| Saran & Komentar | updated on 01 November 2014

Menerangi Jalan Anda Menuju Allah Sumber Pengharapan

Halaman Utama

  |  Tentang Kami

  |  Hubungi Kami

  |  Izin Pemakaian Materi 

  |  Dapatkan Buletin Gratis di sini! 

Sumber Damai

Khotbah/PA


Inspirasi

Artikel/Renungan

Kesaksian Hidup


Pelatihan

Discipleship Trainings


Lain-Lain...

Buku-buku Terbitan

Lagu dan Film

Bible Study (P.A)

Siaran Mandarin

Buletin Gratis!

Follow Us


BACA ONLINE


BACA ONLINE


KATA PENGANTAR

Apakah Hari Sabat Diciptakan untuk Manusia?

Dwight A. Pryor

Yesus berkata, "Hari Sabat diadakan untuk manusia" (Markus 2:27). Akan tetapi selama berabad-abad Gereja berkeras menyatakan bahwa hari Sabat hanya untuk orang Yahudi. Peringatan peristiwa tujuh hari penciptaan itu bukan untuk orang Kristen, demikianlah ujar bapa-bapa gereja, karena ketujuh hari itu sudah dilampaui oleh hari kedelapan dari kebangkitan dan munculnya ciptaan baru di dalam Kristus. Akhirnya, orang Yahudi beribadah di hari Sabtu sedangkan orang Kristen beribadah di hari Minggu

Sudah tentu, hari Sabat sangatlah berharga bagi umat Israel, yang secara khusus diwariskan kepada umat Yahudi. Setelah peristiwa keluarnya umat Israel dari Mesir, Allah membawa umat Israel ke gunung Sinai, dan di sana, seperti mempelai yang mengasihi pasangannya, Dia mengundang mereka untuk menjadi mempelai-Nya - yakni untuk menerima dan meneguhkan perjanjian yang pernah Dia buat bersama Abraham. Setelah mendengarkan kesepuluh Perintah itu - umat Israel dengan bulat menyatakan, "Semua yang disampaikan akan kami jalankan!" (Kel 24:7).

Sebagai lambang abadi ('ot olam) bagi perjanjian yang berkelanjutan ini, Allah menganugerahkan umat Israel hari Sabat yang sangat mulia itu. Seperti halnya dengan cincin pernikahan, anugerah ini merupakan lambang yang kekal bagi perjanjian khusus  persekutuan mereka (31:16-17). Inilah sebabnya mengapa para nabi seperti Yeremia bisa memahami bahwa ketaatan pada ketentuan mengenai hari Sabat adalah pertanda dari ketaatan atau penyelewengan umat Israel pada perjanjian di Gunung Sinai tersebut. Setiap kali umat Israel melepaskan 'cincin pernikahan' tersebut, maka hal itu berarti bahwa umat tersebut sedang menyeleweng dengan para baal atau, dengan istilah lain, suami yang lain.

Sedemikian pentingnya hari Sabat bagi vitalitas dan keberadaan perjanjian dengan Tuhan ini sehingga ketidak-taatan akan berakibat pada dikeluarkannya si pelanggar dari tengah masyarakat (31:14). Bahkan penghormatan pada hari Sabat ini juga lebih diutamakan dari pembangunan kemah Allah atau Tabernakel (35:2-3 dst). Menghormati Allah dengan cara menguduskan waktu memiliki prioritas yang lebih tinggi daripada membangun tempat kudus bagi Dia.

Jadi, memang benar bahwa hari Sabat itu secara unik buat umat Yahudi. Umat Yahudi adalah 'milik kepunyaan' Sang Raja (19:5); dan mereka juga menghormati hari Sabat seperti menghormati seorang Ratu.

Lalu, DALAM PENGERTIAN APAKAH kita bisa memaknai Sabat sebagai sesuatu buat umat manusia - termasuk orang-orang Kristen yang juga ingin menghormati Allah dengan memperingati hari Sabat 

Petunjuk bagi karakter universal dari hari Sabat bisa dilihat dalam Sepuluh Perintah, yang tercatat di dua tempat: di Keluaran 20 dan di Ulangan 5. Kedua ayat yang menyebutkan tentang Sabat itu pada dasarnya identik kecuali dalam satu kata. Yang satu memakai kata 'ingatlah (zachor)' hari yang ketujuh, sedangkan ayat yang satu lagi memakai kata 'taatilah (shamor)' Sabat itu.

