| Saran & Komentar | updated on 24 December 2008

Menerangi Jalan Anda Menuju Allah Sumber Pengharapan

Halaman Utama

| Tempat Pertemuan

 | Tentang Kami

 | Hubungi Kami

 | Dapatkan Buletin Gratis di sini! 

Sumber Damai

Khotbah/PA


Inspirasi

Artikel/Renungan

Kesaksian Hidup


Pelatihan

Discipleship Trainings


Lain-Lain...

Siaran Mandarin Fu Yin Dian Tai

Bible Study (P.A)

Buku-buku Terbitan

Buletin Gratis!

Lagu dan Film

Apa Resolusi Tahun Baru Anda?

Tahun baru tidak selalunya bermula pada Januari tanggal 1. Januari 1 menjadi awal Tahun Baru hanya pada tahun 46 S.M saat Kaisar Julius mengembangkan kalendar yang dengan lebih tepat menggambarkan musim-musim dibandingkan dengan kalendar yang telah ada sebelum itu. Kalendar ini disebut sebagai kalendar Julian. Terdapat juga kalendar yang disebut kalendar Gregorian yang seperti kalendar Julian didasarkan pada sistem solar, yang berbeda dengan kalendar Cina yang didasarkan pada sistem lunar.

Sejarah Resolusi Tahun Baru
Tradisi Resolusi Tahun Baru bermula sejak 153 S.M. Janus, raja mitos dari Roma adalah simbol kuno bagi resolusi. Pada awal setiap tahun baru banyak orang Romawi meminta pengampunan dari musuh mereka dan juga saling menukar hadiah. Sejak 4000 tahun yang lalu, Tahun Baru sudah dirayakan di kota Babilonia. Pada waktu itu perayaan besar-besaran itu berlangsung selama 11 hari.

Resolusi Tahun Baru
Di zaman ini walaupun kita tidak lagi merayakannya selama 11 hari tetapi tetap saja Tahun Baru merupakan satu momen yang berarti dalam kehidupan kita dan seringkali kita mengambil momen ini untuk merenungkan kembali perjalanan hidup kita selama setahun itu. Ada rasa penyesalan karena merasakan gagal memanfaatkan waktu dengan baik dan seiring dengan itu timbul satu tekad untuk membuat resolusi tahun baru agar kita tidak lagi lengah di tahun yang baru ini dengan harapan kita dapat menjadi orang yang lebih sehat, lebih disiplin, lebih sukses ... tetapi saya kira ada baiknya kita belajar dari orang Romawi kuno yang menjadikan tahun baru sebagai momen untuk meminta pengampunan dari musuh-musuh mereka. Saat untuk berdamai dan memulai satu tahun yang baru tanpa berhutang kasih kepada orang-orang di sekitar kita. Tidak ada yang lebih penting ketimbang kehidupan yang dijalani tanpa menodai hati nurani kita, seperti kata Raja Solomo yang bijaksana, "Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan". Amsal 4:23)

Tips untuk membuat Resolusi Tahun Baru

  1. Tetapkan gol yang realistik, yang dapat dicapai. Menang undian 1 milyar Telkomsel bukanlah gol yang realistik.

  2. Gambarkan resolusi anda secara spesifik. Jangan berkata, "Saya tidak mau gaya hidup yang malas", tuliskan, "Saya mau berolahraga secara teratur" atau "Saya akan mengurangi jam nonton televisi."

  3. Pecahkan gol utama Anda menjadi gol yang lebih kecil. Contohnya, jika anda mau mengurangi berat badan, buatlah keputusan untuk, "menggunakan tangga dan bukan lift", "memakan lebih banyak sayur dan mengurangi daging."

  4. Yang paling penting, pastikan resolusi Anda itu merupakan hal yang sesungguhnya penting bagi Anda dan bukan apa yang Anda harus lakukan atau apa yang orang lain harapkan dari Anda.

Semoga berhasil!!

[Download]


Sulit dibaca? Ganti ukuran huruf di sini.

