| Saran & Komentar | updated on 16 April 2012

Menerangi Jalan Anda Menuju Allah Sumber Pengharapan

Halaman Utama

  |  Tentang Kami

  |  Hubungi Kami

  |  Izin Pemakaian Materi 

  |  Dapatkan Buletin Gratis di sini! 

Sumber Damai

Khotbah/PA


Inspirasi

Artikel/Renungan

Kesaksian Hidup


Pelatihan

Discipleship Trainings


Lain-Lain...

Buku-buku Terbitan 

Lagu dan Film 

Bible Study (P.A)

Siaran Mandarin

Buletin Gratis!

Follow Us


BACA ONLINE


KATA PENGANTAR

Allah menanggapi Anda dengan serius

Francis Frangipane

Orang-orang menyerahkan hidup mereka kepada Tuhan dengan berbagai alasan. Ada yang dengan harapan untuk memperoleh kesembuhan jasmani, ada pula yang mengejar kesembuhan rohani; sebagian lagi karena mencari damai sejahtera dan pengampunan. Apapun niat kita, Allah bertindak mencukupi kebutuhan kita. Memang, Tuhan menyatakan diriNya kepada manusia sebagai jawaban surgawi atas kebutuhan kita. Dia adalah 'Bapa bagi mereka yang tidak berbapa dan Hakim bagi para janda.' Dia bahkan membuat 'rumah bagi mereka yang kesepian', dan membimbing 'para tawanan keluar menuju kesejahteraan' (Mazmur 68:5-6)

Allah memakai kebutuhan kita untuk membawa kita kepada Dia. Akan tetapi, kesadaran kita akan kebutuhan kita itu bisa membuat kita mempersempit pengungkapan Allah dalam hidup kita, membatasi aktifitasNya dalam kehidupan kita - hanya sebatas area pergumulan hidup jasmani kita. Oleh karenanya, banyak orang Kristen yang tak pernah bangun dari tidur rohani mereka, tak bisa bangun menanggapi panggilan Allah - yakni mencapai keserupaan dengan Kristus. Kita telah diampuni, disembuhkan dan diberkati, akan tetapi kita mengalami kemacetan dalam pertumbuhan rohani kita.

Walau begitu, Roh Allah tetapi berkomitan pada transformasi pribadi kita. Saat kita sudah secara rohani terbangun dan menyadari visi keserupaan dengan Kristus, maka wujud perhatian Allah akan tertuju pada kita melalui cara-cara yang sangat unik dan kuat. Ada dua hal yang akan terjadi: pertama, kita akan dibantu pewahyuan saat mempelajari Kitab Suci; Allah akan berbicara kepada kita lewat cara-cara yang lebih mendalam saat kita memahami arti keberadaan kita.

Realitas kedua yang akan terungkap adalah: hidup kita akan mulai menghadapi tantangan-tantangan yang semakin lama semakin besar. Anda lihat, kita selama ini mengira bahwa sekadar memiliki hasrat yang tulus untuk menjadi serupa dengan Yesus adalah suatu pencapaian yang penting, hal ini memang ada benarnya. Akan tetapi, hal tersebut baru merupakan titik awal saja. Jika kita serius mau menjalani transformasi atau perubahan itu, maka Allah juga akan menanggapinya dengan serius. Dia akan menaruh kita dalam situasi-situasi yang dirancang untuk mematikan watak lama kita, dan seringkali memaksa kita untuk meniru Kristus agar kita bisa bertahan melewati peperangan tersebut.

Coba Anda pikirkan tentang para pahlawan yang Anda temukan dalam Alkitab: masing-masing menghadapi konflik yang besar sebelum mereka bisa mencapai tingkatan rohani tertentu, dan mereka ini sering mengalami konflik yang lebih besar sebelum mencapai tataran puncak. Coba Anda renungkan hal-hal yang harus diatasi oleh Daud sebelum dia menjadi raja. Allah tidak main-main di dalam menguji watak kita. TujuanNya adalah mewujudkan hidup Yesus di dalam diri kita.

Pikirkanlah hal-hal yang harus dihadapi oleh Yesus di sungai Yordan. Pertama, dia dipenuhi oleh Roh Kudus. Kita akan berpikir bahwa setelah dipenuhi oleh Roh Kudus, maka Kristus akan segera menjalankan pelayanannya. Akan tetapi, dia justru dipimpin oleh Roh Kudus ke padang gurun. Mengapa? Alkitab berkata, "Untuk dicobai oleh iblis." Selama 40 hari Yesus berpuasa dan berdoa. Di akhir masa puasa ini, kita mungkin mengira akan terjadi suatu terobosan rohani yang luar biasa, namun yang terjadi justru sebaliknya. Sosok supranatural yang pertama menemui Yesus setelah masa puasanya berakhir bukanlah Allah, tetapi iblis.