Perhatikan bahwa alasan bagi perintah untuk 'mengingat' hari Sabat adalah peristiwa penciptaan alam semesta (Kel 20:11). Sementara kewajiban kovenan untuk 'memelihara' atau 'mentaati' hari Sabat dilandasi oleh peristiwa penebusan mereka keluar dari Mesir (Ulangan 5:15). Tentu saja, kedua dasar itu sangat relevan bagi umat Israel, namun di tingkat yang berbeda kita bisa menarik dasar yang relevan bagi umat manusia secara umum untuk menghormati hari Sabat. Lagi pula, jauh sebelum kedua loh batu perjanjian dengan Israel itu di ukir di gunung Sinai, Allah telah menciptakan Adam (umat manusia) di taman Eden dan selanjutnya berhenti dari pekerjaan penciptaan-Nya. Sabat adalah prinsip penciptaan yang universal sebelum ia menjadi bagian khusus di dalam sepuluh perintah Allah.

Setiap orang diciptakan menurut gambar Allah, oleh karenanya, adalah baik dan bijaksana jika kita meniru Pencipta kita dengan beristirahat dari pekerjaan kita dan untuk menghormati Dia pada hari ketujuh. Jika dijalankan dengan benar, dan dalam sukacita, maka hari Sabat itu bisa memulihkan jiwa, meneguhkan keluarga dan membawa kita lebih dekat kepada Allah.

Penelitian yang cermat pada catatan-catatan dalam Injil mengungkapkan bahwa Yeshua memelihara hari Sabat sebagai bagian dari umat Yahudi yang taat (tentu saja, melanggar hari Sabat akan merupakan suatu dosa). Terhadap para pengkritik-Nya yang sangat cerewet itu, yang ingin menerapkan aturan Sabat yang kaku dan rumit, Yesus menekankan bahwa hari Sabat itu dimaksudkan oleh Allah sebagai berkat yang sangat berguna bagi kehidupan. Hari Sabat diciptakan buat umat manusia.

Jemaat generasi awal, sama seperti Yesus, melanjutkan penghormatan atas hari Sabat dan untuk beribadat di Sinagoga. Namun setelah masa Sabat itu berakhir, maka mereka akan berkumpul dari rumah ke rumah di 'hari pertama minggu berikutnya' (Kisah 20:7) untuk menerima pengajaran dari para rasul dan untuk mengadakan persekutuan doa, serta membagikan sumbangan kepada kaum miskin (1 Kor 16:2). Dengan kata lain, mereka menghormati Sang Pencipta dan Allah Israel sekaligus berkumpul di hari Minggu dalam rangka memperingati Tuhan mereka yang telah bangkit. Kedua hal itu bukanlah dua hal yang harus saling bertolak belakang 

Sabat bisa menjadi berkat yang luar biasa bagi setiap orang, bagi orang Yahudi dan juga orang Kristen, buat keluarga dan juga masyarakat. Hari Sabat itu diperuntukkan bagi umat manusia. Yesus sendiri yang menegaskannya!

[Download]


Sulit dibaca? Ganti ukuran huruf di sini.

Standard
Besar
Terbesar

Artikel:

- Pesan Allah dari Langit

- Kebenaran dan Kebebasan

- Sebab apa yang aku perbuat, aku tidak tahu!

- Penangkal Stres

- Mengucap syukur dalam segala hal, mengapa?

- Berita Duka

- Apa yang menjadi Tanda bagi Generasi ini?

- Kita Hidup di medan musuh

- Bahagia Meskipun Dianiaya

- Keindahan dari Keburukan

- Tiga kebenaran yang penting

- Aku Berjalan bersama Yesus

- One Solitary Life

- Rabi Yesus

- Arti tinggal di dalam Firman

- Menolak tuntunan Tuhan

- Hari pembalasan

- Kita masih bisa mendengarkan suara Tuhan

- Seperti apa kalimat wasiat terakhir Anda?

- Bagaimana kita tahu bahwa kita benar-benar “di dalam Kristus”?

- Prioritas yang Terbalik

- Kunci Pertumbuhan Jemaat yang Paling Diabaikan

- Pelayanan Pendamaian

- Sebuah Filsafat Kepemimpinan

- Kehidupan Doa Seorang Pemimpin

- Yang menang adalah yang tidak menyerah

- Apakah radio hati Anda berfungsi dengan baik?

- Lubang Jarum

- Ia Pergi dengan Sedih

- Apa gunanya memperoleh dunia dan kehilangan jiwa Anda?

- Jangan menyerah sebelum doa terjawab

- Permasalahan serius: Pertobatan palsu dalam Gereja

- Pentingnya Keremukan

- Respon kita pada Allah menentukan respon Allah pada kita

- Mengapa doa kita tidak terjawab?

