| Saran & Komentar | updated on 07 January 2009

Menerangi Jalan Anda Menuju Allah Sumber Pengharapan

Halaman Utama

 | Tentang Kami

 | Hubungi Kami

 | Dapatkan Buletin Gratis di sini! 

Sumber Damai

Khotbah/PA


Inspirasi

Artikel/Renungan

Kesaksian Hidup


Pelatihan

Discipleship Trainings


Lain-Lain...

Siaran Mandarin Fu Yin Dian Tai

Bible Study (P.A)

Buku-buku Terbitan

Buletin Gratis!

Lagu dan Film

Apa yang akan engkau minta dari Tuhan?

Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu - Matius 6:3

Oleh Anthony de Mello

Sekali peristiwa, terdapat seorang yang sangat saleh yang memberikan banyak sukacita bahkan kepada para malaikat. Namun, sekalipun ia sangat kudus, ia sama sekali tidak menyadari bahwa ia kudus. Setiap hari ia menjalani hidup dengan sederhana, menyebarkan kebaikan sebagaimana bunga menyebarkan keharuman tanpa menyadarinya.

Kekudusannya terletak pada hal ini - ia melupakan masa lalu setiap orang dan memandang pada mereka apa adanya sekarang, dan ia memandang melampaui tampilan luaran jauh ke dalam batin terdalam manusia di mana mereka tidak bersalah dan tidak tahu apa yang mereka lakukan. Dengan cara demikian ia mengasihi dan mengampuni setiap orang yang bertemu dengannya - dan ia tidak melihat ada hal yang luar biasa karena itu hanyalah cara ia memandang orang.

Suatu hari seorang malaikat berkata kepada dia, "Aku telah diutus oleh Allah. Mintalah apa saja yang engkau inginkan dan hal itu akan diberikan kepada engkau. Apakah engkau menginginkan karunia penyembuhan?"

"Tidak," katanya, "Aku lebih senang jika Allah yang melakukan penyembuhan itu sendiri."

"Apakah engkau mau membawa orang yang berdosa yang tersesat kembali ke jalur yang benar?"

"Tidak," katanya, "bukanlah untuk aku menyentuh hati manusia. Itu adalah pekerjaan para malaikat."

"Inginkah engkau menjadi teladan kebajikan di mana orang banyak akan tertarik untuk meneladani engkau?"

"Tidak," kata orang kudus itu, "karena itu akan menjadikan aku pusat perhatian."

"Lalu, apa yang engkau inginkan?" tanya malaikat itu.

"Kasih karunia Allah," jawabnya. "Memiliki itu, aku telah memiliki segala yang aku inginkan."

"Tidak, engkau harus meminta sesuatu," kata malaikat itu, "jika tidak hal itu akan dipaksakan ke atasmu."

"Baiklah, jika demikian aku meminta ini: biarlah kebaikan dilaksanakan melalui aku tanpa aku menyadarinya."

Jadi, diumumkan bahwa bayangan orang kudus ini akan diberkahi oleh kemampuan untuk menyembuhkan. Setiap kali bayangannya jatuh di belakangnya - orang sakit disembuhkan, tanah menjadi subur, sumber air bermunculan dan keceriaan menghiasi wajah-wajah orang yang dibebani oleh kesengsaraan hidup.

Tetapi orang kudus ini sama sekali tidak tahu akan semua hal itu karena perhatian orang begitu tertumpu pada bayangannya hingga mereka melupakan orangnya.

Dengan demikian keinginannya agar kebaikan dilakukan melaluinya dan ia sendiri dilupakan tergenapi dengan baik.

(Dikutip dari buku berisi kisah-kisah meditasi, Taking Flight)

-as

[Download]


Sulit dibaca? Ganti ukuran huruf di sini.

Standard
Besar
Terbesar

Artikel:

- Suatu Kelahiran yang Tidak Diperhatikan

- Mentalitas Seorang yang Besar

- Pendidikan Tanpa Hikmat Tidak Ada Artinya

- Menanti Hari Itu

- Yesus dan Agama Lain

- Anda Ada Bukan Karena Kebetulan

- Takut akan Tuhan

- Celana Basah

- Perlakukan Orang Lain dengan Baik

- Kualitas Seorang Pemimpin

- Mengapa Orang Kristen Tidak Bertumbuh?