Standard
Besar
Terbesar

Artikel:

- Suatu Kelahiran yang Tidak Diperhatikan

- Mentalitas Seorang yang Besar

- Pendidikan Tanpa Hikmat Tidak Ada Artinya

- Menanti Hari Itu

- Yesus dan Agama Lain

- Anda Ada Bukan Karena Kebetulan

- Takut akan Tuhan

- Celana Basah

- Perlakukan Orang Lain dengan Baik

- Kualitas Seorang Pemimpin

- Mengapa Orang Kristen Tidak Bertumbuh?

- Mengasihi Teman Sekamar Saya, mungkinkah?

- Hikmat Secangkir Kopi Panas

- Kehidupan Rohani ibarat Maraton

- Push-Up dan Donut

- 5 Alat Untuk Pertumbuhan Rohani

- 5 Roti dan 2 Ikan

- Adakah Hari Esok Bagimu?

- Apa artinya Natal?

- Apakah Anda Luput dari Kesalahan?

- Apakah Semua yang Meminta akan Mendapatkan?

- Apa Resolusi Tahun Baru Anda?

- Apa yang Akan Kau Minta dari Tuhan?

- "Ayo, kita gereja di Starbuck aje deh!"

- Bagaimana Mengetahui Kehendak Tuhan?

- Berdiam diri di dalam Tuhan - Sumber Kekuatan Sejati

- Cara untuk Mengembangkan Sukacita

- Calon Pendeta yang Pasti ditolak Gereja

- Dampak Pengampunan

- Dengarkan Tuhan Bukan Diri Kita Sendiri

- Di Manakah Tuhan?

- Doa Seorang Nabi Kecil

- Dunia Kita yang Penuh Kata-kata

- Empat Istri

- Hanya Ketidak-Sempurnaan yang Tidak Dapat Menolerir Ketidak-Sempurnaan

- Hari Ini

- Jangan Lupa Paspor dan Tiket Pesawat Anda

- Jangan Menilai Buku dari Sampulnya

- Janganlah Kamu Menghakimi

- Kebaikan dan Kebesaran

- Keheningan

- Ketidak-percayaan Kita

- Kita Tidak Cukup Rendah

- Lepaskan Dulu

- Takut akan Maut

- Kapan Malam Berakhir?

- Kejujuran Tidak Pernah Merugikan

- Kekurangan Orang Lain Harus Ditanggung Dalam Kasih

- Kerendahan Hati, Benar dan Palsu

- Kunci menaati Perintah Tuan Empunya Tuaian

- Mukjizat Natal - Kisah-kisah Nyata

- Menara Api di tengah Kegelapan Dunia

- Mengalahkan Kejahatan dengan Kebaikan, Mungkinkah?

- Mengasihi Seperti Diri Sendiri

- Menggerakkan Orang Lewat Doa

- Natal, Musim untuk Berbuat Baik?

- Nilai sebuah Kehidupan

- Orang yang Melukai kita Harus Dikasihi dan Disambut sebagai Tangan Tuhan

- Pendeta diabaikan di Gerejanya Sendiri

- Pengaruh Kristus

- Pengkhotbah yang Populer

- Pentingnya Pergumulan

- Pentingnya Sikap

- Peraturan Umum Dalam Penggunaan Waktu dan Hidup Kudus

- Percakapan antara Orang Kudus dan Filsuf

- Peringatan tentang Mendambakan Keberhasilan Spiritual

- Persahabatan dengan 'Musuh'

- Praktik lawan Ucapan

- Rangkulan Seorang Bayi

- Resiko seorang Hamba Tuhan

- Salib dan Si Aku

- Salib, Sumber Kegembiraan Kita

- Satu Kisah Cinta

- Sejauh Manakah Anda Rela Melangkah untuk Tuhan?

- Sekilas Hikmat dari Billy Graham

- Sensitivitas kepada Teguran adalah Tanda Pasti bahwa kita Membutuhkannya

- Sesungguhnya Buta

- Setinggi-tingginya Tupai Melompat

- Siapa Bilang Tidak Ada Sinterklas?

- Tidak semua hal dapat dilihat dengan mata

- Tujuan Ciptaan Baru

- Warisan Pengampunan

- Yang Paling Diberkati

- Yang Sudah Berlalu

Copyright 2003-2007. Semua materi di situs ini adalah milik eksklusif Cahaya Pengharapan Ministries.
E-mail kami untuk mendapatkan izin untuk menggunakan materi di situs ini.
Best viewed with IE6.0 and 1024 by 768 resolution.