- Mendengarkan Tuhan

- Selesailah tembok itu

- Apa motivasi kebaikan kita?

- Doa yang menyenangkan Allah

- Apakah berdoa itu suatu beban?

- Bagaimana memuliakan Allah di tempat kerja?

- Apakah Anda bekerja untuk Allah atau bersamaNya?

- Saya suka Kristus Anda. Tapi saya tidak suka dengan orang Kristen Anda

- Doa Santo Francis dari Asisi

- Bagaimana Anda tidak dapat menjadi Anak Allah

- Dipimpin oleh kehendak Allah

- Allah bukanlah sebongkah kayu

- Orang yang dipakai Allah

- Kita bukan konsumen. Kita adalah manusia

- Kesatuan membawa pemulihan

- Allah menanggapi Anda dengan serius

- Segenap hati, jiwa, pikiran dan kekuatan kita telah ditebus

- Lukisan Last Supper oleh Leonardo Da Vinci

- Pencarian akan Kebahagiaan

- Pesan seorang ateis bagi kita

- Kebangkitan Kristus

- Sedikit Air dan Roti

- Semuanya langsung tunduk, kecuali manusia

- Iman dan keraguan

- Sebelum mereka memanggil, Aku sudah menjawabnya.

- Billy Graham: Penyesalan dan Himbauannya

- Apa yang harusnya menjadi tekad tahun baru orang Kristen?

- Natal - Apakah yang menjadikannya penting?

- Saya percaya...

- Gereja Eksis bukan untuk Kepentingan Anggotanya

- Perbedaan bukan berarti perpecahan

- Apakah Anda datang ke gereja sebagai konsumen?

- Apakah gereja benar-benar perlu bagi orang Kristen?

- Apakah kita kerabatnya Tuhan?

- Rumah di sisi jalan

- Mengapa seringkali kita menjadi orang bodoh?

- Hati yang terarah pada Surga

- Bagaimana kita dapat melakukan kehendak Tuhan?

- Tuhan, apakah yang harus kuperbuat?

- Doa bukan "ban serep"

- Bagaimana mengenal pengajar dan nabi palsu?

- Dosa Kelalaian

- Doa Seorang Anak

- Andai aku dapat menghentikan satu hari merana

- Di mana ada kasih, di situlah Allah ada

- Anggaplah hari itu sia-sia

- Tidak Berarti di Mata Dunia

- Ciri orang yang menghayati doa

- Bagaimana menangani kekhawatiran?

- Rahasia Doa

- Memahami Hukum Taurat dalam Terang Roh

- Bagaimana Kebenaran Memerdekakan?

- Kamu akan Mengetahui Kebenaran

- Jangan Kuatir... Kristus Telah Bangkit!

- Bagaimana Menjadi Seorang Pembangun Umat?

- Waspadalah Terhadap Roh Pasif

- Mengapa Kita Berdoa Sebelum Makan?

- Apakah Hari Sabat Diciptakan untuk Manusia?

- Orang-orang Kristen itu

- Bagaimana Mengendalikan Amarah Kita

- Tujuh Cara untuk Melindungi Pernikahan Anda dari Kejatuhan Moral

- Lima Resolusi Tahun Baru untuk Pemimpin Kristen

- Dalam memberi kita menerima

- Mengapa Allah mengizinkan rasa sakit?

- Pertobatan yang Sejati dan yang Palsu - 2

- Pertobatan yang Sejati dan yang Palsu - 1

- Bagaimana Menghindari Daya Tarik yang Fatal?

- Apakah Anda Masih Tidur dan Beristirahat?

- Bagaimana Memaafkan Orang yang telah Menyakiti Kita

- Cara Yesus Menyembuhkan

- Bagaimana Menangani Amarah?

- Apakah Anda masih dikagumkan dengan Alkitab?

- Kemunduran Agama, Salah Siapa?

- Bagaimana Meminta Pemulihanan dari Allah?

- Yesus Tidak Takut disalah-pahami

- Bagaimana Menangani Keraguan?

- Apakah Kita Terlalu Banyak Bicara?

- Kita Perlu Memperlambat Pekerjaan Kita

- Maut Harus Dialami Setiap Hari

- Penderitaan itu Milik Siapa?

- Melayani Orang yang Mengalami Krisis Pribadi

- Cara Tuhan Bekerja

- Logika yang Sederhana

- Mengapa orang-orang berteriak?

- Paskah: Pengadilan Yesus

- Ahhhh... akhirnya engkau mengerti

- Rencana Sempurna dari Iblis

- Bila aku adalah Iblis

- Ingat Bebek Itu

- Apakah Gubuk-mu Terbakar?