- Mengasihi Teman Sekamar Saya, mungkinkah?

- Hikmat Secangkir Kopi Panas

- Kehidupan Rohani ibarat Maraton

- Push-Up dan Donut

- 5 Alat Untuk Pertumbuhan Rohani

- 5 Roti dan 2 Ikan

- Adakah Hari Esok Bagimu?

- Apa artinya Natal?

- Apakah Anda Luput dari Kesalahan?

- Apakah Semua yang Meminta akan Mendapatkan?

- Apa Resolusi Tahun Baru Anda?

- Apa yang Akan Kau Minta dari Tuhan?

- "Ayo, kita gereja di Starbuck aje deh!"

- Bagaimana Mengetahui Kehendak Tuhan?

- Berdiam diri di dalam Tuhan - Sumber Kekuatan Sejati

- Cara untuk Mengembangkan Sukacita

- Calon Pendeta yang Pasti ditolak Gereja

- Dampak Pengampunan

- Dengarkan Tuhan Bukan Diri Kita Sendiri

- Di Manakah Tuhan?

- Doa Seorang Nabi Kecil

- Dunia Kita yang Penuh Kata-kata

- Empat Istri

- Hanya Ketidak-Sempurnaan yang Tidak Dapat Menolerir Ketidak-Sempurnaan

- Hari Ini

- Jangan Lupa Paspor dan Tiket Pesawat Anda

- Jangan Menilai Buku dari Sampulnya

- Janganlah Kamu Menghakimi

- Kebaikan dan Kebesaran

- Keheningan

- Ketidak-percayaan Kita

- Kita Tidak Cukup Rendah

- Lepaskan Dulu

- Takut akan Maut

- Kapan Malam Berakhir?

- Kejujuran Tidak Pernah Merugikan

- Kekurangan Orang Lain Harus Ditanggung Dalam Kasih

- Kerendahan Hati, Benar dan Palsu

- Kunci menaati Perintah Tuan Empunya Tuaian

- Mukjizat Natal - Kisah-kisah Nyata

- Menara Api di tengah Kegelapan Dunia

- Mengalahkan Kejahatan dengan Kebaikan, Mungkinkah?

- Mengasihi Seperti Diri Sendiri

- Menggerakkan Orang Lewat Doa

- Natal, Musim untuk Berbuat Baik?

- Nilai sebuah Kehidupan

- Orang yang Melukai kita Harus Dikasihi dan Disambut sebagai Tangan Tuhan

- Pendeta diabaikan di Gerejanya Sendiri

- Pengaruh Kristus

- Pengkhotbah yang Populer

- Pentingnya Pergumulan

- Pentingnya Sikap

- Peraturan Umum Dalam Penggunaan Waktu dan Hidup Kudus

- Percakapan antara Orang Kudus dan Filsuf

- Peringatan tentang Mendambakan Keberhasilan Spiritual

- Persahabatan dengan 'Musuh'

- Praktik lawan Ucapan

- Rangkulan Seorang Bayi

- Resiko seorang Hamba Tuhan

- Salib dan Si Aku

- Salib, Sumber Kegembiraan Kita

- Satu Kisah Cinta

- Sejauh Manakah Anda Rela Melangkah untuk Tuhan?

- Sekilas Hikmat dari Billy Graham

- Sensitivitas kepada Teguran adalah Tanda Pasti bahwa kita Membutuhkannya

- Sesungguhnya Buta

- Setinggi-tingginya Tupai Melompat

- Siapa Bilang Tidak Ada Sinterklas?

- Tidak semua hal dapat dilihat dengan mata

- Tujuan Ciptaan Baru

- Warisan Pengampunan

- Yang Paling Diberkati

- Yang Sudah Berlalu

Copyright 2003-2007. Semua materi di situs ini adalah milik eksklusif Cahaya Pengharapan Ministries.
E-mail kami untuk mendapatkan izin untuk menggunakan materi di situs ini.
Best viewed with IE6.0 and 1024 by 768 resolution.