun, maka dia akan pakai dua tahun waktunya untuk belajar dan satu tahun saja untuk berkhotbah. Saya berusaha untuk menjalankan hal yang seperti itu." (Christianity Today, 23 September 1977)

Hal ini kelihatannya sangat ironis jika dikaitkan dengan uraian dari John Pollock tentang kebiasaan belajar Billy Graham.

"Billy Graham mengutamakan pendalaman Alkitab - yang merupakan landasan utama bagi keyakinan dan tindakannya - melebihi hal-hal lainnya. Setiap hari dia membaca lima pasal Mazmur, menghabiskan isi kitab Mazmur itu dalam waktu sebulan, dan juga kitab Amsal - kitab yang menunjukkan kepada kita tentang bagaimana cara berhubungan dengan sesama manusia - satu pasal sehari.

Dia meneliti satu kitab Injil seminggu, dengan memakai buku-buku tafsiran dan juga versi terjemahan modern, dan selalu diakhiri dengan kitab Kisah Para Rasul. Dia membuat catatan-catatan pinggir di sepanjang isi Alkitab. 'Kadang kala, Firman-Nya itu memberi kesan yang begitu mendalam bagi saya sehingga saya harus menaruh Alkitab saya dan berjalan-jalan untuk menarik nafas,' kata Billy Graham."

Ini adalah hal yang sangat perlu untuk kita renungkan. Apakah kita sudah cukup jauh mendalami Alkitab? Atau, apakah kita sekadar mengulangi segala sesuatu yang sudah kita ketahui tanpa pernah merasa perlu untuk memperdalam pengetahuan kita tentang isi Alkitab?

Kita tahu bahwa kita hanya bisa diubah lewat pembaruan akal budi kita, dan pembaruan itu dijalankan melalui Firman Allah. Jika kita tidak tahu Firman Allah, maka bagaimana kita bisa diperbarui? (Roma 12:2)

Jika akal budi kita tidak diperbarui, maka kita akan sama saja dengan orang dunia. Dan kita tidak akan pernah tahu apa kehendak dan pikiran Allah.

Sama seperti Billy Graham, sekalipun kita mungkin telah menjadi orang Kristen sejak lama, seharusnya kita tidak boleh merasa bahwa kita telah tahu cukup banyak, lalu berhenti memprioritaskan waktu untuk belajar Alkitab.

Bagi orang-orang Yahudi, belajar adalah bentuk penyembahan yang tertinggi. Saya yakin, kita sebagai orang Yahudi yang spiritual (a spiritual Jew), hal ini seharusnya juga mendapat prioritas yang tertinggi di dalam hidup kita.

Jika kita bisa meluangkan waktu satu jam sehari untuk menonton televisi, film atau bermain Internet, tentunya tidak ada alasan mengapa kita tidak bisa meluangkan waktu paling tidak satu jam sehari untuk belajar Firman Allah dan berinteraksi dengan-Nya. Adakah alasan itu?

[Download]


Sulit dibaca? Ganti ukuran huruf di sini.

Standard
Besar
Terbesar

Artikel:

- Mengapa Kita Berdoa Sebelum Makan?

- Apakah Hari Sabat Diciptakan untuk Manusia?

- Orang-orang Kristen itu

- Bagaimana Mengendalikan Amarah Kita

- Tujuh Cara untuk Melindungi Pernikahan Anda dari Kejatuhan Moral

- Lima Resolusi Tahun Baru untuk Pemimpin Kristen

- Dalam memberi kita menerima

- Mengapa Allah mengizinkan rasa sakit?

- Pertobatan yang Sejati dan yang Palsu - 2

- Pertobatan yang Sejati dan yang Palsu - 1

- Bagaimana Menghindari Daya Tarik yang Fatal?

- Apakah Anda Masih Tidur dan Beristirahat?

- Bagaimana Memaafkan Orang yang telah Menyakiti Kita

- Cara Yesus Menyembuhkan

- Bagaimana Menangani Amarah?

- Apakah Anda masih dikagumkan dengan Alkitab?

- Kemunduran Agama, Salah Siapa?

- Bagaimana Meminta Pemulihanan dari Allah?

- Yesus Tidak Takut disalah-pahami

- Bagaimana Menangani Keraguan?

- Apakah Kita Terlalu Banyak Bicara?

- Kita Perlu Memperlambat Pekerjaan Kita

- Maut Harus Dialami Setiap Hari

- Penderitaan itu Milik Siapa?

- Melayani Orang yang Mengalami Krisis Pribadi

- Cara Tuhan Bekerja

- Logika yang Sederhana

- Mengapa orang-orang berteriak?