- Kehidupan Lebih dari Apa yang Tampak

- Potret Seorang Anak

- Yesus Seorang Pecundang

- Suatu Kelahiran yang Tidak Diperhatikan

- Mentalitas Seorang yang Besar

- Pendidikan Tanpa Hikmat Tidak Ada Artinya

- Menanti Hari Itu

- Yesus dan Agama Lain

- Anda Ada Bukan Karena Kebetulan

- Takut akan Tuhan

- Celana Basah

- Perlakukan Orang Lain dengan Baik

- Kualitas Seorang Pemimpin

- Mengapa Orang Kristen Tidak Bertumbuh?

- Mengasihi Teman Sekamar Saya, mungkinkah?

- Hikmat Secangkir Kopi Panas

- Kehidupan Rohani ibarat Maraton

- Push-Up dan Donut

- 5 Alat Untuk Pertumbuhan Rohani

- 5 Roti dan 2 Ikan

- Adakah Hari Esok Bagimu?

- Apa artinya Natal?

- Apakah Anda Luput dari Kesalahan?

- Apakah Semua yang Meminta akan Mendapatkan?

- Apa Resolusi Tahun Baru Anda?

- Apa yang Akan Kau Minta dari Tuhan?

- "Ayo, kita gereja di Starbuck aje deh!"

- Bagaimana Mengetahui Kehendak Tuhan?

- Berdiam diri di dalam Tuhan - Sumber Kekuatan Sejati

- Cara untuk Mengembangkan Sukacita

- Calon Pendeta yang Pasti ditolak Gereja

- Dampak Pengampunan

- Dengarkan Tuhan Bukan Diri Kita Sendiri

- Di Manakah Tuhan?

- Doa Seorang Nabi Kecil

- Dunia Kita yang Penuh Kata-kata

- Empat Istri

- Hanya Ketidak-Sempurnaan yang Tidak Dapat Menolerir Ketidak-Sempurnaan

- Hari Ini

- Jangan Lupa Paspor dan Tiket Pesawat Anda

- Jangan Menilai Buku dari Sampulnya

- Janganlah Kamu Menghakimi

- Kebaikan dan Kebesaran

- Keheningan

- Ketidak-percayaan Kita

- Kita Tidak Cukup Rendah

- Lepaskan Dulu

- Takut akan Maut

- Kapan Malam Berakhir?

- Kejujuran Tidak Pernah Merugikan

- Kekurangan Orang Lain Harus Ditanggung Dalam Kasih

- Kerendahan Hati, Benar dan Palsu

- Kunci menaati Perintah Tuan Empunya Tuaian

- Mukjizat Natal - Kisah-kisah Nyata

- Menara Api di tengah Kegelapan Dunia

- Mengalahkan Kejahatan dengan Kebaikan, Mungkinkah?

- Mengasihi Seperti Diri Sendiri

- Menggerakkan Orang Lewat Doa

- Natal, Musim untuk Berbuat Baik?

- Nilai sebuah Kehidupan

- Orang yang Melukai kita Harus Dikasihi dan Disambut sebagai Tangan Tuhan

- Pendeta diabaikan di Gerejanya Sendiri

- Pengaruh Kristus

- Pengkhotbah yang Populer

- Pentingnya Pergumulan

- Pentingnya Sikap

- Peraturan Umum Dalam Penggunaan Waktu dan Hidup Kudus

- Percakapan antara Orang Kudus dan Filsuf

- Peringatan tentang Mendambakan Keberhasilan Spiritual

- Persahabatan dengan 'Musuh'

- Praktik lawan Ucapan

- Rangkulan Seorang Bayi

- Resiko seorang Hamba Tuhan

- Salib dan Si Aku

- Salib, Sumber Kegembiraan Kita

- Satu Kisah Cinta

- Sejauh Manakah Anda Rela Melangkah untuk Tuhan?

- Sekilas Hikmat dari Billy Graham

- Sensitivitas kepada Teguran adalah Tanda Pasti bahwa kita Membutuhkannya

- Sesungguhnya Buta

- Setinggi-tingginya Tupai Melompat

- Siapa Bilang Tidak Ada Sinterklas?

- Tidak semua hal dapat dilihat dengan mata

- Tujuan Ciptaan Baru

- Warisan Pengampunan

- Yang Paling Diberkati

- Yang Sudah Berlalu

Copyright 2002-2014. Semua materi di situs ini adalah milik eksklusif Cahaya Pengharapan Ministries.
E-mail kami untuk mendapatkan izin untuk menggunakan materi di situs ini.
Best viewed with IE6.0 and 1024 by 768 resolution.