Tiga kali karakter Yesus dicobai oleh Iblis secara langsung. Kebanyakan dari kita sudah akrab dengan kisah tentang Kristus di padang gurun (Mat 4:1-11), namun ingatlah: Yesus menghadapi cobaan itu setelah berpuasa selama 40 hari. Dalam keadaan tubuh yang lemah, ujian itu akan terasa sangat berat dan intens. Itulah pokok penting yang ingin saya sampaikan. Jika kita serius mau menjalani transformasi pribadi, maka kita akan dapati bahwa begitu kita berhasil melewati satu ujian, kita akan masuk ke ujian berikut yang lebih sukar. Dalam ujian yang lebih sukar itulah pencarian kita untuk menjadi serupa dengan Kristus menemukan jawabannya.

Mungkin Anda sedang menghadapi konflik yang tampaknya tidak bisa Anda pahami. Anda bertanya-tanya, "Mengapa aku harus menghadpi konflik ini? Apa salahku sehingga harus menghadapi masalah ini?" Sangat mungkin alasan bagi meningkatnya peperangan yang Anda hadapi adalah karena Anda pernah berdoa dengan tulus, "Bapa, aku ingin menjadi serupa dengan Yesus." Dan Allah menanggapi permohonan Anda dengan serius!

[Download]


Sulit dibaca? Ganti ukuran huruf di sini.

Standard
Besar
Terbesar

Artikel:

- Apa motivasi kebaikan kita?

- Doa yang menyenangkan Allah

- Apakah berdoa itu suatu beban?

- Bagaimana memuliakan Allah di tempat kerja?

- Apakah Anda bekerja untuk Allah atau bersamaNya?

- Saya suka Kristus Anda. Tapi saya tidak suka dengan orang Kristen Anda

- Doa Santo Francis dari Asisi

- Bagaimana Anda tidak dapat menjadi Anak Allah

- Dipimpin oleh kehendak Allah

- Allah bukanlah sebongkah kayu

- Orang yang dipakai Allah

- Kita bukan konsumen. Kita adalah manusia

- Kesatuan membawa pemulihan

- Allah menanggapi Anda dengan serius

- Segenap hati, jiwa, pikiran dan kekuatan kita telah ditebus

- Lukisan Last Supper oleh Leonardo Da Vinci

- Pencarian akan Kebahagiaan

- Pesan seorang ateis bagi kita

- Kebangkitan Kristus

- Sedikit Air dan Roti

- Semuanya langsung tunduk, kecuali manusia

- Iman dan keraguan

- Sebelum mereka memanggil, Aku sudah menjawabnya.

- Billy Graham: Penyesalan dan Himbauannya

- Apa yang harusnya menjadi tekad tahun baru orang Kristen?

- Natal - Apakah yang menjadikannya penting?

- Saya percaya...

- Gereja Eksis bukan untuk Kepentingan Anggotanya

- Perbedaan bukan berarti perpecahan

- Apakah Anda datang ke gereja sebagai konsumen?

- Apakah gereja benar-benar perlu bagi orang Kristen?

- Apakah kita kerabatnya Tuhan?

- Rumah di sisi jalan

- Mengapa seringkali kita menjadi orang bodoh?

- Hati yang terarah pada Surga

- Bagaimana kita dapat melakukan kehendak Tuhan?

- Tuhan, apakah yang harus kuperbuat?

- Doa bukan "ban serep"

- Bagaimana mengenal pengajar dan nabi palsu?

- Dosa Kelalaian

- Doa Seorang Anak

- Andai aku dapat menghentikan satu hari merana

- Di mana ada kasih, di situlah Allah ada

- Anggaplah hari itu sia-sia

- Tidak Berarti di Mata Dunia

- Ciri orang yang menghayati doa

- Bagaimana menangani kekhawatiran?

- Rahasia Doa

- Memahami Hukum Taurat dalam Terang Roh

- Bagaimana Kebenaran Memerdekakan?

- Kamu akan Mengetahui Kebenaran

- Jangan Kuatir... Kristus Telah Bangkit!

- Bagaimana Menjadi Seorang Pembangun Umat?

- Waspadalah Terhadap Roh Pasif

- Mengapa Kita Berdoa Sebelum Makan?

- Apakah Hari Sabat Diciptakan untuk Manusia?

- Orang-orang Kristen itu

- Bagaimana Mengendalikan Amarah Kita

- Tujuh Cara untuk Melindungi Pernikahan Anda dari Kejatuhan Moral

- Lima Resolusi Tahun Baru untuk Pemimpin Kristen

- Dalam memberi kita menerima

- Mengapa Allah mengizinkan rasa sakit?

- Pertobatan yang Sejati dan yang Palsu - 2

- Pertobatan yang Sejati dan yang Palsu - 1

- Bagaimana Menghindari Daya Tarik yang Fatal?

- Apakah Anda Masih Tidur dan Beristirahat?

- Bagaimana Memaafkan Orang yang telah Menyakiti Kita

- Cara Yesus Menyembuhkan

- Bagaimana Menangani Amarah?

- Apakah Anda masih dikagumkan dengan Alkitab?

- Kemunduran Agama, Salah Siapa?

- Bagaimana Meminta Pemulihanan dari Allah?

- Yesus Tidak Takut disalah-pahami

- Bagaimana Menangani Keraguan?

- Apakah Kita Terlalu Banyak Bicara?