- Paskah: Pengadilan Yesus

- Ahhhh... akhirnya engkau mengerti

- Rencana Sempurna dari Iblis

- Bila aku adalah Iblis

- Ingat Bebek Itu

- Apakah Gubuk-mu Terbakar?

- Kehidupan Lebih dari Apa yang Tampak

- Potret Seorang Anak

- Yesus Seorang Pecundang

- Suatu Kelahiran yang Tidak Diperhatikan

- Mentalitas Seorang yang Besar

- Pendidikan Tanpa Hikmat Tidak Ada Artinya

- Menanti Hari Itu

- Yesus dan Agama Lain

- Anda Ada Bukan Karena Kebetulan

- Takut akan Tuhan

- Celana Basah

- Perlakukan Orang Lain dengan Baik

- Kualitas Seorang Pemimpin

- Mengapa Orang Kristen Tidak Bertumbuh?

- Mengasihi Teman Sekamar Saya, mungkinkah?

- Hikmat Secangkir Kopi Panas

- Kehidupan Rohani ibarat Maraton

- Push-Up dan Donut

- 5 Alat Untuk Pertumbuhan Rohani

- 5 Roti dan 2 Ikan

- Adakah Hari Esok Bagimu?

- Apa artinya Natal?

- Apakah Anda Luput dari Kesalahan?

- Apakah Semua yang Meminta akan Mendapatkan?

- Apa Resolusi Tahun Baru Anda?

- Apa yang Akan Kau Minta dari Tuhan?

- "Ayo, kita gereja di Starbuck aje deh!"

- Bagaimana Mengetahui Kehendak Tuhan?

- Berdiam diri di dalam Tuhan - Sumber Kekuatan Sejati

- Cara untuk Mengembangkan Sukacita

- Calon Pendeta yang Pasti ditolak Gereja

- Dampak Pengampunan

- Dengarkan Tuhan Bukan Diri Kita Sendiri

- Di Manakah Tuhan?

- Doa Seorang Nabi Kecil

- Dunia Kita yang Penuh Kata-kata

- Empat Istri

- Hanya Ketidak-Sempurnaan yang Tidak Dapat Menolerir Ketidak-Sempurnaan

- Hari Ini

- Jangan Lupa Paspor dan Tiket Pesawat Anda

- Jangan Menilai Buku dari Sampulnya

- Janganlah Kamu Menghakimi

- Kebaikan dan Kebesaran

- Keheningan

- Ketidak-percayaan Kita

- Kita Tidak Cukup Rendah

- Lepaskan Dulu

- Takut akan Maut

- Kapan Malam Berakhir?

- Kejujuran Tidak Pernah Merugikan

- Kekurangan Orang Lain Harus Ditanggung Dalam Kasih

- Kerendahan Hati, Benar dan Palsu

- Kunci menaati Perintah Tuan Empunya Tuaian

- Mukjizat Natal - Kisah-kisah Nyata

- Menara Api di tengah Kegelapan Dunia

- Mengalahkan Kejahatan dengan Kebaikan, Mungkinkah?

- Mengasihi Seperti Diri Sendiri

- Menggerakkan Orang Lewat Doa

- Natal, Musim untuk Berbuat Baik?

- Nilai sebuah Kehidupan

- Orang yang Melukai kita Harus Dikasihi dan Disambut sebagai Tangan Tuhan

- Pendeta diabaikan di Gerejanya Sendiri

- Pengaruh Kristus

- Pengkhotbah yang Populer

- Pentingnya Pergumulan

- Pentingnya Sikap

- Peraturan Umum Dalam Penggunaan Waktu dan Hidup Kudus

- Percakapan antara Orang Kudus dan Filsuf

- Peringatan tentang Mendambakan Keberhasilan Spiritual

- Persahabatan dengan 'Musuh'

- Praktik lawan Ucapan

- Rangkulan Seorang Bayi

- Resiko seorang Hamba Tuhan

- Salib dan Si Aku

- Salib, Sumber Kegembiraan Kita

- Satu Kisah Cinta

- Sejauh Manakah Anda Rela Melangkah untuk Tuhan?

- Sekilas Hikmat dari Billy Graham

- Sensitivitas kepada Teguran adalah Tanda Pasti bahwa kita Membutuhkannya

- Sesungguhnya Buta

- Setinggi-tingginya Tupai Melompat

- Siapa Bilang Tidak Ada Sinterklas?

- Tidak semua hal dapat dilihat dengan mata

- Tujuan Ciptaan Baru

- Warisan Pengampunan

- Yang Paling Diberkati

- Yang Sudah Berlalu

Copyright 2003-2007. Semua materi di situs ini adalah milik eksklusif Cahaya Pengharapan Ministries.
E-mail kami untuk mendapatkan izin untuk menggunakan materi di situs ini.
Best viewed with IE6.0 and 1024 by 768 resolution.