- Kita Perlu Memperlambat Pekerjaan Kita

- Maut Harus Dialami Setiap Hari

- Penderitaan itu Milik Siapa?

- Melayani Orang yang Mengalami Krisis Pribadi

- Cara Tuhan Bekerja

- Logika yang Sederhana

- Mengapa orang-orang berteriak?

- Paskah: Pengadilan Yesus

- Ahhhh... akhirnya engkau mengerti

- Rencana Sempurna dari Iblis

- Bila aku adalah Iblis

- Ingat Bebek Itu

- Apakah Gubuk-mu Terbakar?

- Kehidupan Lebih dari Apa yang Tampak

- Potret Seorang Anak

- Yesus Seorang Pecundang

- Suatu Kelahiran yang Tidak Diperhatikan

- Mentalitas Seorang yang Besar

- Pendidikan Tanpa Hikmat Tidak Ada Artinya

- Menanti Hari Itu

- Yesus dan Agama Lain

- Anda Ada Bukan Karena Kebetulan

- Takut akan Tuhan

- Celana Basah

- Perlakukan Orang Lain dengan Baik

- Kualitas Seorang Pemimpin

- Mengapa Orang Kristen Tidak Bertumbuh?

- Mengasihi Teman Sekamar Saya, mungkinkah?

- Hikmat Secangkir Kopi Panas

- Kehidupan Rohani ibarat Maraton

- Push-Up dan Donut

- 5 Alat Untuk Pertumbuhan Rohani

- 5 Roti dan 2 Ikan

- Adakah Hari Esok Bagimu?

- Apa artinya Natal?

- Apakah Anda Luput dari Kesalahan?

- Apakah Semua yang Meminta akan Mendapatkan?

- Apa Resolusi Tahun Baru Anda?

- Apa yang Akan Kau Minta dari Tuhan?

- "Ayo, kita gereja di Starbuck aje deh!"

- Bagaimana Mengetahui Kehendak Tuhan?

- Berdiam diri di dalam Tuhan - Sumber Kekuatan Sejati

- Cara untuk Mengembangkan Sukacita

- Calon Pendeta yang Pasti ditolak Gereja

- Dampak Pengampunan

- Dengarkan Tuhan Bukan Diri Kita Sendiri

- Di Manakah Tuhan?

- Doa Seorang Nabi Kecil

- Dunia Kita yang Penuh Kata-kata

- Empat Istri

- Hanya Ketidak-Sempurnaan yang Tidak Dapat Menolerir Ketidak-Sempurnaan

- Hari Ini

- Jangan Lupa Paspor dan Tiket Pesawat Anda

- Jangan Menilai Buku dari Sampulnya

- Janganlah Kamu Menghakimi

- Kebaikan dan Kebesaran

- Keheningan

- Ketidak-percayaan Kita

- Kita Tidak Cukup Rendah

- Lepaskan Dulu

- Takut akan Maut

- Kapan Malam Berakhir?

- Kejujuran Tidak Pernah Merugikan

- Kekurangan Orang Lain Harus Ditanggung Dalam Kasih

- Kerendahan Hati, Benar dan Palsu

- Kunci menaati Perintah Tuan Empunya Tuaian

- Mukjizat Natal - Kisah-kisah Nyata

- Menara Api di tengah Kegelapan Dunia

- Mengalahkan Kejahatan dengan Kebaikan, Mungkinkah?

- Mengasihi Seperti Diri Sendiri

- Menggerakkan Orang Lewat Doa

- Natal, Musim untuk Berbuat Baik?

- Nilai sebuah Kehidupan

- Orang yang Melukai kita Harus Dikasihi dan Disambut sebagai Tangan Tuhan

- Pendeta diabaikan di Gerejanya Sendiri

- Pengaruh Kristus

- Pengkhotbah yang Populer

- Pentingnya Pergumulan

- Pentingnya Sikap

- Peraturan Umum Dalam Penggunaan Waktu dan Hidup Kudus

- Percakapan antara Orang Kudus dan Filsuf

- Peringatan tentang Mendambakan Keberhasilan Spiritual

- Persahabatan dengan 'Musuh'

- Praktik lawan Ucapan

- Rangkulan Seorang Bayi

- Resiko seorang Hamba Tuhan

- Salib dan Si Aku

- Salib, Sumber Kegembiraan Kita

- Satu Kisah Cinta

- Sejauh Manakah Anda Rela Melangkah untuk Tuhan?

- Sekilas Hikmat dari Billy Graham

- Sensitivitas kepada Teguran adalah Tanda Pasti bahwa kita Membutuhkannya

- Sesungguhnya Buta

- Setinggi-tingginya Tupai Melompat

- Siapa Bilang Tidak Ada Sinterklas?

- Tidak semua hal dapat dilihat dengan mata

- Tujuan Ciptaan Baru

- Warisan Pengampunan

- Yang Paling Diberkati

- Yang Sudah Berlalu

Copyright 2003-2012. Semua materi di situs ini adalah milik eksklusif Cahaya Pengharapan Ministries.
E-mail kami untuk mendapatkan izin untuk menggunakan materi di situs ini.
Best viewed with IE6.0 and 1024 by 768 resolution.